Diduga Gegara Asmara, Kakek 4 Cucu di Surabaya Tewas Ditusuk Tetangganya

- Editorial Team

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, TRIBRATA TV

Polisi menangkap AR alias Man (45), terduga eksekutor penusukan berujung tewasnya kakek 4 cucu, MJ di gang permukiman padat Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026). Man ditangkap anggota Tim Jatanras Polrestabes Surabaya tak sampai 24 jam dari peristiwa itu.

Informasi yang dihimpun wartawan TRIBRATA TV, Man tinggal di salah satu ruangan Rumah Susun (Rusun) Sombo Simokerto Surabaya. Dia ditangkap di sebuah tempat persembunyiannya kawasan Kabupaten Sampang, Jatim, pada Jumat (24/4/2026) dini hari.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita satu jaket hoodie denim lengan panjang warna biru muda dan putih, serta topi berwarna hitam. Kedua benda itu merupakan pakaian AR saat menghabisi korban. Selain itu, polisi juga menyita pisau Gaucho tradisional atau pisau potong daging beserta sarung pelindungnya berwarna cokelat, diduga kuat alat untuk menusuk korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengakui penangkapan itu.
“Alhamdulillah sudah tertangkap dalam waktu 1 x 24 jam.Berkat doa dan bantuan masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Tribrata.TV, Sabtu (25/4/2026)

Sementara, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Evan Caesar Ibrahim menyebut jika terdapat bukti lain yang merujuk pada keterlibatan pihak lain sebagai tersangka aksi tindak pidana terhadap korban, ia bakal menangkapnya.

“Sementara satu pelaku sesuai dengan fakta saat ini. Kalau dari keterangan dan alat bukti ada peran pelaku lain nanti kita infokan”, ujar Evan.

Siapa Man, dari penelusuran wartawan TRIBRATA TV mendapatkan informasi dari adik sepupu korban Iwan (34). Ia menceritakan sosok Man dikenal sebagai teman tongkrongan korban. Bahkan, tak jarang Man juga berkunjung ke rumah ibunda korban di Jalan Pragoto II.

BACA JUGA  Temukan Pertalite Oplosan di SPBU, Wawali Surabaya Desak Pertamina Respon Cepat

Bukan cuma korban, Iwan dan para tetangga yang bermukim di kawasan Jalan Sencaki atau Jalan Pragoto juga mengenal sosok Man.

Man memang panggilan paling populer bagi warga. Karena, tidak ada yang tahu pasti nama lengkap dari sosok Man

“Orang di sini banyak kenal, ya sama si man itu. Karena si man sering ke sini juga mainnya. Ya cuma teman tongkrongan aja,” ujar Iwan saat ditemui TRIBRATA TV.

Dikatakan Iwan, sebenarnya Man bukan orang pertama yang menemui korban sebelum kejadian, melainkan adiknya. Adik Man ini terlibat cek-cok dengan korban sekira pukul 05.00 WIB. Setelah cek-cok itu, pelaku ke luar gang untuk memanggil bantuan yang tak lain adalah kakaknya, Man.

Setelah itu Man dan adiknya mendatangi MJ di kosannya lalu terlibat perkelahian. Iwan mengatakan, adik Man sempat memegangi korban. Lalu, Man langsung menghujani tusukan pada tubuh korban hingga terkapar di lokasi kejadian.

Tak hanya Man dan adiknya, sejumlah warga juga melihat dua orang teman Man yang berada di jalanan depan gang permukiman.

“Jadi awalnya, cekcok sama adiknya. Lalu si adiknya pulang bawa kakaknya itu. Terus ada yang lihat di jalan itu ada 2 orang. Tapi yang masuk yang kelihatan cuma 2 orang,” jelasnya.

Usai mengeksekusi MJ, Man bersama adiknya meninggalkan lokasi kejadian sambil berjalan.

BACA JUGA  Satgas Covid-19 Surabaya Tak Tegas Tindak Pelanggar Prokes

Iwan mengaku sempat melihat sosok Man pada Kamis (23/4/2026) sekira pukul 06.00 atau seusai kejadian. Saat itu dia berpapasan dengan Man dan adiknya yang berjalan melewati depan rumah mertuanya. Ketika itu dia sedang memandikan burung peliharaannya di teras depan rumah.

