Sitaro, TRIBRATA TV
Dalam susana penuh semangat, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) merayakan dua momentum penting yang menyentuh jiwa masyarakatnya: Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Sitaro dan peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional. Bertempat di pusat pemerinthan kabupaten, peringatan ini menjadi refleksi sejarah dan harapan baru bagi masa depan daerah di ujung utara Sulawesi.
“Tanggal 23 Mei bukn sekadar angka dalam kalender,” ujar Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM, dalam sambutannya. “Ia adalah lembaran sejarah perjuangan, pencapaian, dan kebangkitan yang ditulis dengan semangat juang dan pengorbanan.” Dalam pidato yang menggugah, Bupati mengajak seluruh masyarakat meneguhkan tekad untuk bangkit bersama, seiring dengan tema nasional: “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.”
Menariknya, ini adalah peringatan HUT perdana di bawah kepemimpinan Bupati Chyntia Kalangit dan Wakil Bupati terpilih. Dengan visi Sitaro MASADADA (Maju, Sejahtera, Damai, dan Dahsyat), pemerintah daerah menunjukkan keseriusannya dalam mengarahkan kabupaten menuju era baru pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sudut pandang kebangsaan, sambutan Bupati tidak hanya menyoal capaian daerah, tetapi juga menyoroti pentingnya menjaga warisan sejarah nasional. Ia menegaskan, “Kita belajar dari Budi Utomo tahun 1908, bahwa perubahan besar lahir dari kebersamaan, dari semangat bangkit di tengah tekanan.”
Dari perspektif pembangunan, Bupati memaparkan berbagai agenda prioritas: pengembangan komoditas unggulan seperti pala dan salak, peningkatan infrastruktur, hingga pelatihan vokasi bagi generasi muda. Ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menekankan transformasi digital dan pemerataan akses ekonomi.
Namun, sisi lain yang tak kalah penting adalah dimensi budaya. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi. “Budaya bukan sekadar warisan, tapi jati diri yang akan menjaga kita tetap teguh saat angin perubahan menerpa,” ujarnya.
Pesan persatuan menjadi benang merah dalam pidato tersebut. Semboyan daerah “Pakatiti Tuhema, Pakanandu Mangena, Boleng-Balang Sengkahindo” diangkat sebagai nilai dasar dalam pengambilan keputusan dan arah pembangunan. Hal ini menjadi simbol kuat bahwa daerah ini dibangun dengan prinsip gotong royong dan kolektivitas.
Dari perspektif sosial, Bupati menggarisbawahi tantangan zaman yang kini lebih kompleks: krisis pangan, disrupsi digital, hingga kesenjangan sosial. Ia mendorong masyarakat Sitaro agar tidak pasif, tetapi adaptif, kreatif, dan kolaboratif dalam menjawab tantangan tersebut.
Dalam konteks regional, peringatan HUT Sitaro juga menunjukkan eksistensi daerah ini di panggung nasional. Kabupaten kecil ini perlahan menguatkan posisinya sebagai wilayah strategis maritim dengan potensi ekonomi yang menjanjikan, terutama dalam sektor perikanan dan pariwisata.
Perspektif kepemimpinan pun tercermin kuat dalam sambutan tersebut. Chyntia Kalangit tampil bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai simbol harapan baru. Ia membawa pesan moral, visi strategis, serta kepemimpinan yang terbuka terhadap aspirasi masyarakat.
Tak hanya menggugah hati, pidato Bupati juga menjadi ajakan konkret untuk seluruh masyarakat: bersatu, bekerja sama, dan terus mencintai daerah ini tanpa pamrih. “Kebangkitan sejati tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama,” pungkasnya.
Peringatan ini bukan akhir dari perayaan, melainkan awal dari perjalanan baru. Sitaro yang kecil, kini tampil dengan jiwa besar: berdiri di antara sejarah dan harapan, antara masa lalu dan masa depan. Dirgahayu Sitaro ke-18 dan selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-117—semoga cahaya kebangkitan ini terus menyala hingga ke generasi mendatang. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








