Labuhanbatu Selatan, TRIBRATA TV
Kondisi tanah pertanian di wilayah Sumatera Utara dan Riau saat ini mengalami penurunan kualitas yang cukup signifikan. Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus selama puluhan tahun tanpa diimbangi upaya pemulihan kesuburan alami menyebabkan banyak unsur hara terperangkap dan tidak lagi dapat diserap secara optimal oleh tanaman.
Akibatnya, struktur tanah menjadi padat dan keras, daya dukung lahan menurun, serta produktivitas tanaman tidak lagi maksimal untuk menunjang pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya biaya produksi perkebunan dan menurunnya kualitas lahan akibat penggunaan pupuk kimia selama puluhan tahun, PT Geo Mulia Perkasa Sejahtera (GMP Sejahtera) memperkenalkan teknologi pupuk hayati berbasis ribuan mikroba aktif yang diklaim mampu membantu memulihkan kesuburan tanah secara alami sekaligus meningkatkan efisiensi pemupukan pada tanaman kelapa sawit.
Salah satu tokoh yang berada di balik pengembangan dan sosialisasi teknologi tersebut di wilayah Sumatera Utara dan Riau adalah Mahmuddin Hasibuan, Kepala Perwakilan sekaligus Top Leader PT GMP Sejahtera Wilayah Sumatera Utara dan Riau. Sebagai putra daerah kelahiran Rantauprapat, Mahmuddin memiliki pengalaman panjang di sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi modal penting dalam memahami persoalan yang dihadapi para petani saat ini.
Sebelum dipercaya memimpin pengembangan PT GMP Sejahtera di Sumatera Utara dan Riau, Mahmuddin pernah mengabdikan diri selama puluhan tahun sebagai Asisten Kebun di PT Adimulia Agrolestari, yang beralamat di Desa Sukamaju, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Pengalaman panjang tersebut memberinya pemahaman mendalam mengenai pengelolaan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga faktor-faktor yang menentukan keberhasilan produksi perkebunan kelapa sawit.
Berbekal pengalaman lapangan yang matang dan pemahaman teknis yang kuat, Mahmuddin kemudian dipercaya mengemban tanggung jawab yang lebih besar dalam pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan melalui PT GMP Sejahtera. Kiprahnya tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas tanaman, tetapi juga pada upaya mengembalikan kesehatan tanah yang selama ini mengalami degradasi akibat pola budidaya yang kurang ramah lingkungan.
Bertempat di Warung OMA SPBU Kuda Putih, Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, pada Rabu (17/6/2026), Mahmuddin memaparkan pentingnya pemulihan kesehatan tanah sebagai fondasi utama peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit di hadapan para petani setempat.
“Dengan menggunakan teknologi ini, keberhasilannya sudah teruji dan terbukti di lapangan. Untuk itulah saya datang ke kampung halaman, agar petani di sini juga dapat merasakan keberhasilan yang sama,” tegas Mahmuddin.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para petani untuk melihat manfaat nyata dari Pupuk Hayati GMP (Geo Mulia Perkasa), produk unggulan yang dikembangkan oleh PT Geo Mulia Perkasa Sejahtera (GMP Sejahtera). Produk berbasis teknologi agen hayati ini mengusung konsep pemupukan modern dengan mengoptimalkan kembali kekayaan biologis yang telah tersedia di dalam tanah guna mengembalikan kesuburan lahan secara alami.
TONTON VIDEONYA:
Menurut Mahmuddin, selama ini banyak petani beranggapan bahwa peningkatan produksi hanya dapat dicapai dengan menambah dosis pupuk kimia. Padahal, tanah yang sehat sesungguhnya memiliki cadangan unsur hara yang melimpah, namun sebagian besar berada dalam kondisi terikat atau terkunci sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman. Di sinilah peran agen hayati bekerja, yakni membuka kembali potensi alami tanah sehingga mampu menyediakan nutrisi secara berkelanjutan.
8 Keunggulan Teknologi GMP Pupuk yang Luar Biasa
Pupuk Hayati GMP mengandung kompleksitas luar biasa berupa 3.000 spesies bakteri dan mikroba unggul. Mikroorganisme ini bekerja layaknya “mesin pelacak pintar” di dalam tanah. Tugas utamanya adalah mendaur ulang sisa-sisa bahan organik serta mengurai unsur hara yang tadinya “terkunci”, lalu mengubahnya menjadi nutrisi siap serap yang langsung dapat dimanfaatkan oleh akar tanaman.
Kehebatan Pupuk GMP terletak pada sinergi kelompok bakteri dan mikroba yang saling melengkapi tugasnya secara otomatis:
1. Bakteri Dekomposer (Penyedia Humus)
Mengurai sisa jerami, kompos, dan berbagai bahan organik lainnya sehingga membentuk humus yang membuat tanah kembali subur, gembur, dan kaya unsur hara.
