Meta Deskripsi:
Festival Gejog Lesung Klaten 2026 diikuti 27 kelompok seni yang memadukan alat musik tradisional dan modern. Ajang ini menjadi upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menarik minat generasi muda.
Festival Gejog Lesung Klaten Meriah, 27 Kelompok Unjuk Kreativitas Lestarikan Budaya
Klaten,TRIBRATA.TV – Sebanyak 27 kelompok seni dari berbagai kecamatan di Kabupaten Klaten memeriahkan Festival Gejog Lesung 2026 di Lapangan Barepan, Kecamatan Cawas, Sabtu (18/7/2026). Festival ini tidak hanya menampilkan kekayaan seni tradisional, tetapi juga menghadirkan inovasi melalui kolaborasi alat musik modern tanpa meninggalkan karakter khas gejog lesung.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-222 Kabupaten Klaten sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga difokuskan sebagai upaya memperkuat pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Para peserta menampilkan pertunjukan yang memadukan irama tabuhan alu dan lesung dengan lantunan tembang tradisional. Sejumlah kelompok bahkan menghadirkan sentuhan alat musik modern sehingga penampilan menjadi lebih dinamis dan mampu menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan.
Meski demikian, para peserta tetap mempertahankan unsur utama gejog lesung sebagai identitas kesenian yang lahir dari kehidupan masyarakat agraris. Lesung dan alu yang dahulu digunakan sebagai alat menumbuk padi kini berkembang menjadi instrumen musik yang menghasilkan harmoni ritmis khas.
Penyelenggara menegaskan festival ini tidak semata-mata mencari kelompok terbaik, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus mengenalkan gejog lesung kepada generasi muda.
“Festival ini menjadi momentum untuk melestarikan seni gejog lesung sebagai warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Kami juga ingin mendorong generasi muda agar ikut mencintai dan mengembangkan kesenian daerah,” ujar panitia penyelenggara.
Selain memperebutkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan, setiap kelompok diberikan kesempatan menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah komposisi musik. Inovasi yang ditampilkan dinilai menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai budaya.
Di sisi lain, perpaduan unsur modern dalam pertunjukan juga menjadi perhatian. Sebagian masyarakat menilai inovasi tersebut mampu memperluas daya tarik gejog lesung, terutama bagi kalangan muda. Namun, ada pula pandangan yang mengingatkan agar pengembangan tetap menjaga pakem dan karakter asli kesenian tradisional sehingga identitas budaya tidak luntur.
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Klaten berupaya menyeimbangkan pelestarian tradisi dengan ruang inovasi. Pendekatan tersebut diharapkan membuat gejog lesung tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
Festival Gejog Lesung 2026 pun menjadi bukti bahwa tradisi dan modernisasi dapat berjalan beriringan. Dengan melibatkan puluhan kelompok seni dari berbagai wilayah, ajang ini sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Klaten dalam menjaga eksistensi budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









