Samosir, TRIBRATA TV
Drs.Rapidin Simbolon, M.M anggota DPR RI Komisi XIII bersama BPIP melaksanakan Penguatan Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Grand Dainang Jalan Aek Rangat Pangururan, Kelurahan Siogungogung, Samosir pada Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Galung Ibrahim (Analisis Kebijakan Ahli Madya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Oloan Simbolon (Tokoh Masyarakat) dan seluruh Kepala Desa (APDESI) se- Kabupaten Samosir.
Galum Ibrahim Analisis dalam sambutannya mengatakan, sebagai pelaksana BPIP baru pertama sekali ia datang datang ke Pulau Samosir yang pemandangannya sangat indah.
“Samosir sangat sejuk dan Danau Toba nya yang indah,” ujarnya.
Galum juga menyampaikan, bagi masyarakat Batak mengenal filosofi yaitu somba marhula- hula, manat mardongan tubu dan elek marboru yang bersifat gotong royong dan inilah merupakan wujud Pancasila.
“Kemajuan teknologi di Samosir tidak akan pernah mengikis kebudayaan Samosir, karena Samosir merupakan masyarakat yang Berketuhanan yang Maha Esa,” ujarnya.
Galum juga mengajak seluruh masyarakat dan kepala desa untuk membentuk Kampung Pancasila bentuk rembuk Pancasila yang diselesaikan dengan gotong royong.
Mewakili kepala desa, Jannes Rumah Horbo dalam berharap agar kepala desa lebih diperhatikan oleh pemerintah pusat melihat situasi sekarang.
“Dengan adanya kegiatan kami mau menjadi relawan Pancasila karena dari nenek moyang kami sudah berpancasila,” ucapnya.
Rapidin Simbolon dalam penyampaiannya, mengatakan akan melestarikan bumi Geopark Kaldera Toba dengan Pancasila.
“Pada sidang ke- 209 Dewan Eksekutif UNESCO 7 Juli 2020 di Paris, anggota Dewan Eksekutif menetapkan Kaldera Toba menjadi anggota UNESCO Global Geopark,” ujar Rapidin.
Geopark Kaldera Toba merupakan konsep mengawinkan pengelolaan warisan geologi (geological hertitages) dengan warisan budaya (cultural heritages).
“Setelah UNESCO memberikan lampu kuning dan memberikan 7 rekomendasi yang harus dijalankan, akhirnya pada 7 September 2025 UNESCO kembali mengukuhkan Kaldera Toba sebagai anggota UNESCO Global Geopark, ” ujarnya lagi.
Rapidin Simbolon juga menyinggung pelaksanaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak beraturan yang menjadi ladang korupsi.
“Makanan Bergizi Gratis atau MBG sebenarnya menurut saya bukan lagi makanan bergizi tetapi menjadi makanan tidak bergizi lagi,” ujarnya.
Yang diharapkan bergizi bukan lagi anak yang diberikan MBG tetapi yang menikmati pejabat yang menangani MBG sehingga menjadi ladang korupsi sehingga ditangkap Kejaksaan Agung.
“Yang paling tepat sasaran biarkanlah orang tua yang memberikan gizi kepada anak-anaknya dan lebih baik uang diberikan kepada orangtuanya,” ujarnya. (Ambrosius Simbolon)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









