Kulon Progo, TRIBRATA TV
Sebanyak 115 siswa SMPN 3 Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami gejala yang diduga sebagai keracunan makanan setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/7/2026). Dari jumlah tersebut, 27 siswa harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Wates.
Peristiwa tersebut memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, hingga diare secara bersamaan. Antrean di kamar mandi sekolah pun memanjang karena banyak siswa mengalami gangguan pencernaan dalam waktu yang hampir bersamaan. Bahkan, persediaan air di toren sekolah dilaporkan sempat habis akibat tingginya penggunaan.
Pihak sekolah segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setelah jumlah siswa yang mengalami keluhan terus bertambah. Petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.
Hingga berita ini ditulis, sebanyak 115 siswa tercatat mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan pada program MBG. Sementara itu, 27 siswa dirujuk ke Puskesmas Wates untuk mendapatkan observasi dan perawatan medis.
Insiden tersebut menjadi perhatian karena merupakan kejadian kedua yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SMPN 3 Wates.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan maupun bahan pendukung lainnya. Aparat terkait bersama dinas kesehatan masih melakukan penelusuran guna memastikan sumber penyebab kejadian tersebut.
Pihak sekolah menyatakan telah mengambil langkah cepat dengan mendata seluruh siswa yang mengalami keluhan, memberikan pertolongan awal, serta berkoordinasi dengan orang tua siswa agar proses penanganan dapat berjalan optimal.
Di sisi lain, petugas kesehatan mengimbau para siswa yang masih mengalami mual, muntah, diare, atau gejala lain agar segera mendapatkan pemeriksaan medis. Pemantauan terhadap kondisi para siswa juga terus dilakukan untuk memastikan tidak ada gejala yang berkembang menjadi lebih serius.
Sementara itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah gejala yang dialami para siswa benar disebabkan oleh makanan Program Makan Bergizi Gratis atau dipengaruhi faktor lain.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik. Oleh karena itu, berbagai pihak menunggu hasil investigasi resmi agar penyebab kejadian dapat dipastikan secara ilmiah sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mencegah insiden serupa terulang.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









