Bantul,TRIBRATA.TV – SMA Negeri 2 Bantul (SMADABA) angkat bicara terkait dugaan perundungan yang disebut dilakukan oleh seorang pengajar terhadap alumni sekolah tersebut. Dugaan itu mencuat setelah sebuah unggahan di media sosial Threads menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir.
Pihak sekolah menyatakan masih melakukan penelusuran dan pendalaman terhadap informasi yang beredar karena identitas pemilik akun yang mengunggah cerita tersebut belum dapat dipastikan. Selain itu, hingga saat ini sekolah mengaku belum menerima laporan resmi dari alumni maupun siswa aktif terkait dugaan perundungan yang dimaksud.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Bantul, Suwondo, mengatakan sekolah membuka ruang bagi pihak yang merasa menjadi korban untuk menyampaikan laporan secara langsung agar informasi yang beredar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami masih mendalami informasi yang beredar. Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke sekolah, baik dari alumni maupun siswa aktif. Jika memang ada pihak yang merasa menjadi korban, kami persilakan datang dan menyampaikan laporan agar dapat kami tindak lanjuti,” ujar Suwondo.
Menurut dia, sekolah berkomitmen menangani setiap aduan yang masuk secara objektif dan profesional. Jika laporan resmi diterima, sekolah akan melakukan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait dan menempuh mekanisme mediasi maupun langkah lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) SMAN 2 Bantul, Husna Nisrina, menegaskan bahwa pihak sekolah masih melakukan tabayun atau penelusuran terhadap informasi yang viral di media sosial tersebut.
Ia menyebut sekolah tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memperoleh fakta dan keterangan yang lengkap dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan dalam proses penanganan kasus tersebut.
“Kami masih melakukan tabayun terhadap informasi yang beredar. Sekolah mengedepankan asas praduga tak bersalah dan berupaya mengumpulkan informasi yang valid sebelum menentukan langkah selanjutnya,” kata Husna.Jumat (19/6/2026).
Husna menambahkan, pihak sekolah akan terus memantau perkembangan informasi yang beredar di media sosial serta membuka komunikasi dengan alumni maupun siswa apabila terdapat laporan atau keterangan tambahan yang dapat membantu proses klarifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi yang diterima sekolah terkait dugaan perundungan tersebut. Identitas pengunggah maupun pihak yang disebut dalam unggahan viral itu juga masih belum terverifikasi.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









