Sleman, TRIBRATA TV
Suasana hari Minggu (22/3/2026) di Kowanan, Sidoagung, Godean, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB, senyum ramah dan jabatan tangan hangat menyambut setiap warga yang datang ke kediaman pribadi Bupati Sleman, Harda Kiswaya.
Hari ini bukan tentang protokoler yang kaku atau sekat jabatan yang tinggi. Dalam acara Open House Idulfitri 1447 H ini, Bupati Harda Kiswaya memilih membuka pintu rumahnya lebar-lebar untuk bersilaturahmi langsung dengan masyarakat. Tidak ada jarak; yang ada hanyalah obrolan ringan, tawa yang pecah di sela-sela jamuan, dan rasa kekeluargaan yang kental.
“Ini adalah momen kita kembali fitrah, saling memaafkan, dan mempererat persaudaraan sebagai warga Sleman,” ujar Harda di sela-sela menyalami para tamu.
Tak hanya di kediaman Bupati, kehangatan serupa juga terpancar di Beran Kidul, Tridadi. Di sana, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, juga menggelar acara serupa untuk menyapa warga hingga pukul 10.00 WIB.
Bagi warga yang hadir, kesempatan ini lebih dari sekadar mencicipi hidangan Lebaran. Ini adalah ruang bagi mereka untuk bercerita, menyampaikan harapan, atau sekadar berfoto bersama pemimpin yang mereka pilih.
Di bawah tenda yang teduh, semangat “Gumolong Anggayuh Mukti” terasa nyata—semua bersatu hati demi Sleman yang lebih sejahtera.
Acara yang digelar dari jam 10.00 – 20.00 WIB ini menjadi bukti bahwa di hari yang suci, tak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi seorang pemimpin selain bisa membersamai rakyatnya dalam balutan kesederhanaan dan ketulusan.
Sajian dalam open house Bupati Sleman biasanya tidak jauh dari kuliner lokal yang memberikan rasa nyaman dan akrab di lidah warga.
Berikut adalah beberapa menu khas yang bisa Anda masukkan untuk memperkuat kesan humanis dalam berita tersebut: Soto Ayam Kampung & Daging: Hidangan wajib yang melambangkan kebersamaan. Kuah beningnya yang segar dan hangat sangat pas dinikmati di pagi hari sambil mengobrol santai.
Bakso Keliling: Bupati seringkali mengundang pedagang bakso lokal untuk menyajikan menu di tempat. Ini menciptakan suasana santai layaknya pesta rakyat.
Jenang Sumsum & Jenang Candil: Sebagai penutup, sajian manis ini memiliki filosofi “memulihkan tenaga” dan melambangkan rasa syukur setelah sebulan penuh berpuasa.
Jajanan Pasar Tradisional: Mulai dari jadah tempe (khas Kaliurang), geplak, hingga emping melinjo yang disusun rapi di meja-meja kecil untuk camilan warga saat mengantre.
Es Dawet Beras: Minuman segar dengan santan dan gula jawa asli yang selalu jadi primadona anak-anak maupun orang dewasa di tengah teriknya siang.
Dengan menyajikan menu-menu rakyat ini, Bupati seolah ingin menyampaikan pesan bahwa tidak ada sekat antara pemimpin dan warganya; apa yang dimakan rakyat, itu pula yang dinikmati pemimpinnya.(Didik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









