Bantul,TRIBRATA.TV – Sebuah rumah warga di Dusun Jeblog, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilaporkan mengalami kerusakan setelah didatangi rombongan yang diduga merupakan debt collector (DC) pada Selasa (21/7/2026) malam. Polisi membenarkan adanya peristiwa tersebut dan telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Korban, Yusuf Wahyudi (37), mengaku rumahnya menjadi sasaran pelemparan batu setelah dirinya terlibat upaya mediasi terkait penagihan tunggakan angsuran sebuah mobil Toyota Rush.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian.
“Belum ada laporan, tapi polisi sudah sejak malam mendatangi lokasi kejadian. Jika ada perkembangan nanti disampaikan,” kata Rita,saat dihubungi Rabu (23/7/2026).
Menurut keterangan Yusuf, peristiwa itu bermula ketika ia mendatangi rumah kakak perempuannya di wilayah Gamping pada Selasa malam. Saat itu, kata dia, kakaknya sedang didatangi rombongan penagih utang yang menagih tunggakan angsuran mobil Toyota Rush.
Yusuf mengatakan dirinya datang setelah mengetahui kakaknya dibentak-bentak saat proses penagihan berlangsung. Ia kemudian berupaya menenangkan situasi dan menjadi penengah agar persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik.
Ia menyebut kendaraan tersebut sempat diamankan agar tidak langsung ditarik sebelum proses administrasi diselesaikan. Menurut pengakuannya, mobil itu telah dibayar uang muka sebesar Rp50 juta dan telah memasuki angsuran ke-15.
Namun, setelah proses negosiasi di Gamping selesai, Yusuf mengaku rombongan tersebut justru mendatangi rumahnya di Dusun Jeblog, Kasihan, Bantul.
Sekitar pukul 21.30 WIB, situasi disebut semakin memanas. Yusuf mengaku salah seorang dari rombongan mendatanginya sambil membawa senjata tajam jenis celurit dan menantangnya.
“Demi menyelamatkan anak dan ibu saya yang saat itu pingsan karena ketakutan, saya memilih keluar lewat pintu belakang,” ujar Yusuf.
Tidak lama setelah dirinya meninggalkan rumah, Yusuf mengaku mendengar suara kaca pecah dan benturan benda keras. Saat kembali, ia mendapati etalase serta dua lemari kaca di rumahnya telah rusak akibat lemparan batu berukuran besar.
Selain kerusakan material, Yusuf menyebut peristiwa tersebut juga berdampak pada kondisi psikologis keluarganya. Ia mengatakan anak perempuannya mengalami trauma dan hingga kini menolak berangkat ke sekolah karena merasa takut ayahnya kembali menjadi sasaran kekerasan.
Sementara itu, aparat dari Polsek Kasihan, Polres Bantul, serta tim Jatanras Polda DIY telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Hingga kini, kepolisian masih menunggu adanya laporan resmi dari korban apabila yang bersangkutan memutuskan menempuh jalur hukum.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









