Dugaan Malapraktik di RSUD Prambanan, Polda DIY Periksa 5 Saksi Kasus Balita Meninggal

- Editorial Team

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, TRIBRATA TV

Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah meminta keterangan lima orang saksi dalam penyelidikan kasus dugaan malapraktik di RSUD Prambanan yang menyebabkan seorang balita berusia tiga tahun meninggal dunia. Hingga Jumat (5/6/2026), proses penyelidikan masih berlangsung dan penyidik berencana memanggil saksi tambahan.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena Sri Wahyuningsih mengatakan, lima saksi yang telah dimintai klarifikasi terdiri atas orang tua korban, perangkat desa, pihak posyandu, serta tenaga medis dari puskesmas yang mengetahui rangkaian peristiwa tersebut.

“Sejauh ini, Polda DIY sudah meminta klarifikasi terhadap lima orang, yaitu orang tua korban, perangkat desa, pihak posyandu, dan tenaga medis puskesmas,” kata Verena, Jumat (5/6/2026).

BACA JUGA  Bocah 5 Tahun Tewas Ditabrak KA Bandara YIA di Perlintasan Gamping Lor Sleman

Kasus ini bermula ketika balita tersebut meninggal dunia setelah menjalani prosedur pemeriksaan CT scan di RSUD Prambanan. Keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polda DIY karena menduga adanya kesalahan dalam penanganan medis.

Menurut Verena, penyidik masih mengumpulkan keterangan dan data pendukung guna mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian serta menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran dalam pelayanan medis yang diberikan kepada korban.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sleman belum mengambil langkah untuk menonaktifkan dokter maupun Direktur Utama RSUD Prambanan yang turut dilaporkan dalam perkara tersebut.

BACA JUGA  Relokasi SDN Nglarang Sleman Dipastikan, Pembangunan Dimulai April Pemkab Sleman Turut Bantu Anggaran

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman sekaligus Juru Bicara kasus RSUD Prambanan, Hendra Adi, menegaskan bahwa dokter yang dilaporkan masih menjalankan tugas pelayanan seperti biasa.

Pemkab Sleman, kata Hendra, masih menunggu hasil audit medis dan proses pemeriksaan yang sedang berlangsung sebelum menentukan langkah lebih lanjut. Pemerintah daerah juga belum menyimpulkan adanya pelanggaran prosedur medis karena seluruh proses investigasi masih berjalan.

Kasus dugaan malapraktik ini menjadi perhatian publik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat kini menunggu hasil penyelidikan kepolisian dan audit medis untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya balita tersebut serta memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam prosedur pelayanan kesehatan yang diberikan.(Dik.)

BACA JUGA  Harganas 2026 di Sleman, Menteri Wihaji Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Memenuhi Unsur, Oknum Pengacara Tersangka di Polda Sumut ‎
DPD GWI Sumut Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan
Tersangka Pengerusakan dan Pembakaran Dilimpahkan ke Kejari Simeulue
Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor
Polres Kampar Ungkap PETI di Gunung Sahilan: 2 Terduga Diamankan, 12 Rakit Dimusnahkan
Polres TTS Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Berat di Bena
Diduga Tambang Pasir Ilegal Masih Beroperasi di Sipoholon, Warga Minta Pemkab Tapanuli Utara Bertindak
Kuasa Hukum Bantah Bupati Gowa Tolak Berikan Keterangan di Sidang Pansus Angket

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 03:54 WIB

Memenuhi Unsur, Oknum Pengacara Tersangka di Polda Sumut ‎

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:12 WIB

DPD GWI Sumut Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:15 WIB

Tersangka Pengerusakan dan Pembakaran Dilimpahkan ke Kejari Simeulue

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:22 WIB

Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:29 WIB

Polres Kampar Ungkap PETI di Gunung Sahilan: 2 Terduga Diamankan, 12 Rakit Dimusnahkan

Berita Terbaru

Peristiwa

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Senin, 20 Jul 2026 - 14:37 WIB