Tanjungpinang, TRIBRATA TV
Kota Tanjungpinang, Kepri ternyata pernah dijajah Belanda dikala itu. Bukti peninggalan tersebut berupa Makam Belanda. Makam lama itu dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Kompleks Pemakaman Belanda di Tanjungpinang.
Masyarakat setempat menyebut kompleks pemakaman ini dengan kerkhof. Kata kerkhof sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda, yang artinya kuburan. Jadi, penyebutan Kerkhof itu sendiri bermakna kuburan orang-orang Belanda.
Kompleks makam tersebut terletak di Jalan Kemboja, Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Akan tetapi sayangnya nisan-nisan tersebut umumnya sudah banyak yang tidak bisa terbaca atau rusak.
Namun, salah satu batu nisan marmer yang masih bisa dibaca adalah nisan milik Kapten Der Infanterie FH Schoemaker yang tertulis meninggal pada tanggal 1 Agustus 1882
Salah satu warga setempat bernama Ramli mengatakan, bahwa makam kerkhof adalah salah satu jejak Belanda berapa di kota Tanjungpinang di masa itu.
“Makam Kerkhof ini membuktikan, bahwa Tanjungpinang pernah masuk dan dijajah Belanda, ” kata Ramli, Sabtu (6/5/2023).
Namun, kata Ramli, banyak nisan atau makam tidak terawat.
“Banyak nisan dan makam tak terawat. Apa kah faktor usia makam, apakah tidak ada perawatan khusus”,ungkap Ramli.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri terkait kuburan Kerkhof kurang di perhatikan mengatakan. “Insya Allah, nanti saya cek . Seharusnya terawat karena ada Juru Peliharanya”, ucap Nazri. (m.holul)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








