Taput, TRIBRATA TV
Komunitas Literasi Rapture kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas anak-anak dan para pendidik dengan menggelar lomba mewarnai serta workshop teknik mewarnai di Sopo Partungkoan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sabtu (24/5/2025).
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Sekolah Dasar (SD). Sementara itu, workshop diikuti oleh para guru dari berbagai sekolah serta masyarakat umum yang tertarik memperdalam keterampilan mewarnai.
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara turut hadir dalam acara ini, antara lain Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekdakab) Taput Davit Sipahutar, Kepala Dinas Perpustakaan Agus Sinaga, serta Kepala Dinas Pendidikan Bontor A. Hutasoit. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan literasi dan seni di daerah.
Ketua Komunitas Literasi Rapture, Emmi Tambunan, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak sejak dini. “Kami ingin anak-anak dapat menyalurkan ekspresi mereka secara positif melalui seni. Dengan mewarnai, mereka bisa belajar memadukan warna, meningkatkan konsentrasi, serta melatih keterampilan motorik halus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Emmi menambahkan bahwa workshop teknik mewarnai ini juga dimaksudkan untuk membekali para guru dengan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, seperti Faber-Castell, Penerbit Erlangga, Bank Sumut, Chika, Bellshop, dan Dame Ulos. Para sponsor menyediakan berbagai perlengkapan mewarnai serta hadiah bagi para pemenang lomba.
Dalam sambutannya, Pj. Sekdakab Taput Davit Sipahutar mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini dan menekankan pentingnya kegiatan kreatif dalam pembentukan karakter anak. “Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Lewat kegiatan seperti ini, kita menanamkan nilai-nilai positif sejak dini. Saya juga mengajak para guru untuk terus mengembangkan metode pengajaran yang inovatif demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga menambahkan menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah perlombaan.
Kepala Dinas Pendidikan Taput, Bontor A. Hutasoit, saat diwawancarai menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah. “Kegiatan ini sejalan dengan misi pendidikan kita, yakni menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan,” katanya.
Lomba mewarnai berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi. Para peserta tampak serius namun tetap ceria mengekspresikan kreativitas mereka di atas kertas gambar. Sementara itu, para guru yang mengikuti workshop aktif mencatat dan mempraktikkan berbagai teknik baru yang disampaikan oleh para fasilitator.
Dengan keberhasilan kegiatan ini, Komunitas Literasi Rapture berharap dapat terus menjadi wadah pengembangan minat baca, seni, dan literasi visual bagi anak-anak, guru, dan masyarakat di Tapanuli Utara dan sekitarnya. (Wahyu Hutabarat)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









