PT. Smart Tbk Ubah Limbah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Berkualitas

- Editorial Team

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu Utara, TRIBRATA TV

Upaya mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, PT. Smart Tbk Perkebunan Padang Halaban melakukan Program Demoplot Pupuk “Vermikompos” berbahan baku limbah kotoran sapi, Kamis (25/6/2026).

Perusahaan ini bersama Kelompok Tani dan Pemerintah Desa Aek Kosik, berkolaborasi menghadirkan sebuah lahan percontohan (Demonstration Plot) budidaya semangka seluas 1.000 meter persegi yang dirancang untuk membandingkan secara langsung efektivitas penggunaan pupuk “vermikompos” dengan pupuk kimia konvensional.

Dalam satu hamparan, lahan dibagi menjadi dua petak,dengan perlakuan pemupukan yang berbeda masing-masing seluas 500 meter persegi, hal ini dilakukan agar petani dapat melihat secara nyata perbedaan pertumbuhan tanaman, kondisi tanah, produktivitas, serta kualitas buah yang dihasilkan.

Kegiatan ini menjadi menarik karena tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi pertanian, tetapi juga memberikan solusi terhadap permasalahan limbah peternakan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui teknologi “Vermikomposting”, limbah kotoran sapi diolah menggunakan cacing African Night Crawler (ANC) menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang kaya unsur hara dan mikroorganisme bermanfaat.

Dalam sambutannya, Sucipto selaku Manager PT Smart Tbk Perkebunan Padang Halaban menjelaskan program ini untuk menggali potensi terbaik yang ada di Desa sehingga perusahaan juga dapat mendorong kemandirian Desa.

“Program ini kami harapkan dapat bermanfaat untuk Desa, khususnya Desa Aek Korsik,” ujarnya.

BACA JUGA  Waduh, Oknum LSM Kena OTT di Labura, Diduga Lakukan Pemerasan

Menurutnya, kegiatan ini menggandeng Yayasan Sekolah Tani Indonesia (YSTI) yang sudah terintegrasi, dan sudah berpengalaman dalam hal mendampingi desa-desa di Indonesia, khususnya dalam persoalan memaksimalkan potensi desa.

“Potensi yang ada di Desa Aek Korsik ini adalah kotoran hewan ternak khususnya sapi yang tidak termanfaatkan, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang alternatif pengganti pupuk kimia. Dan program ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap ekonomi masyarakat sekitar, dan mendorong kegiatan bertani lebih sustainable,” tandas Sucipto.

Di saat bersamaan, perwakilan Pemerintah Desa diwakilkan oleh Raja Badia Raja selaku staff Pemerintahan Desa Aek Korsik mengucapkan terima kasih atas kepedulian serta bantuan dari perusahaan yang telah berusaha untuk memaksimalkan potensi Desa Aek Korsik,

“Kami Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih kepada PT Smart Tbk karena memilih Desa Aek Korsik sebagai desa pendamping program ini. Semoga program ini terus berlanjut sehingga manfaat untuk masyarakat desa bisa lebih banyak didapatkan,” tutur Badia Raja.

Sedang ketua tim pelaksana program dari Sekolah Tani Indonesia, Fatoni Saputra menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan”Demoplot”.

“Ini membuktikan limbah kotoran sapi dapat diubah menjadi pupuk berkualitas yang mampu meningkatkan produktivitas semangka sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia,” katanya.

Selama program lanjut Fatoni Saputra, petani mendapatkan pendampingan teknis mulai dari proses produksi vermikompos, persiapan lahan, aplikasi pupuk, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman.

BACA JUGA  Tiga Hari Hilang, Jenasah Bocah Ditemukan Mengambang

Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan tanaman semangka yang menggunakan vermikompos memiliki perkembangan perakaran yang lebih baik, kondisi tanah yang lebih gembur, serta ketahanan tanaman yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan konvensional.

Salah satu peserta petani saat dikonfirmasi awak media menuturkan dapat merasakan manfaat langsung dari penggunaan vermikompos pada budidaya semangka yang dilakukan.

“Kami dapat melihat langsung perbedaan kondisi tanaman dan kualitas tanah, “Vermikompos” memberikan hasil yang sangat menjanjikan dan berpotensi menekan biaya produksi budidaya semangka, sementara tanaman juga terlihat lebih kuat dan sehat,” ungkap l Legimin.

Selain memberikan manfaat bagi petani, lanjut Lagimin, program ini juga menciptakan nilai tambah bagi peternak sapi yang kini memiliki peluang memanfaatkan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi. Pendekatan ini menjadi contoh nyata penerapan ekonomi di tingkat desa, di mana limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Pemerintah Desa Aek Kosik Kecamatan Aek Kuo menyambut baik pelaksanaan program yang sudah dilaksanakan di Dusun IV Patok Besi karena dinilai mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.

Kedepan, PT Smart Tbk bersama Sekolah Tani Indonesia Foundation berencana memperluas penerapan pupuk vermikompos pada berbagai komoditas hortikultura lainnya serta mendorong pembentukan unit usaha produksi pupuk organik yang dikelola oleh kelompok tani.

BACA JUGA  Labura Validkan Data untuk Salurkan Bantuan Pemprov Sumut

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mempercepat terwujudnya pertanian berkelanjutan di pedesaan.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, Program Demoplot Vermikompos menjadi bukti inovasi sederhana berbasis sumber daya lokal mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.

Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian ramah lingkungan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.

Turut hadir Chairi Wardhana dan Pemil Wendri (Asisten Kepala PT Smart Tbk), Naomi (Staff CSR PT Smart Tbk), Ahmad Fauzi (Koordinator Riset PT Smart Tbk), Harry Hardinata (Dokter Perusahaan), Hasyim dan Gabriel (Asisten Divisi PT Smart Tbk), Geo (Sustainable Officer PT Smart Tbk), Petani Fasilitator Sekolah Tani Indonesia, dan masyarakat Desa Aek Korsik. (Erwin)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

SPMB Jalur Prestasi Berakhir, Sejumlah Orangtua Keluhkan Aturan
Jalin Kemitraan, Polres Tebing Tinggi Intensifkan Silaturahmi dengan Tokoh Agama
‎2 Laporan Wartawan Ngendap, Polrestabes Medan Belum Tetapkan Tersangka
‎Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Tapanuli Utara Gandeng OJK Cetak Petani Milenial Jadi Pebisnis
Penebangan Kayu Marak di Tapanuli Utara
Jelang HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Nias Selatan Gelar Tabur Bunga
‎Praktisi Hukum Desak Polres Karo Tangkap Bandarnya dan Libatkan Ditresnarkoba
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Ziarah ke TMP Medan

Berita Lainnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:15 WIB

PT. Smart Tbk Ubah Limbah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Berkualitas

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:21 WIB

Jalin Kemitraan, Polres Tebing Tinggi Intensifkan Silaturahmi dengan Tokoh Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:58 WIB

‎2 Laporan Wartawan Ngendap, Polrestabes Medan Belum Tetapkan Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:44 WIB

‎Wujudkan Ketahanan Pangan, Pemkab Tapanuli Utara Gandeng OJK Cetak Petani Milenial Jadi Pebisnis

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:50 WIB

Penebangan Kayu Marak di Tapanuli Utara

Berita Terbaru

Sumatera Utara

PT. Smart Tbk Ubah Limbah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Berkualitas

Kamis, 25 Jun 2026 - 17:15 WIB