Bogor, TRIBRATA TV
Pasca ditangkapnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan dua Wakil Kepala karena diduga melakukan korupsi berjamaah, kini berdampak luas terhadap pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Jabal Quran, Bogor mejadi sorotan publik. Kasusnya bukan karena korupsi, tetapi ada seorang supir Yayasan itu diduga tewas karena kelelahan saat menjalankan tugas di dapur MBG.
Meninggalnya supir dapur MBG milik Ketua Umum Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Munifah Syanwani, pada Jumat (5/6/2026) lalu, rupanya banyak teka teki dan penuh kontroversi.
Belakangan muncul tuduhan serius dari pemilik dapur MBG tersebut. Alih-alih mengevaluasi sistem kerja serta kesejahteraan pekerja, Munifah Syanwani justru menuding Ketua DPD LSM IMW Jawa Barat, Edwar sebagai penyebab kematian supir.
Memang tuduhan itu tidak disampaikan secara resmi dan terbuka, melainkan disebarkan melalui pesan percakapan WhatsApp, kemudian diteruskan orang dekat pemilik yayasan, Ardi. Pesan berisi pernyataan Ketua Umum PPUMI itu langsung disodorkan kepada LSM IMW. Ironisnya, pesan itu seolah-olah jadi fakta tak terbantahkan.
Menanggapi tuduhan tersebut, Edwar pun berang dan langsung bereaksi memberikan tanggapan tegas kepada awak media. Ia membenarkan bahwa dirinya dituduh melalui orang dekat dari Munifah.
“Saya memang dituduh melalui orang dekatnya, bahwa kematian supir dapur MBG milik Yayasan Jabal Quran itu karena saya. Dari mana asal penyebab itu? Dimana buktinya?” tegas Edwar berang menampik tuduhan tanpa dasar tersebut.
Kata Edwar, tuduhan itu adalah fitnah keji, Lanjutnya, jauh sebelum kasus kematian supir terjadi, dapur MBG Yayasan Jabal Quran sebenarnya memiliki catatan buruk dalam pendistribusian makanan. Ia membuka fakta memalukan tersebut karena selama ini ditutupi dari pengawasan publik.
“Sejak awal beroperasi, dapur tersebut sudah bermasalah. Bahkan, pernah ditemukan menyajikan buah pir yang sudah busuk untuk dibagikan,” kata Edwar menyoroti kualitas layanan yang dinilai jauh dari standar gizi dan kebersihan.
Dikonfirmasi, pemilik Yayasan Jabal Quran, Munifah Syanwani lebih memilih bungkam, dan menolak mengklarifikasi terkait tuduhan terhadap LSM IMW tersebut. Kelalaian yang menyebabkan kematian supir juga tidak ditanggapi oleh Munifah.
Dengan sikap diamnya itu muncul stikma negatif maupun anggapan buruk soal pengelolaan dapur MBG saat ini. Apakah sudah sesuai standar mutu atau prosedur dari Badan Gizi Nasional. Kini publik menanti transparansi pihak Yayasan Jabal Quran dalam mengelola dapur MBG. (Sy)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online







