Yogyakarta,TRIBRATA.TV — Sekitar 250 massa yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (19/6/2026) siang. Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tuntutan perbaikan tata kelola agar lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Aksi berlangsung mulai pukul 15.40 WIB hingga 16.15 WIB. Massa menyampaikan sejumlah pernyataan sikap yang menekankan pentingnya program pemenuhan gizi nasional tersebut bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Salah satu peserta aksi yang membacakan pernyataan sikap menyebutkan bahwa Program MBG perlu terus dilanjutkan dengan komitmen perbaikan dalam pelaksanaannya.
“Mendukung keberlanjutan dan perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan. Program ini penting untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar perwakilan massa saat membacakan pernyataan sikap.
Selain menyuarakan dukungan terhadap program MBG, massa juga menegaskan pentingnya upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan secara konsisten dan tanpa pandang bulu. Menurut mereka, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Relawan Peduli Bangsa DIY turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog sipil dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan. Massa menilai perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
Koordinator lapangan aksi, Raihan Evan, mengatakan peserta aksi berasal dari berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DIY. Ia menyebut keberlanjutan Program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pekerjaan ribuan relawan yang terlibat dalam program tersebut.
Menurut Evan, terdapat sekitar 16 ribu relawan di wilayah DIY yang telah bersiap bekerja mendukung pelaksanaan Program MBG.
“Di Jogja sendiri ada 16.000 relawan yang siap bekerja untuk MBG. Dari relawan ini mendapatkan gaji dari MBG, dan itu menghidupi banyak keluarga,” kata Evan kepada awak media
Ia menilai penghentian program tersebut berpotensi berdampak pada nasib para relawan dan keluarga mereka yang menggantungkan penghasilan dari keterlibatan dalam program MBG.
Aksi berlangsung tertib di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah menyampaikan aspirasi dan membacakan pernyataan sikap, massa membubarkan diri sekitar pukul 16.15 WIB.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









