Yogyakarta,TRIBRATA.TV – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kulon Progo Wates Karangwuni setelah muncul dugaan kejadian menonjol yang melibatkan sejumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut diambil sebagai tindakan preventif sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman, Harsono Budi Waluyo, mengatakan penghentian sementara operasional merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan pangan sekaligus memberikan ruang bagi proses investigasi yang menyeluruh.
“Kami menyampaikan keprihatinan atas adanya dugaan kejadian tersebut. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat merupakan prioritas utama Badan Gizi Nasional. Oleh karena itu, operasional SPPG dihentikan sementara sebagai langkah preventif sambil menunggu hasil investigasi,” kata Harsono dalam keterangan pers di Yogyakarta, Selasa (21/7/2026).
Harsono menjelaskan, BGN bersama KPPG Sleman langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, Balai POM, pemerintah daerah, dan sejumlah pihak terkait untuk menangani kejadian tersebut sekaligus menelusuri penyebabnya.
Menurut dia, tim saat ini melakukan serangkaian langkah investigasi, mulai dari menghentikan sementara operasional SPPG yang bersangkutan, memberikan pendampingan kepada penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan, hingga mengambil sampel makanan, bahan baku, air, dan sampel pendukung lainnya untuk diuji di laboratorium yang berwenang.
Selain itu, petugas juga memeriksa proses pengolahan, penyimpanan, distribusi makanan, penerapan higiene dan sanitasi, serta kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar evaluasi sebelum operasional SPPG dapat kembali dijalankan.
Berdasarkan data yang diterima KPPG Sleman hingga siang hari pada 21 Juli 2026, sebanyak 27 peserta didik dilaporkan mengalami gejala. Harsono menyebut seluruh siswa tersebut telah berada dalam kondisi baik.
Meski demikian, Harsono menegaskan penyebab kejadian hingga kini masih dalam proses investigasi. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan resmi diterbitkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi. Badan Gizi Nasional berkomitmen menyampaikan perkembangan secara transparan dan akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun prosedur operasional,” ujarnya.
Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, bahan baku, air, maupun pemeriksaan lainnya masih belum diumumkan. Dengan demikian, penyebab dugaan kejadian tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil investigasi dari instansi yang berwenang.
KPPG Sleman menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut bersama seluruh instansi terkait. Sebagai instansi vertikal Badan Gizi Nasional yang membawahi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan, KPPG Sleman memastikan setiap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis memenuhi standar keamanan pangan, mutu gizi, higiene, dan sanitasi demi menjaga keselamatan seluruh penerima manfaat.
Perkembangan hasil investigasi akan disampaikan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan dan pengujian laboratorium selesai dilakukan.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









