Dokter ini Minta Pelaku Penganiayaannya Segera Ditangkap

- Editorial Team

Kamis, 17 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

TNS (39), warga Jalan Pengabdian, Gang Martorasa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, resah atas tuduhan kepadanya sebagai pelakor. Dugaan tuduhan atau pemberitaan mengenai hal itu pun telah meluas di media cetak maupun online hingga viral.

Tuduhan atau pemberitaan miring tersebut dilayangkan oleh seorang wanita, DN (40), yang menduga suaminya berinisial RHR, memiliki hubungan spesial dengan TNS.

TNS mengatakan DN telah membuat fitnah dengan menuduhnya berselingkuh dengan RHR, dan menuduh menyembunyikan RHR di dalam mobilnya.

Merasa hal itu telah mencoreng nama baiknya, TNS yang berprofesi sebagai dokter ini pun menyangkal bahwa semua pemberitaan tersebut tidak benar atau hoax.

TNS juga bahkan telah melaporkan DN atas dugaan penganiayaan kepada dirinya ke Polrestabes Medan. Sesuai dengan Nomor Laporan Polisi, LP/B/2084/X/2021/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara, Tanggal 19 Oktober 2021.

“Saya merasa sudah dipermalukan dengan berita-berita yang dia (terlapor) buat setiap saat, saya punya kolega, saya punya teman-teman,mereka bisa mengakses berita itu, jadi harapan saya kasus ini lanjut sampai putusan,” ungkap TNS saat ditemui di Mako Polrestabes Medan pada Rabu (16/3/2022).

BACA JUGA  AKBP Ronny N Sidabutar Tegaskan Tahanan Narkoba Rudolf Simanjuntak Meninggal karena Sakit

Kedatangan TNS ke Mako Polrestabes Medan di Jalan HM Said No 1, Sidorame Kecamatan Medan Perjuangan adalah dalam agenda konfrontasi terhadap dugaan perselingkuhan dan penganiayaan yang dilakukan oleh DN terhadap dirinya.

“Bagi saya semua tuduhan yang dia (DN) sampaikan itu fitnah. Bahkan dia yang melakukan penganiayaan terhadap saya, dan dia tidak mengakui itu. Ada luka di bagian bibir dalam, dan sudah divisum di Rumah Sakit Pirngadi,” paparnya.

Kepada wartawan, TNS pun menceritakan kronologis kejadian tersebut.

“Saat itu mobil saya berhenti, saya tidak tahu, dia tiba-tiba mengetok kaca mobil saya, jadi saya buka kaca lebar, dan memang benar tidak ada suaminya, dan seandainya kaca dibuka lebar orang luar pasti bisa lihat ada orang gak di dalam, mobil saya Agya, kan mobil itu pendek, jadi gak mungkin gak nampak ada orang atau tidak di dalam. Makanya itu saya lihat ini luar biasa kali ini orang, saya malu sekali dengan berita yang dia buat. Saya akan laporkan juga UU ITE nya,” ungkapnya.

BACA JUGA  Wartawan Sumenep Nyaris Dibakar Oknum Kades, Puluhan Wartawan Demo

“Saya punya saksi dan saya punya bukti rekaman bahwasanya suaminya tidak ada di dalam mobil, bahkan dia yang menganiaya saya. Dan sampai detik ini dia tidak bisa menghadirkan saksi kebenaran suaminya memang ada di mobil saya dan suaminya selingkuh dengan saya,” jelasnya.

Ia pun berharap agar kasus tersebut dapat cepat mendapat keputusan (inkrah).

“Saya berharap dan maunya untuk saya diberi keadilan karena saya merasa dipermalukan dengan berita yang dia buat. Karena itu, saya minta kepada Bapak Kapoldasu dan Kapolrestabes Medan lebih bijak,” kata TNS mengakhiri.

BACA JUGA  Kapoldasu Bersilaturahmi Bersama Warga Medan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Firdaus melalui Kanit PPA, AKP Madianta Ginting dikonfirmasi awak media via selular pada hari Kamis (17/3/2022) terkait kelanjutan laporan korban dan hasil konfrontasi mengatakan masih proses.

“Masih proses bang. Belum gelar perkara penetapan tersangka,” ungkap AKP Madianta singkat.(edrin/r)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Akun TikTok “Lika-Liku NTT” Diseret ke Penyidikan, Gubernur Melki: Stop Tebar Hoaks!
Ilegal Mining di Kabupaten Buru Bertambah Parah, Tambang Gunung Botol Disisir, Gunung Nona Dibiarkan
Balita 3 Tahun Meninggal Usai CT Scan di RSUD Prambanan, Keluarga Pertanyakan Tiga Kali Sedasi
Polda DIY Tetapkan Lurah Condongcatur Tersangka Kasus Korupsi TKD, Negara Rugi Lebih dari Rp 1 Miliar
Polres Buru Tengah Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Waegeren
‎Tangkap GS, Korban Culik dan Aniaya Bertambah, Jari Putus dan Masih Disekap
Ucapan Duka Cita dan Santunan Diapresiasi Namun Harus Ada yang Bertanggungjawab Atas Kelalaian PT Nindya Karya
Kisruh Warisan Keluarga Besar Nadeak, Polisi Gerak Cepat Ungkap Misteri Saham yang Hilang

Berita Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:08 WIB

Akun TikTok “Lika-Liku NTT” Diseret ke Penyidikan, Gubernur Melki: Stop Tebar Hoaks!

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:33 WIB

Ilegal Mining di Kabupaten Buru Bertambah Parah, Tambang Gunung Botol Disisir, Gunung Nona Dibiarkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:59 WIB

Balita 3 Tahun Meninggal Usai CT Scan di RSUD Prambanan, Keluarga Pertanyakan Tiga Kali Sedasi

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:45 WIB

Polda DIY Tetapkan Lurah Condongcatur Tersangka Kasus Korupsi TKD, Negara Rugi Lebih dari Rp 1 Miliar

Senin, 1 Juni 2026 - 06:32 WIB

Polres Buru Tengah Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Waegeren

Berita Terbaru

error: Content is protected !!