Tapanuli Tengah, TRIBRATA TV
Puluhan tahun tinggal di rumah yang hampir roboh, pasangan suami istri (Pasutri) Ali Budi Mendrofa (61) dan Bernadetta Habeahan (61), warga Desa Makmur Kecamatan Pasaribu Tobing Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Propinsi Sumatera Utara (Sumut), minta Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu (MP) membantu melalui program Rumah Layak Tidak Huni (RTLH).
Saat menyampaikan hal ini kepada awak media, Bernetta Habeahan, meneteskan air mata, sebab selama ini dia mendengar beberapa warga yang senasib dengan keadaannya sudah mendapatkan program RTLH, dimasa kepemimpinan Pj Bupati Pemkab Tapteng, Dr Sugeng Riyanta SH MH, melalui slogan Tapteng “MEMBARA”.
“Kami sangat mengharapkan uluran tangan dari Bapak Bupati MP, karena keadaan kami sudah tidak mungkin untuk mampu membangun rumah yang layak huni, pekerjaan kami hanya petani biasa, bahkan untuk kehidupan sehari-hari saja kami sangat susah dan lebih mengharapkan bantuan dari pemerintah,”ucapnya, Sabtu (26/7/2025).

Budi Mendrofa juga mengingat saat kepemimpinan Pj Bupati, Sugeng Riyanta, saat bertugas selama satu tahun tiga bulan, banyak warga Tapteng merasakan sentuhan langsung dari program yang dijalankan. Ratusan rumah warga yang tidak layak huni dapat dibangun sehingga mampu merakan kebahagiaan bersama keluarganya.
“Saya pun heran pak, kenapa saat Pj Bupati, Sugeng Riyanta, menjadi Bupati Tapteng, kami luput dari perhatian beliau, apakah Pemerintah Desa Makmur, atau pemerintah Kecamatan Pasaribu Tobing, tidak menyampaikan kepada beliau kondisi rumah kami yang hampir roboh ini?,”ujarnya.
Dia mengharapkan, di kepemimpinan MP saat ini program yang ditinggalkan oleh Sugeng dapat diteruskan, sebab hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat Tapteng karena masih banyak rumah warga
yang tidak layak huni.
“Masih banyak lagi rumah warga yang seperti kami ini di Tapteng, maka dengan dilanjutkannya program Tapteng MEMBARA, tentu sangat bermanfaat sekali, ditambah dengan program yang di sebut-sebut Tapteng Naik Kelas, tentu pemberian bantuan RTLH kepada warga menjadi pencapaian janji politik yang disampaikan Masinton-Mahmud (MAMA) saat kampanye,” tambahnya.
Sesaat dia juga menceritakan keadaan yang mereka alami saat tinggal dirumah yang hampir roboh tersebut, terkadang saat hujan deras maka Pasutri ini harus mengungsi kerumah warga sekitarnya. Juga bila angin kencang disertai badai Pasutri ini terpaksa meninggalkan rumah tersebut takut roboh dan akan menimpa mereka.
“Beginilah pak, kalau hujan deras kami harus mengungsi kerumah warga sekitar kami ini, karena seluruh atap rumah kami sudah bocor, terlebih sebagian atap terbuat dari daun rumbia, bahkan seluruh perkakas rumah tangga yang kami miliki seluruhnya pasti basah. Apalagi bila badai dan angin kencang datang, terpaksa kami harus melarikan diri untuk menumpang kerumah tetangga, karena kami takut kalua rumah kami ini roboh dan menimpa kami.”tuturnya. (Sudirman Halawa)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









