Sitaro, TRIBRATA TV
Suasana duka menyelimuti Rumah Jabatan Ketua DPRD di Bebali, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Jumat malam, 9 Mei 2026. Di tempat yang selama ini menjadi pusat pertemuan dan pelayanan masyarakat itu, puji-pujian dinaikkan mengiringi persemayaman terakhir almarhum Ketua DPRD Sitaro, Djon Ponto Janis.
Lantunan lagu rohani dipersembahkan oleh seluruh staf dan pegawai administrasi dewan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris DPRD, Rolly Korengkeng. Suara pujian yang mengalun perlahan membuat suasana rumah jabatan berubah penuh haru.

Isak tangis keluarga, kerabat, hingga para pegawai tak mampu dibendung ketika syair demi syair dinyanyikan. Banyak yang terlihat menundukkan kepala sambil menyeka air mata, mengenang sosok pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat itu.
Dalam suasana penuh duka, Sekwan Rolly Korengkeng menyampaikan bahwa rumah dinas tersebut bukan sekadar tempat tinggal seorang pejabat. Baginya, rumah itu menyimpan begitu banyak sejarah perjuangan dan kebersamaan.
“Rumah jabatan ini menjadi tempat pertemuan, koordinasi kerja, bahkan tempat masyarakat datang menyampaikan berbagai persoalan,” ujar Korengkeng dengan suara bergetar.
Ia mengatakan, hampir setiap hari rumah dinas itu terbuka bagi siapa saja. Tidak ada batasan bagi masyarakat yang ingin bertemu ataupun menyampaikan aspirasi kepada almarhum Ketua DPRD.

“Di rumah ini semua unsur masyarakat datang tanpa rasa takut atau sungkan. Ketua Dewan menerima siapa saja dengan hati terbuka,” katanya.
Menurut Korengkeng, almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras yang selalu bergerak cepat membantu masyarakat. Setiap persoalan yang disampaikan kepadanya selalu direspons tanpa menunggu waktu lama.
“Saya tahu beliau adalah orang hebat dan baik hati. Semua bentuk perjuangan untuk masyarakat selalu dieksekusi dengan cepat,” ungkapnya.
Ucapan tersebut sontak membuat suasana semakin emosional. Beberapa pegawai dewan bahkan terlihat tak kuasa menahan tangisan saat mengenang kebersamaan mereka bersama almarhum selama bertahun-tahun.
Di tengah puji-pujian yang terus
berkumandang, keluarga almarhum tampak saling menguatkan. Sejumlah pelayat datang silih berganti memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dianggap sebagai pemimpin sederhana dan merakyat.
Rumah jabatan yang biasanya ramai dengan agenda pemerintahan malam itu berubah menjadi tempat doa dan air mata. Kursi-kursi yang dahulu dipakai berdiskusi kini dipenuhi pelayat yang larut dalam kesedihan.
Banyak masyarakat yang hadir mengaku kehilangan figur pemimpin yang mudah ditemui dan tidak pernah membedakan latar belakang masyarakat. Mereka mengenang almarhum sebagai pribadi yang rendah hati.
Momen puji-pujian tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam prosesi persemayaman. Lagu-lagu rohani yang dibawakan dengan penuh penghayatan membuat suasana semakin hening dan penuh kepedihan.
Bagi staf administrasi dewan, malam itu bukan hanya tentang melepas seorang pimpinan, tetapi juga kehilangan sosok yang selama ini dianggap sebagai orang tua dan sahabat dalam pekerjaan.
Tangisan yang pecah di Rumah Jabatan Bebali menjadi bukti betapa besar cinta dan penghormatan masyarakat kepada almarhum Djon Ponto Janis. Kenangan tentang kebaikan dan perjuangannya dipastikan akan terus hidup di hati masyarakat Sitaro. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online




