Kemudian, ia melihat kedua sosok pelaku berjalan cepat menuju ke pintu gerbang gang. Namun, pada momen sepersekian detik itu, ia belum mengetahui jika kedua pelaku baru saja terlibat cekcok dan berujung menghabisi nyawa korban.

Hingga akhirnya istrinya berteriak karena memperoleh kabar dari para tetangga bahwa korban; sang kakak ipar terkapar dengan luka tusuk pada tubuh bagian atas.

Iwan langsung berlarian menuju ke tempat korban terkapar, dan bertanya kepada para tetangga di sekitar lokasi tentang peristiwa yang dialami korban. Setelah mendengar banyak informasi dari para tetangga. Akhir Iwan memahami bahwa sang kakak ipar baru saja dihabisi oleh kedua pelaku tadi yang sempat berpapasan dengan dirinya di depan teras rumah.

“Jadi saya sedang bersihin burung di depan rumah. Kan saya hobi burung. Saya bersihin, lalu saya dipanggil istri untuk makan. Habis makan itu, istri saya jerit. Bahwa kakak sepupu sudah tergeletak di TKP itu. Saya berpapasan. Tapi saya enggak tahu kalau habis itu,” ungkapnya

Mengenai motif para pelaku menghabisi nyawa korban. Iwan tak menampik bahwa sempat ada dugaan mengenai pemicu pertengkaran antara korban dengan pelaku yang berjumlah sekitar empat orang itu, karena persoalan asmara.

BACA JUGA  Polda Jatim Razia THM Surabaya, 106 Pengunjung Dites Urine, Hasilnya Seluruhnya Negatif

Namun, ia tidak mengetahui secara detail permasalahan asmara yang melingkupi perseteruan antara korban dengan pelaku.
“Cuma ada yang info, perkaranya itu soal perempuan. Enggak tahu, adiknya istrinya, ada yang bilang soal uang. Cuma kebanyakan orang bilang itu, perkara Adiknya istrinya kakak saya MJ itu. Ada yang bilang gitu. Tapi pastinya saya kurang tahu juga,” pungkasnya.

Di lain sisi, Ketua RT 03, Ismail mengatakan, beberapa warga sempat berspekulasi kasus percekcokan berujung tewasnya korban dipicu karena persoalan asmara. Kendati begitu, dirinya tidak mengetahui detail permasalahan asmara yang memicu perkelahian di antara kedua belah pihak.

“Kayaknya persoalan asmara. Pelakunya itu (punya hubungan dengan) yang perempuan (dari korban). Yang meninggal itu kan lakinya (si perempuan),” pungkasnya.

Adanya motif asmara juga dibenarkan AKBP Edy. “Saat ini anggota sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sedangkan motifnya,sementara adalah berkaitan dengan asmara”, pungkasnya (Akhmad Yulianto)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

‎9 Tahun Urus Izin Gereja GPT Tidak Keluar, Syarat Lengkap Pemko Medan Hanya Janji
Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti
Gelapkan Motor Atlet Disabilitas, Jukir dan Penadah Gol di Polsek Medan Kota
Dipasangi Barikade dan Beragam Rintangan, Sarang Narkoba Serba Jadi Sunggal Digerebek
Simpan Sabu dan Ganja, Petani di Karo Ditangkap
Kurang dari 6 Jam, Tim Macan Linggau Tangkap Pelaku Pembakaran 11 Rumah
Polres Batu Bara Tangkap Terduga Pelaku Persetubuhan terhadap Anak
Keroyok Seorang Pria, Ayah dan Anak Ditangkap Polsek Senapelan

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:25 WIB

‎9 Tahun Urus Izin Gereja GPT Tidak Keluar, Syarat Lengkap Pemko Medan Hanya Janji

Senin, 20 Juli 2026 - 13:19 WIB

Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 5,3 Ton Barang Bukti

Senin, 20 Juli 2026 - 08:26 WIB

Gelapkan Motor Atlet Disabilitas, Jukir dan Penadah Gol di Polsek Medan Kota

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:38 WIB

Dipasangi Barikade dan Beragam Rintangan, Sarang Narkoba Serba Jadi Sunggal Digerebek

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:25 WIB

Simpan Sabu dan Ganja, Petani di Karo Ditangkap

Berita Terbaru