Labusel, TRIBRATA TV
Kondisi Afdeling I Kebun Aek Torop kian memprihatinkan dan diduga kuat dibiarkan terbengkalai.
Berdasarkan hasil investigasi langsung di lapangan pada Rabu (4/3/2026) sekira pukul 14:00 WIB, terlihat jelas kondisi aset negara tersebut dalam keadaan yang sangat tidak terawat.
Pantauan di lokasi memperlihatkan areal kebun dipenuhi semak belukar yang tumbuh tinggi dan rapat, seolah tidak tersentuh perawatan dalam waktu lama. Pemandangan ini memunculkan kesan kuat bahwa sebagian blok kebun tidak dikelola secara rutin sesuai standar perkebunan yang berlaku.
Selain semak yang menutup gawangan dan piringan pohon, di sejumlah titik juga ditemukan pelepah sengkleh yang berserakan dan menggantung tidak beraturan di sekitar tanaman.
Situasi di Afdeling I ini mencerminkan belum optimalnya pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) perawatan tanaman.
Tanggapan Pihak Manajemen:
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada jajaran manajemen Kebun Aek Torop. Namun, hingga berita ini ditayangkan, Manajer Kebun, Hekianang Wigjiarto, belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan investigasi tersebut. Begitu pula dengan Asisten Personalia Kebun (APK), Dharmansyah, yang tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi.
Klarifikasi hanya datang dari Asisten Kepala (Askep) Afdeling I, Kahfi. Melalui pesan singkat, ia membantah adanya pembiaran dan menegaskan bahwa operasional di lapangan masih berlangsung.
”Untuk kegiatan perawatan terus berjalan. Ini kondisi lapangan sekarang. Pasti setiap kerjaan ada evaluasi yang kita lakukan untuk membuat kebun Aek Torop lebih baik,” ujar Kahfi memberikan pembelaan, Rabu (4/3/2026).
Tanggung Jawab Langsung Askep Dipertanyakan:
Pernyataan Kahfi yang mengklaim adanya perawatan rutin tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan fakta semak belukar yang ditemukan di lapangan.
Sebagai pihak yang bertanggung jawab secara teknis dan operasional di Afdeling I, kelalaian Kahfi dalam melakukan pengawasan langsung menjadi sorotan utama.
Jawaban diplomatis mengenai “evaluasi” dianggap hanya sekadar pembelaan diri di tengah kondisi aset negara yang nyata-nyata tidak terurus.
Publik mendesak General Manager 1GSL Labuhanbatu Selatan untuk mengevaluasi posisi Kahfi karena dinilai gagal menjaga produktivitas tanaman di wilayah kerjanya.
Abner Hasan Pasaribu, Wartawan TRIBRATA TV Labuhanbatu Selatan.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









