Samosir, TRIBRATA TV
Pemerintah Kabupaten Samosir bersama keluarga Alm. Kolonel Maludin Simbolon melaksanakan Rapat Penetapan nama ruas jalan utama di salah satu Kabupaten Samosir, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin, 20 Juli 2026.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom pada tanggal 20 Juli 2026 didampingi sejumlah pejabat Pemkab dan perwakilan keluarga, secara resmi menandatangani Surat Keputusan Bupati penetapan Jalan Kolonel Maludin Simbolon sebagai salah satu nama ruas utama Nasional di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Penandatanganan tersebut didahului oleh Rapat Khusus lintas OPD dan tokoh masyarakat Samosir di Kantor Bupati.
Pengusulan Jalan Kolonel Maludin Simbolon ini secara resmi diajukan oleh Keluarga Marihat Simon Simbolon/Br Nainggolan (seorang tokoh pengusaha Nasional asal Samosir selaku pendiri Parna Raya Group), yakni melalui putranya Charles Antonius Simbolon yang saat ini menjadi Presiden Direktur Parna Raya.

Seperti banyak diketahui publik, selain kelima putra-putri, semasa hidupnya hubungan Kolonel Maludin Simbolon dan Marihat Simbolon merupakan hubungan orang tua dan anak.
Nama jalan utama Jl. Kolonel Maludin Simbolon ditetapkan mulai dari Desa Hutanamora, Kecamatan Pangururan – Desa Simbolon Purba, Kecamatan Palipi dengan panjang 12, 1 Km.
Sebelumnya, nama ruas jalan mulai dari Desa Hutanamora – Rianiate, JL. Raya Rianiate dan mulai dari Desa Rianiate – Desa Simbolon Purba, JL. Raya Simbolon Purba.
Keluarga besar Alm. Kolonel Maludin Simbolon, Drs. Lasro Simbolon, MA didampingi Drs. Binsar Simbolon menyampaikan peristiwa hari ini sangat bermakna, luar biasa secara kesejarahan dan nilai-nilai keluhuran.
“Bapak Alm. Maludin Simbolon salah satu putra terbaik yang berasal dari Kabupaten Samosir, dimasa aktif beliau ikut berjuang bagi kepentingan Negara Republik Indonesia, pasukan khusus sebagai Panglima Daerah Pertama Bukit Barisan wilayah Sumatera bagian Utara”, ucap Lasro Simbolon.
Lasro Simbolon menambahkan, ada kerinduan para tokoh-tokoh termasuk keluarga Kolonel Maludin Simbolon perlu diabadikan atau disematkan namanya di salah satu ruas jalan utama di Kabupaten Samosir.
Melalui perjalanan perjuangan Maludin Simbolon sebagai generasi muda, bisa mengambil inspirasi dan memperkuat literasi patriotisme.

Ditambahkannya, sebagai keluarga Maludin Simbolon sangat terharu, mengetahui Pemerintah Kabupaten Samosir dan masyarakat sangat mendukung pemberian nama ruas jalan Kolonel Maludin Simbolon.
“Harapan kami mewakili keluarga Bapak Alm. Kolonel Maludin Simbolon, mudah-mudahan langkah ini menjadi pengingat satu pilar peristiwa proses menghargai jasa para pahlawan dan tokoh kita. Mewakili keluarga Bapak Alm. Kolonel Maludin Simbolon, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Samosir atas dukungan penetapan nama ruas jalan utama mulai dari Desa Hutanamora, Kecamatan Pangururan – Desa Simbolon Purba Kecamatan Palipi”, ucap Lasro Simbolon dengan rasa syukur.
Bupati Samosir melalui Asisten I Tunggul Sinaga mengatakan bahwa harapan dari Pemerintah Kabupaten Samosir dengan ditetapkannya nama ruas jalan di salah satu nama jalan di Kabupaten Samosir, masyarakat akan mengenang kembali, karena sudah diabadikan pengabdian tokoh nasional.
Tunggul Sinaga menambahkan, atas kesepakatan dan saling mendukung kedua belah pihak antara Pemerintah dan Keluarga Alm. Kolonel Maludin Simbolon, sudah final dan tinggal mendapat tandatangan persetujuan dari Bupati Samosir.
Atas segala jasa dan dharma bakti yang sangat panjang kepada bangsa dan negara Indonesia, Kolonel Maludin Simbolon dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Utama, Kalibata, Jakarta.
Senada dengan pernyataan Lasro Simbolon, saat penandatanganan Bupati Samosir Vandiko Gultom kepada media menegaskan Pemkab Samosir berharap dengan penetapan nama jalan ini, generasi muda semakin menghargai dan meneladani jasa tokoh pejuang.
“Apa yang diperjuangkan Kolonel Maudin Simbolon telah dinikmati oleh bangsa ini khususnya sistem pemerintahan dan tata kelola pembangunan yang lebih menjamin percepatan keadilan dan kesejahteraan berdasarkan otonomi daerah,” katanya.
Riwayat singkat Kolonel Maludin Simbolon:
Maludin Simbolon lahir 13 September 1916 di Pearaja kampung kakeknya dari pihak ibu. Setelah 3 generasi meninggalkan Samosir, Julius Simbolon ayah dari Maludin Simbolon memboyong keluarganya kembali ke Bona Pasogit Samosir, karena Julius Simbolon bekerja di Samosir.
Maludin Simbolon menempuh pendidikan dasarnya di HIS Narumonda, kemudian melanjutkan di Chr. HIK (Sekolah Guru) Solo, dan tamat 1938.
Menempuh pendidikan Gyugun di masa penjajahan Jepang dan setelah lulus pendidikan, ia berpangkat Letnan Dua.
Maludin Simbolon meninggal dunia pada tanggal 15 April 2000 dalam usia 84 tahun, atas segala jasa dan dharma bakti yang sangat panjang kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang dicintainya. Kolonel Maludin Simbolon dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Utama Kalibata, Jakarta.
Turut hadir, Staf Ahli Bupati Rudi Siahaan, Kabag Pemerintahan Belman Sinaga, Kabag Hukum, Camat Pangururan, Camat Palipi, Kepala Desa Pardomuan I, Hutanamora, Rianiate, Sigaol Marbun, Sigaol Simbolon, Simbolon Purba, Lurah Pintu sona, BPD, dan Tokoh masyarakat. (Ambrosius Simbolon)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









