Yogyakarta, TRIBRATA TV
Program seleksi Pemuda Pelopor kembali digelar sebagai agenda rutin tahunan untuk mendorong peran aktif generasi muda dalam pembangunan di berbagai sektor. Kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Kepemudaan serta kebijakan daerah yang berorientasi pada program pemberdayaan pemuda.
Narasumber Mugi Suyatno saat konfrensi press Kamis (23/4/2026), menjelaskan seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah, termasuk melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dalam menjaring pemuda berprestasi sejak 2025. Program ini dilaksanakan melalui sinergi dengan dinas terkait, khususnya dinas pendidikan dan sektor lainnya.
“Kompetisi ini mencakup lima bidang, yakni pangan, pendidikan, inovasi, seni budaya, serta pengelolaan pariwisata. Masing-masing bidang dikelola oleh dinas terkait untuk dioptimalkan melalui peran pemuda pelopor,” ujarnya.
Program Pemuda Pelopor sendiri merupakan agenda nasional yang bertujuan mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing. Secara umum, program ini mendorong pemuda menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.
Narasumber lainnya, Pangki, yang merupakan alumni Pemuda Pelopor dan kini berprofesi sebagai dosen, menuturkan bahwa kepeloporan tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga sistem dan inovasi yang memberi manfaat luas.
“Setiap tahun kegiatan ini terus dilakukan untuk melahirkan pemuda yang mampu memberikan dampak nyata di lingkungannya,” katanya.
Dalam proses seleksi, peserta akan disaring hingga tersisa tiga finalis terbaik di setiap kategori. Para finalis kemudian menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fact finding) oleh tim penguji profesional dari berbagai bidang terkait.
Adapun total hadiah yang disediakan mencapai Rp37,5 juta untuk masing-masing dari lima kategori yang dilombakan.
Sejumlah contoh keberhasilan program ini juga telah terlihat, di antaranya Adi Saputro yang menjadi pelopor dalam penanganan sampah. Selain itu, terdapat pula pemuda yang mengembangkan seni tari melalui sanggar budaya, serta pelaku usaha batik di Kotagede yang telah menjalankan usahanya lebih dari 15 tahun.
Narasumber Nungki, salah satu pemenang di bidang kewirausahaan, menyampaikan bahwa program ini mampu mendorong keberlanjutan usaha berbasis budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, pemuda pelopor diharapkan tidak hanya berprestasi secara individu, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat di berbagai aspek kehidupan.(Didik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









