Isu Gaji Komisaris Utama Bank Maluku–Maluku Utara Dinilai di Luar Nalar, DPRD Maluku Diminta Bertindak

- Editorial Team

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ambon, TRIBRATA TV

Minggu 4 Januari 2026 — Isu besaran gaji Komisaris Utama (Komut) Bank Maluku–Maluku Utara kembali menjadi sorotan publik. Di tengah kondisi ekonomi Maluku yang sedang menghadapi tekanan akibat pemangkasan anggaran dan beratnya beban fiskal daerah, kabar mengenai nilai remunerasi Komut yang disebut-sebut “di luar nalar” dinilai sangat sensitif dan berpotensi menimbulkan kegelisahan masyarakat.

Beberapa waktu lalu, Bank Maluku–Maluku Utara telah melakukan restrukturisasi kepemimpinan dengan mengangkat Maichel Papilaya sebagai Komisaris Utama. Penunjukan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta menjawab tantangan ekonomi regional yang kian kompleks.

Namun demikian, harapan tersebut justru dibayangi oleh isu remunerasi pimpinan bank daerah yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi objektif masyarakat Maluku saat ini.

BACA JUGA  Danlanud Pattimura Hadiri Nobar Pagelaran Wayang Kulit HUT Ke-78

Pemerhati Kebijakan Publik, Wawan Tomson, menilai bahwa persoalan gaji Komisaris Utama tidak bisa dilepaskan dari prinsip keadilan sosial dan tanggung jawab moral BUMD terhadap masyarakat sebagai pemilik saham sesungguhnya.

“Bank Maluku–Maluku Utara adalah BUMD. Setiap rupiah yang dikelola di dalamnya bersumber dari kepercayaan publik dan daerah. Maka sangat tidak etis jika di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit, muncul isu gaji pejabat bank yang terkesan berlebihan dan tidak transparan,” tegas Wawan Tomson.

Menurutnya, DPRD Provinsi Maluku memiliki kewajiban konstitusional untuk melakukan fungsi pengawasan secara serius. Ia meminta DPRD segera memanggil Gubernur Maluku sebagai pemegang saham utama, guna meminta penjelasan terbuka terkait kebijakan remunerasi Komisaris Utama Bank Maluku–Maluku Utara.

BACA JUGA  DPD PKS Kota Ambon Gelar Rakerda, Perkuat Arah Pelayanan dan Konsolidasi Organisasi

“DPRD tidak boleh diam. Ini menyangkut keuangan daerah dan rasa keadilan publik. Perlu evaluasi menyeluruh, apakah penetapan gaji tersebut sudah sesuai dengan kinerja bank, kondisi fiskal daerah, dan kemampuan ekonomi masyarakat Maluku,” lanjutnya.

Wawan juga menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan BUMD, terlebih Bank Maluku–Maluku Utara memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung sektor UMKM.

“Jika BUMD tidak sensitif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakatnya, maka kepercayaan publik akan runtuh. Ini bukan soal personal, tetapi soal tata kelola dan tanggung jawab kepada rakyat Maluku,” pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari manajemen Bank Maluku–Maluku Utara maupun Pemerintah Provinsi Maluku terkait besaran gaji Komisaris Utama yang dipersoalkan publik. Masyarakat kini menanti langkah tegas DPRD Maluku untuk memastikan pengelolaan BUMD tetap berada pada koridor kepentingan daerah dan rakyat. (M. Marasabessy)

BACA JUGA  8 CPNS Lapas Namlea Resmi Sandang Status PNS

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Kades Jamilu Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan KDMP
Warga Minta Polres Buru Tangkap Pelaku Pengolahan Emas Gunakan Markuri di Pemukiman Penduduk
Putusan KIP Diabaikan, Kuasa Hukum Risman Anwar Tanjung Surati DPR RI
Masyarakat Buru Sayangkan Anggota DPRD dan Pemprov Maluku Tutup Mata Atas Kerusakan Sejumlah Jalan
Pemkab Buru Gelar Rapat Persiapan Operasional IPR Tambang Gunung Botak
Ahli Waris Tutup Pantai Hunimua, Desak Pemprov Maluku Segera Bayar Ganti Rugi Lahan Tahap II
Ketua DPW IKAPPI Maluku Minta Pimpinan TNI Tindak Oknum Provost yang Diduga Maki dan Tuduh Pengurus IKAPPI di Pasar Mardika
Pemkot Ambon Diminta Perhatikan Korban Kebakaran di Lorong Putri Batumerah

Berita Lainnya

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:44 WIB

Kades Jamilu Bantah Tuduhan Penyerobotan Lahan KDMP

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:41 WIB

Warga Minta Polres Buru Tangkap Pelaku Pengolahan Emas Gunakan Markuri di Pemukiman Penduduk

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:22 WIB

Putusan KIP Diabaikan, Kuasa Hukum Risman Anwar Tanjung Surati DPR RI

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:43 WIB

Masyarakat Buru Sayangkan Anggota DPRD dan Pemprov Maluku Tutup Mata Atas Kerusakan Sejumlah Jalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:12 WIB

Pemkab Buru Gelar Rapat Persiapan Operasional IPR Tambang Gunung Botak

Berita Terbaru

Peristiwa

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Minggu, 19 Jul 2026 - 10:23 WIB

Sumatera Utara

Yusnar Albanjari Jabat Sekretaris JMSI Sergai–Tebing Tinggi

Minggu, 19 Jul 2026 - 08:18 WIB