Yogyakarta,TRIBRATA.TV — Gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik di kawasan pusat Kota Yogyakarta tidak menyurutkan aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan Sumbu Filosofi Malioboro. Di tengah dinamika penyampaian aspirasi yang berlangsung, suasana humanis justru terlihat di depan Pasar Beringharjo, ketika para pengunjung menikmati pertunjukan seniman jalanan dengan santai.
Sejak siang hingga sore hari, kawasan Malioboro tetap dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara yang berjalan kaki menyusuri jalur pedestrian. Sebagian memilih beristirahat di bangku-bangku yang tersedia, sementara lainnya tampak berkumpul menyaksikan penampilan musik dan seni jalanan yang digelar di depan Pasar Beringharjo.
Alunan musik akustik, pertunjukan vokal, hingga atraksi seni tradisional menjadi hiburan tersendiri bagi para pengunjung. Beberapa wisatawan terlihat mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sedangkan anak-anak tampak antusias mengikuti irama musik yang dimainkan para seniman.
Meski di sejumlah ruas jalan sekitar berlangsung aksi unjuk rasa yang menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat, situasi di kawasan wisata utama Yogyakarta tersebut tetap berjalan kondusif. Aktivitas ekonomi pedagang, pelaku usaha kecil, dan jasa wisata juga terus berlangsung sebagaimana biasanya.
Salah seorang wisatawan asal Surabaya mengaku tetap merasa nyaman menikmati suasana Malioboro. Menurutnya, keberadaan seniman jalanan justru memberikan pengalaman berbeda di tengah situasi yang sedang berlangsung.Jumat (19/6/2026).
“Suasananya tetap hidup. Kami bisa menikmati pertunjukan musik sambil berjalan-jalan. Aksi penyampaian pendapat berlangsung, tetapi aktivitas wisata juga tetap berjalan,” ujarnya.
Di sisi lain, para seniman jalanan memanfaatkan keramaian pengunjung untuk menampilkan karya mereka. Kehadiran mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah Malioboro yang selama ini dikenal sebagai ruang publik yang mempertemukan beragam ekspresi budaya, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Kawasan Sumbu Filosofi yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga Keraton Yogyakarta kembali menunjukkan karakter khasnya sebagai ruang bersama. Di satu sisi menjadi tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, sementara di sisi lain tetap menjadi destinasi yang menghadirkan kehangatan dan keramahan bagi para pengunjung.
Hingga menjelang malam, arus wisatawan di Malioboro masih terlihat ramai. Gemerlap lampu kawasan, aktivitas pedagang, serta pentas para seniman jalanan di depan Pasar Beringharjo menjadi gambaran bahwa denyut kehidupan Malioboro tetap berjalan di tengah berbagai dinamika yang terjadi di ruang publik Yogyakarta.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









