Dulu Viral, Kini Sepi: Harapan Warga Menyala di Kelok Mertan Menjelang Lebaran

- Editorial Team

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kulon Progo, TRIBRATA TV

Suasana sore di Kelok Mertan, Padukuhan Mertan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, tak lagi seramai dua tahun lalu. Bangku-bangku yang dulu dipenuhi pengunjung kini terlihat lengang, menyisakan harapan warga agar destinasi ini kembali hidup, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

Kelok Mertan sempat menjadi primadona wisata lokal pada 2024. Daya tarik utamanya sederhana namun unik: kelokan rel kereta api dengan pemandangan terbuka, tempat pengunjung bisa menyaksikan kereta melintas sambil bersantai atau berburu foto. Momen itu menjadikannya viral di media sosial, bahkan menarik wisatawan mancanegara.

BACA JUGA  Curanmor di Wates Terungkap dalam 3 Jam, Polres Kulonprogo Tangkap Pelaku di Bantul

Satria Jatu, salah satu warga yang aktif mempromosikan Kelok Mertan, mengenang masa kejayaannya. “Dulu bisa ratusan orang per hari yang datang. Banyak juga yang dari luar daerah, bahkan luar negeri,” ujarnya.

Namun, seiring waktu, popularitas tersebut perlahan meredup. Pada 2025, Kelok Mertan masih sempat ramai, terutama saat bulan Ramadan. Banyak warga datang untuk ngabuburit, menikmati senja sambil menunggu waktu berbuka. Kini, jumlah pengunjung mulai menurun signifikan.

Meski demikian, optimisme warga tidak surut. Mereka berharap momentum mudik Lebaran dapat menghidupkan kembali Kelok Mertan sebagai destinasi singgah bagi para perantau yang pulang kampung.

BACA JUGA  Mayat Tinggal Tulang Belulang Ditemukan di Stasiun KA Kisaran

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung. Warga setempat secara swadaya menyediakan fasilitas seperti bangku, gazebo, toilet, hingga area parkir gratis. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekaligus mendukung perputaran ekonomi warung-warung kecil di sekitar lokasi.

“Harapannya bisa ramai lagi, apalagi kalau Lebaran biasanya banyak yang lewat sini,” kata Satria.

Bagi warga Mertan, Kelok Mertan bukan sekadar tempat wisata. Ia adalah ruang bersama yang pernah menghadirkan geliat ekonomi dan kebanggaan desa. Kini, di tengah suasana yang lebih sepi, harapan itu tetap dijaga menunggu momen untuk kembali bersinar.(Didik)

BACA JUGA  Video: Bantah Memeras, Robert Pakpahan: Ini Masalah Tanah Kami yang Diserobot

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Wates Karangwuni, Usai Dugaan Insiden Program Makan Bergizi Gratis
Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Berhadiah Jutaan Rupiah Dimulai
115 Siswa SMPN 3 Wates Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, 27 Dirawat di Puskesmas
Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Tertinggi di DIY, Sudah Lindungi 195 Ribu Pekerja
Ribuan Warga DIY Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di JEC, Danrem 072/Pamungkas: Mari Jaga Persatuan
Hadiri Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi, Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Sinergi Pembangunan
Gunung Merapi Hari Ini: Status Siaga, Lava Gugur Meluncur hingga 1,9 Kilometer
Korem 072/Pamungkas dan KADIN DIY Sukses Gelar Nobar Piala Dunia 2026, UMKM Ikut Bergeliat

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:56 WIB

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Wates Karangwuni, Usai Dugaan Insiden Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:57 WIB

Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Berhadiah Jutaan Rupiah Dimulai

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:49 WIB

115 Siswa SMPN 3 Wates Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, 27 Dirawat di Puskesmas

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Tertinggi di DIY, Sudah Lindungi 195 Ribu Pekerja

Senin, 20 Juli 2026 - 11:10 WIB

Ribuan Warga DIY Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di JEC, Danrem 072/Pamungkas: Mari Jaga Persatuan

Berita Terbaru