Deli Serdang, TRIBRATA TV
Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI) menjadi tempat digelarnya sebuah seminar kerohanian dengan mengangkat tema ‘Pemulihan Israel pada Akhir Zaman’ di Jalan Ujung Serdang, Dusun II, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (31/3/2025).
Seminar yang dimulai pukul 09.00 WIB itu bertujuan untuk memberikan pemahaman, edukasi serta wawasan kepada peserta terkait fakta-fakta dan perspektif mengenai Israel. Kegiatan dihadiri para pendeta, tokoh masyarakat, dan peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Panitia berharap dengan digelarnya kegiatan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas serta membangun kesadaran akan pentingnya toleransi, sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan dengan damai di tengah keberagaman.
Acara seminar diawali dengan ibadah dipimpin oleh Sarah Panjaitan dengan suasana sukacita. Para peserta tampak larut dalam pujian maupun penyembahan. Sementara, Firman Tuhan disampaikan oleh Bishop Pdt. Dikson Panjaitan mengutip Kolose 3:23 yang mengingatkan ‘Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia’.
Dalam renungannya Pdt. Dikson Panjaitan menekankan pentingnya melayani dengan motivasi yang benar dan ketulusan hati. Karena menurutnya hal itu akan menjaga integritas serta mengarahkan fokus pelayanan hanya kepada Tuhan bukan pada keterbatasan diri.
Pdt. Dikson menjelaskan kegiatan seminar tersebut murni untuk memberikan edukasi positif khususnya para pendeta dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara. Ia menegaskan pemahaman yang benar diharapkan dapat membangun sikap yang lebih bijaksana serta menumbuhkan semangat toleransi tinggi di tengah-tengah masyarakat.
Panitia seminar menghadirkan dua pembicara, Pdt. Dr. Jahja Iskandar, M.Th dari Yayasan Lentera Bangsa, dan Monique Rijkers selaku pendiri Hadassah of Indonesia. Kedua pembicara itu menyampaikan berbagai materi yang menyoroti aspek teologis, sejarah Israel, dan sejarah Yahudi hingga peristiwa Holocaust.
Pada sesi seminar, Monique Rijkers menyoroti pentingnya edukasi masyarakat Indonesia tentang Israel, sejarah Yahudi, serta Holocaust. Monique menegaskan bahwa pemahaman yang tepat dapat mencegah munculnya kebencian dan prasangka. Melalui organisasinya, Hadassah of Indonesia ia juga aktif mengkampanyekan perlawanan terhadap antisemitisme serta mendorong nilai-nilai toleransi.
Monique juga menjelaskan banyak orang kristen yang salah memahami tentang israel masa kini, bahkan ada yang mengatakan bahwa israel sekarang bukan lagi israel yang dulu dalam sejarah, ini sangat keliru.
Dia menegaskan walaupun israel sudah berukangkali dijajah oleh berbagai bangsa, namun Yahudi yang dikenal dulu dengan kerajaan Yehuda tidak pernah mereka secara utuh meninggalkan israel, mereka tetap ada disana walau mereka teraniaya.
”Mereka membuat Kibutz, mereka selalu ada disana, walau secara kerajaan atau bangsa mereka sudah terserak ke seluruh penjuru dunia dan kebayakan di benua Eropa, jadi mereka kembali ke tanah mereka sendiri, itulah tanah perjanjian atau tanah kanaan, termasuk Gaza yang sekarang,” ujar Monique Rijkers yang berlatar belakang jurnalis ini menjawab peserta yang bertanya.
Jumlah peserta yang hadir diperkirakan ada sekitar ±100 orang yang terdiri dari pendeta, pengurus gereja, dan jemaat dari berbagai wilayah. Peserta yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Medan, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Tanah Karo, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Binjai, Langkat, hingga Humbang Hasundutan. Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Pengamanan acara berlangsung ketat dengan kehadiran aparat kepolisian dari Polda Sumut, Polresta Deli Serdang, Polsek Tanjung Morawa. Selain itu, satuan tugas Horas Bangso Batak turut berjaga di area gereja. Acara ditutup dengan doa dipimpin langsung oleh Monique Rijkers sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan.
Turut hadir, Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul, Ketua MUKI Sumut Dedy Mauritz Simanjuntak, Ketua Provinsi PGPI-P Baginda Nainggolan, tokoh perempuan Sumut Murniati Tobing, dan Ketua Sinode GKP Pdt. E.J Hutahaean.
Selain itu, hadir pula sejumlah pimpinan sinode gereja lainnya, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Junita Rebekka Marbun.
Sementara itu, Dikutip dari wikipedia, Monique Rijkers adalah seorang wartawan, aktivis Yahudi pro Israel asal Indonesia berdarah Yahudi kelahiran Ujung Pandang, sekaligus pendiri organisasi nirlaba Hadassah of Indonesia, yayasan yang mengedukasi tentang keberagaman, khususnya terkait Yahudi dan Israel.
Ia bermarga Rondonuwu-Mandagie dan menetap di Jakarta. Ia juga diketahui bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Oktober 2017 dalam acara Christian Media Summit. Saat ini ia menjadi salah satu pengurus dari kanal YouTube FaktaIsrael. (red)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