2. Bakteri Pelarut Mineral & Fosfat (Pembuka Kunci Hara)
Mengurai endapan fosfat dan mineral yang mengeras serta mengendap akibat pemakaian pupuk kimia selama bertahun-tahun, sehingga unsur hara tersebut kembali tersedia dan dapat diserap oleh tanaman.
3. Bakteri Fiksator Nitrogen (Pabrik Pupuk Alami)
Mampu menangkap gas nitrogen secara langsung dan gratis dari udara, mengubahnya menjadi unsur hara layaknya urea alami untuk menyuburkan daun dan batang tanaman secara merata.
4. Bakteri Autotrof / Fotosintesis (Pemicu Energi)
Membantu tanaman mengolah nutrisi menjadi energi secara lebih maksimal, sehingga tanaman tetap kuat dan sehat meski berada dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung.
5. Bakteri Fermentasi (Pemberi Nutrisi Cepat)
Mempercepat pemecahan senyawa yang bersifat kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana, sehingga tanaman tidak memerlukan waktu lama untuk menyerap nutrisi.
6. Bakteri Penghasil Hormon / ZPT (Pemicu Tumbuh & Buah)
Secara alami menghasilkan hormon pertumbuhan seperti auksin, sitokinin, dan giberelin. Fungsinya merangsang pertumbuhan akar, mempercepat keluarnya tunas baru, serta mencegah kerontokan bunga dan buah sebelum waktunya.
7. Bakteri Penghubung / Mikoriza (Perpanjangan Akar & Pelindung Tanaman)
Berperan layaknya “akar rambut tambahan” yang mampu menjangkau area hara lebih luas sekaligus melindungi tanaman dari kondisi panas ekstrem. Hal ini membuat penyerapan air dan nutrisi menjadi jauh lebih efisien.
8. Meningkatkan Ketersediaan Unsur Hara NPK Secara Alami
Kemampuan istimewa lainnya: setelah lahan diaplikasikan Pupuk GMP, mikroba di dalamnya bekerja meningkatkan kandungan unsur hara alami tanah secara signifikan, yaitu:
– Nitrogen (N / Urea) meningkat hingga 10 kali lipat
– Fosfat (P) meningkat hingga 17 kali lipat
– Kalium (K) meningkat hingga 20 kali lipat
Semua peningkatan ini terjadi secara alami tanpa perlu menambahkan pupuk NPK buatan dari luar. Inilah keunggulan utama Pupuk Hayati GMP.
Mahmuddin juga menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah digunakan di berbagai daerah dan memberikan hasil yang menggembirakan bagi para petani.
“Di Kuantan Singingi dan Rokan Hilir, Riau, sudah banyak petani yang menggunakan teknologi ini dan merasakan manfaatnya. Begitu juga di Pariaman, Sumatera Barat, petani sawit di sana telah menerapkannya dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut, menurut Mahmuddin, menunjukkan bahwa pemulihan kesuburan tanah tidak selalu harus dilakukan dengan menambah penggunaan pupuk kimia. Sebaliknya, pendekatan biologis yang menghidupkan kembali ekosistem tanah justru dapat menjadi fondasi bagi produktivitas perkebunan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ia menilai penggunaan pupuk kimia secara intensif selama puluhan tahun telah menyebabkan banyak lahan menjadi padat, miskin bahan organik, serta mengalami penurunan kualitas biologis tanah. Dampaknya, biaya produksi perkebunan terus meningkat, sementara kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara alami semakin menurun dari waktu ke waktu.
Karena itu, pendekatan berbasis agen hayati dinilai menjadi salah satu alternatif untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem tanah sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani. Dengan tanah yang lebih gembur, sistem perakaran yang lebih kuat, serta ketersediaan unsur hara yang meningkat, tanaman diharapkan mampu tumbuh lebih sehat, lebih tahan terhadap perubahan cuaca, dan menghasilkan produktivitas yang lebih baik secara berkelanjutan.
“Jangan sampai lahan yang kita kelola semakin rusak. Mulailah menjaga keseimbangan tanah dari sekarang agar kebun sawit tetap produktif dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga maupun daerah yang kita cintai,” pesannya.
Teknologi agen hayati pada Pupuk GMP dirancang dengan kepadatan sel yang sangat tinggi dalam setiap kemasannya. Begitu diaplikasikan ke dalam tanah, mikroba tersebut segera beradaptasi, berkembang biak, dan bekerja mengembalikan keseimbangan ekologi tanah yang sempat terganggu akibat pola pemupukan yang kurang tepat.
Dengan pendekatan yang memadukan ilmu mikrobiologi, pemanfaatan agen hayati, dan pengelolaan tanah berkelanjutan, Pupuk GMP menawarkan paradigma baru dalam dunia perkebunan. Bukan sekadar memberi makan tanaman, melainkan menghidupkan kembali tanah sebagai sumber kehidupan utama bagi keberlangsungan produksi pertanian dan perkebunan di masa depan. (Adv)
Abner Hasan Pasaribu
TRIBRATA TV Labuhanbatu Selatan
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









