Sergai, TRIBRATA TV
PTPN IV Regional I melalui Kebun Gunung Para, Kebun Gunung Manako, dan Kebun Gunung Pamela melaksanakan kegiatan penyusunan Dokumen Penilaian Dampak Sosial atau Social Impact Assessment (SIA) Tahun 2026 di Aula Kebun Gunung Pamela, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan mengukur dampak program sosial perusahaan terhadap masyarakat, sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan untuk penyusunan dokumen penilaian dampak sosial yang lebih komprehensif.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri jajaran manajemen PTPN IV Regional I, unsur Forkopimcam dari tiga kecamatan, para camat, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan insan pers.
Acara dibuka oleh Kepala Bidang Operasional Kebun Gunung Pamela, Susilo, mewakili General Manager.
”Mewakili General Manager, acara SIA pada hari ini saya buka,” ucap Susilo mantap.
Penyusunan SIA dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang selama ini dijalankan perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan ingin mengetahui sejauh mana manfaat program sosial yang telah diberikan kepada masyarakat serta dampaknya terhadap hubungan antara perusahaan dan lingkungan sekitar.
Konsultan dari CV. Tiga Permata Berseri, Mena Uli Tarigan menjelaskan bahwa masukan dari para stakeholder menjadi komponen penting dalam penyusunan dokumen tersebut. Menurutnya, berbagai saran, pendapat, dan informasi yang disampaikan peserta akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi perusahaan.
”Di Kecamatan Sipispis terdapat 20 desa dan 8 desa di antaranya masuk dalam cakupan SIA kami. Jika dipersentasekan, sekitar 40 persen desa di Kecamatan Sipispis masuk dalam program SIA dari Kebun Gunung Pamela dan Gunung Manako,” jelas Uli.
Ia juga mengharapkan, seluruh peserta memberikan pandangan yang objektif demi meningkatkan hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.
”Begitu juga dari bapak-bapak Koramil dan Kapolsek, informasi apa yang bisa diberikan untuk memperbaiki hubungan yang lebih baik lagi, antara pihak kebun dengan masyarakat melalui program sosial seperti TJSL,” tambahnya.
Pada sesi diskusi, para stakeholder dibagi dalam kelompok forum yang dipandu tim konsultan. Masing-masing kelompok menyampaikan berbagai usulan dan masukan terkait kebutuhan masyarakat, efektivitas program sosial perusahaan, serta peluang peningkatan kerja sama antara perkebunan dan lingkungan sekitar.
Seluruh hasil diskusi kemudian dirangkum oleh tim konsultan untuk disusun menjadi Dokumen Penilaian Dampak Sosial Tahun 2026.
Dokumen itu selanjutnya akan diserahkan kepada manajemen PTPN IV Regional I, sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan dan pengembangan program sosial perusahaan ke depan.
Melalui penyusunan SIA ini, PTPN IV Regional I berharap, program-program sosial yang dijalankan dapat semakin tepat sasaran, memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, serta memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan seluruh stakeholder di wilayah operasional perkebunan. (Akim Sitanggang)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








