Klaten,TRIBRATA.TV – Seorang pria berinisial AR (52), warga Kelurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline di jalur rel Kampung Klasemen, Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Rabu (1/7/2026) pagi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.25 WIB di petak jalan antara perlintasan Krapyak dan Klasis, tepatnya di Kilometer (Km) 139+2 lintas Srowot–Klaten.
Kapolsek Klaten Tengah, Iptu Alif Akbar Lukman Hakim, mengatakan korban diduga sedang menyeberangi rel saat KRL Commuterline jurusan Palur–Yogyakarta melintas dari arah Yogyakarta menuju Solo.
“Kejadian pada pukul 09.25 WIB. Kejadiannya antara perlintasan Krapyak dan Klasis,” ujar Alif kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).
Berdasarkan keterangan awal dari masinis, korban terlihat melintasi rel sehingga tidak sempat menghindari laju kereta dan akhirnya tertemper.
“Dari keterangan masinis korban ini menyeberang. Terlihat melintas sehingga tertemper. Korban sudah diidentifikasi dan kami telah menghubungi pihak keluarga,” jelasnya.
Akibat benturan keras, korban mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuh. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
“Korban meninggal di tempat dengan kondisi patah kaki serta ada luka di bagian rahang. Ditemukan tas berisikan dompet dan KTP korban,” kata Alif.
Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Proses identifikasi korban dilakukan berdasarkan dokumen identitas yang ditemukan di lokasi.
Menurut Alif, jasad korban pertama kali diketahui oleh petugas perlintasan dan petugas keamanan setelah menerima informasi dari masinis KRL.
“Pertama itu ditemukan petugas palang kereta api dan satpam. Petugas mendapat laporan dari masinis,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Ia menegaskan seluruh awak maupun penumpang KRL dalam kondisi selamat dan perjalanan kereta dapat kembali dilanjutkan setelah proses penanganan di lokasi selesai.
“Penemper kemudian dievakuasi oleh Polsek Klaten dan PMI Klaten. Seluruh awak dan penumpang KRL dalam kondisi selamat dan aman melanjutkan perjalanan. KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas kejadian ini,” ujar Feni.
KAI kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel maupun melintasi rel melalui jalur yang tidak resmi. Jalur kereta api merupakan kawasan terbatas dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat hanya melintasi perlintasan sebidang resmi, tidak membuat perlintasan liar, serta selalu mematuhi rambu-rambu. Pengguna jalan wajib berhenti sejenak dan memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberangi rel,” tegasnya.
Seorang warga sekitar, Adi, mengatakan lokasi kejadian berada di sisi barat Stasiun Klaten, tepatnya di jalur rel yang berada di tepi jalan lingkar. Menurutnya, area tersebut sebenarnya tertutup dan berada di dekat permukiman warga.
“Lokasinya di barat stasiun. Rel itu sebenarnya tertutup, di bagian utara kampung,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap insiden tersebut, termasuk memeriksa keterangan saksi dan masinis KRL. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut serta diserahkan kepada pihak keluarga.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online



















