Berkas Belum Rampung, Pengamat Hukum: 4 Tersangka BTN Medan Kebal Hukum?

- Editorial Team

Jumat, 23 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

Kasus dugaan korupsi di Bank BTN Cabang Medan senilai Rp39,5 miliar terus diusut. Sebelumnya, penyidik Kejati Sumut telah menetapkan 7 orang tersangka, 3 diantaranya saat ini sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Medan.

Sementara 4 tersangka lainnya masih tahap kelengkapan berkas penuntutan, perkaranya belum dilimpahkan ke pengadilan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Yos Arnold Tarigan ketika dikonfirmasi menyebut, hingga saat ini berkas keempat tersangka berjalan tahap penelitian. 

“Telah diserahkan berkas dari tim penyidikan ke penuntutan untuk dilakukan penelitian berkas 4 tersangka tersebut,” ucap Yos, Kamis (22/9/2022).

Saat ditanya terkait lamanya proses penelitian berkas keempat tersangka sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 18 November 2021 silam, Yos mengakui itu adalah bagian dari teknik jaksa untuk memaksimalkan pembuktian.

“Prinsipnya semuanya harus matang artinya komperhensif walaupun dikehendaki untuk prinsip se-efesien mungkin,” urainya.

Diketahui, keempat tersangka itu adalah dari pihak Bank (BTN) yaitu FS selaku Pimcab BTN (tahun 2013-2016), AF selaku Wakil Pimcab Komersial (tahun 2012-2014), RDPA selaku Head Commercial Lending Unit Komersial (tahun 2013-2016) dan AN selaku Analis Komersial (tahun 2012-2015). 

BACA JUGA  Tipidkor Poldasu Kembali Geledah Kantor BPKD Kota Siantar

Tiga pelaku lainnya yang saat ini sedang menjalani persidangan adalah M, Direktur PT ACR, oknum Notaris berinisial El dan Direktur PT Kaya CS.

Dalam kasus ini, BTN menyalurkan Kredit Modal Kerja (KMK) Konstruksi Kredit Yasa Griya (KYG) kepada PT Kaya selaku debitur tahun 2014 untuk pembangunan perumahan Takapuna Residence sebanyak 151 unit. 

Dalam pemberian dan pelaksanaan fasilitas kredit itu diduga ada perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kredit PT Kaya sebesar Rp39,5 miliar macet dan berdampak pada kerugian keuangan negara.

Atas kerugian itu, tersangka diduga melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

BACA JUGA  Diduga Tilap Rp1,4 M, Kades Awilinan Ditahan Polres Buru

Sementara itu, menyikapi penanganan perkara keempat tersangka yang hingga kini berkasnya berjalan tahap penelitian, pengamat hukum Kota Medan Ridho Pandiangan meminta agar penyidik segera merampungkan berkas tersebut sehingga dilimpahkan ke pengadilan demi kepastian hukum.

“Berkas tersebut harus segera dirampungkan. Jangan dilama-lamakan sehingga menimbulkan kecurigaan ditengah masyarakat. Sebab setahu saya, keempat orang ini duluan yang ditetapkan sebagai tersangka dibandingkan ketiga lain sudah disidangkan. Tetapi malah keempat ini yang paling lama berkasnya rampung,” ucap Ridho yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Peradi Medan itu.

Menurutnya, mekanisme pemeriksaan berkas perkara dan penelitian (Tahap I) ada jangka waktunya diatur KUHAP yakni pada pasal 110 KUHAP.

“Masa penelitian itu ada tenggang waktunya. Apabila tenggang waktu yang diatur di KUHAP sudah habis, maka seharusnya segera dilakukan serah terima tersangka dan barang bukti untuk segera dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Ridho.

BACA JUGA  Usaha Pengembangbiakan Lembu BUMDes Anugrah Tak Jelas, dari 25 Ekor Tinggal 2 Ekor

Ia mengimbau agar penanganan perkara semua tersangka harus adil dan jangan ada kesannya seperti kebal hukum.

Apalagi menurutnya, seharusnya keempat tersangka ini harusnya lebih dulu disidangkan, karena mereka yang berhubungan langsung dengan pihak debitur yakni Direktur PT Kaya CS.

“Persamaan hak dimata hukum harus dilakukan. Jangan kesannya nanti seolah-olah keempat tersangka ini seperti kebal hukum karena berkasnya tak kunjung rampung ,” tegas Ridho. (budi)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Pelaku Pembacokan Karyawan Koperasi di Klaten Menyerahkan Diri, Polisi Sita Pedang 70 Cm
Kejari Lhokseumawe Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi APBG Gampong Alue Lim
Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika Senilai Rp7,9 Miliar
Rekonstruksi Pengeroyokan Maut di Tempuran Ungkap Kronologi Tragis Kasus Pengeroyokan
Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan
‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk
Memenuhi Unsur, Oknum Pengacara Tersangka di Polda Sumut ‎
DPD GWI Sumut Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan

Berita Lainnya

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:07 WIB

Pelaku Pembacokan Karyawan Koperasi di Klaten Menyerahkan Diri, Polisi Sita Pedang 70 Cm

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:19 WIB

Kejari Lhokseumawe Tetapkan 3 Tersangka Dugaan Korupsi APBG Gampong Alue Lim

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:58 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkotika Senilai Rp7,9 Miliar

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:03 WIB

Rekonstruksi Pengeroyokan Maut di Tempuran Ungkap Kronologi Tragis Kasus Pengeroyokan

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:37 WIB

Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan

Berita Terbaru