Sitaro, TRIBRATA TV
Musyawarah Cabang (Muscab) Akuatik Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Tahun 2025 berlangsung penuh semangat di Little Mart, Lantai 2, Kelurahan Tatahadeng, Kecamatan Siau Timur, Selasa (23/9/2025) pukul 08.30 WITA.
Acara ini diawali dengan sambutan Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Budiarto Utomo Mukau, SE. Kehadiran sambutan tersebut menegaskan pentingnya olahraga akuatik sebagai salah satu cabang yang memiliki potensi besar di daerah kepulauan.

“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari ini kita bersama-sama menghadiri Musyawarah Cabang Akuatik dengan penuh semangat. Musyawarah ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga akuatik di Kabupaten Kepulauan Sitaro,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Budiarto.
Bupati Chyntia dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada Caretaker Akuatik Indonesia Sitaro, pengurus provinsi, hingga semua pihak yang berperan sehingga Muscab bisa terlaksana dengan baik. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu berkomitmen mendukung pengembangan olahraga, khususnya akuatik.

“Namun, keberhasilan olahraga tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Sinergi dengan masyarakat, lembaga pendidikan, serta para pelatih dan pencinta olahraga akuatik adalah kunci menuju prestasi,” ujar Bupati.
Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh olahraga dan masyarakat, di antaranya Hendriek J. Andries, A.Md (Kabid Humas Akuatik Indonesia Sulut), Richard Kundiman, SE (Caretaker Akuatik Indonesia Sitaro sekaligus Wakil Sekretaris KONI Sulut), hingga mantan Wakil Bupati Sitaro Drs. Piet Hein Kuera.
Selain itu, tampak pula Calon Ketua Umum Akuatik Sitaro Oldin Kalangit, Erasmus Kalangit selaku Humas Sentra Penyedia Pangan Gratis (SPPG MBG), Camat Tagulandang Selatan Heron H. Manahampi, SE, serta Coach Akuatik Sulut Harry Kakungsi.

Para pelopor olahraga akuatik Kabupaten Sitaro seperti Tomy Adam juga hadir, menambah semarak forum musyawarah yang berlangsung demokratis tersebut. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa olahraga air bukan hal asing bagi masyarakat Sitaro.
Setelah sambutan, jalannya musyawarah langsung dipimpin oleh Ketua Caretaker, Richard Kundiman. Tata tertib dibacakan, forum berjalan tertib, dan akhirnya mengerucut pada satu nama calon tunggal.

Nama itu adalah Oldin Kalangit, seorang pengusaha sukses yang dikenal luas melalui bisnis perhotelan, supermarket Little Mart & Little House, resort, hingga usaha pembelian pala. Ia pun terpilih secara aklamasi oleh forum.
Keputusan ini disambut hangat oleh seluruh peserta, karena figur Oldin dinilai memiliki kapasitas manajerial sekaligus jaringan luas yang bisa membawa cabang olahraga akuatik ke level lebih tinggi.
Sebagai penutup, mantan Wakil Bupati Drs. Piet Hein Kuera yang juga ditunjuk sebagai Penasehat dan Pelindung organisasi, memberikan arahan. Ia menegaskan bahwa akuatik bukan cabang baru di Sitaro, melainkan warisan sejarah yang sudah lama dikenal.

“Sitaro punya jejak kuat dalam olahraga ini. Dulu kita pernah punya kolam renang Suembak, yang menjadi kebanggaan saat Pulau Siau menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Sulawesi Utara–Tengah tahun 1963,” ujar Piet Hein.
Kolam renang Suembak sendiri berasal dari istilah Belanda “Zwembad” yang berarti kolam renang. Fasilitas itu dahulu berstandar nasional, sesuatu yang jarang ada di pulau kecil pada masanya.
Kini, kolam renang tersebut tinggal puing-puing. Piet Hein berharap pemerintah dapat menginisiasi renovasi, agar fasilitas olahraga kebanggaan itu bisa kembali hidup dan menjadi pusat pembinaan atlet akuatik.
Menurutnya, kebangkitan olahraga akuatik di Sitaro harus dimulai dari infrastruktur. “Kita butuh sarana. Jangan biarkan kejayaan masa lalu hanya tinggal cerita,” tegasnya.
Sementara itu, Erasmus Kalangit selaku Humas SPPG MBG yang juga penasehat organisasi, turut memberi motivasi. Ia mengajak semua pihak tidak hanya berhenti pada musyawarah, tetapi bergerak bersama membangun sistem pembinaan atlet sejak dini.
“Anak-anak kita punya potensi luar biasa. Mereka butuh ruang, pelatihan, dan dukungan agar bisa berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ucap Erasmus.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat luas, karena olahraga akuatik adalah identitas daerah kepulauan. “Kita hidup di laut, masa depan olahraga kita juga harus tumbuh dari laut,” tambahnya.
Musyawarah kali ini menjadi catatan penting dalam sejarah olahraga Sitaro. Dari sambutan pemerintah, lahirnya kepengurusan baru, hingga refleksi sejarah Suembak, semuanya berpadu menjadi harapan baru bagi generasi muda.
Dengan demikian, Muscab Akuatik Sitaro 2025 bukan hanya peristiwa organisasi, melainkan tonggak awal untuk membangun kembali kejayaan olahraga air di bumi Karangetang dan Ruang.
“Salam olahraga, Malusemahe,” tutup Bupati Chyntia dalam sambutannya yang kini menggema di hati seluruh pencinta olahraga akuatik Sitaro. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









