Asahan, TRIBRATA TV
Pengungkapan kematian Pandu Brata Syahputra Siregar, yatim piatu berstatus pelajar Kelas XII salah satu SMA Swasta di Kota Kisaran beberapa waktu lalu sepertinya akan memasuki babak baru.
Usai Polres Asahan melalui Kasi Humas Iptu Anwar Sanusi mengeluarkan pernyataan yang menyebut korban tidak ada mendapatkan penganiayaan dan dalam keadaan sehat saat meninggalkan Polsek Simpang Empat, hasil berbeda sepertinya akan disampaikan dokter Forensik.
Ditemui, dr Ismurizal SpF, dokter Forensik yang memimpin proses autopsi jasad korban mengatakan, pihaknya butuh waktu untuk merangkum hasil autopsi.
“Sudah kita autopsi sudah kita ambil semua sudah kita lihat nanti dia dirangkum semua ya. Dirangkum semua,” ucapnya di awal saat ditanya proses Autopsi.
Dokter Forensik Rumah Sakit TK II Bhayangkara Medan ini juga tidak menampik ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Wah.. Kan dia udah dikubur. Ee.. Kita lihat lah nanti. Ada memang. eee.. Apa namanya, seperti warna kemerahan, gitu ya. Belum, dia nanti ada pemeriksaan tambahan. Ya kan ada lah gak usah kita pungkiri, kan ada. Kalau saya rata rata visum 2 minggu kecuali ada pemeriksaan tambahan, lebih ya,” akhirnya sembari meninggalkan lokasi.
“Nanti kita rilis ya,” jawab Dirkrimum Poldasu Kombes Pol Sumaryono singkat ditanyai sembari berlalu pergi, Minggu (16/03/25). (Gondrong)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









