Putri Nus Kei yang Ikuti Jejak Sang Ayah Jadi Politisi

- Editorial Team

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TRIBRATA TV

Ketua DPC Partai Golkar, Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei tewas ditikam pada Minggu (19/4/2026).

Nus Kei ditusuk orang tidak dikenal di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara sekira pukul 11.25 WIT.

Adapun saat itu, Nus Kei baru saja tiba di Bandara tersebut dari Ambon.

Dua jam setelah kejadian, Polres Maluku Tenggara menangkap dua terduga pelaku yakni Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis.

Hendrikus Rahayaan diketahui adalah atlet Mixed Martial Arts.

Dari penelusuran Bangkapos.com, Nus Kei memiliki putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai politisi Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora.

Lantas, seperti apa sosok Desly Claudya Rumatora?

Desly Claudya Rumatora pernah mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara.

Desly kelahiran Ambon.

Tak banyak informasi mengenai Desly Claudya Rumatora.

Hanya saja mengutip laman lezen.id, Desly pernah menempuh pendidikan di SMK BPS dan K II Bekasi dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Prof. Dr Moestopo (Beragaman).

Sebelum terjun ke dunia politik, Desly pernah bekerja di sejumlah perusahaan.

Desly juga pernah bergabung dalam organisasi PP AMPG dan AMPI Jakarta.

Menilik Instagram golkar_maluku_tenggara, Nus Kei dan Desly memiliki kedekatan sebagai sosok ayah dan anak.

Tampak Nus Kei mengucapkan selamat ulang tahun kepada putrinya dalam akun instagramnya.

“Happy Brithday My Daughter Desly Claudya Rumatora “ dan tertera tanggal 5 Desember 2022.

Nus Kei didapuk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, mengutip infopemilu.kpu.go.id.

BACA JUGA  Mayat Wanita Tua Ditemukan Membusuk

Ia tercatat aktif dalam kepengurusan partai politik di tingkat Kabupaten/Kota.

Gelar akademik yang mengikuti namanya yakni Drs.

Drs. adalah singkatan dari Doktorandus, yaitu gelar akademik lama di Indonesia.

Diberikan kepada laki-laki yang lulus pendidikan sarjana (S1), terutama di bidang ilmu sosial, ekonomi, atau humaniora.

Mengutip laman Instagram @golkar_maluku_tenggara, Nus Kei pernah menjadi Bakal Bupati Maluku Tenggara periode 2024 – 2029.

Dirinya memiliki putri yang juga mengikuti jejaknya sebagai politisi Partai Golkar, Desly Claudya Rumatora.

Nus Kei adalah paman dari John Kei, tokoh preman di Jakarta asal Maluku Tenggara.

Sebelum tewas terbunuh ditikam, Nus Kei sempat nyaris dibunuh oleh keponakannya sendiri, John Kei, beberapa tahun lalu.

Rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, diserang oleh segerombolan orang dari kelompok John Kei.

Akibat penyerangan oleh kelompok John Kei terhadap rumah Nus Kei, satu orang tewas setelah dibacok.

Korban tewas adalah Yustus Corwing Rahakbau.

Polisi kemudian meringkus 30 orang pelaku penyerangan dan mereka ditetapkan sebagai tersangka.

John Kei juga menjadi tersangka setelah polisi mengantongi bukti bahwa ada perintah dari John Kei untuk membunuh Nus Kei.

Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Nana Sudjana, mengatakan bahwa keributan ini dipicu akibat John Kei yang tidak puas dengan hasil pembagian penjualan tanah.

Nana juga mengatakan bahwa John Kei dan Nus Kei saling bersaudara atau satu keluarga.

Bahkan, dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi, Nus Kei menyebutkan bahwa hubungannya dengan John Kei adalah paman dan keponakan.

BACA JUGA  Hilang 4 Hari, Warga Tabir Selatan Ditemukan Mengapung dengan Terlilit Kawat

Saat kejadian itu, Klaster Australia, Green Lake City, dijaga ketat petugas pascameletusnya keributan, Minggu (21/6/2020).

Setiap orang yang masuk harus melewati tahapan ketat.

Mulai dari tujuan, menunjukka Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga pengecekan suhu tubuh.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan bahwa aksi penganiayaan di Cengkareng dan penyerangan rumah di Tangerang oleh kelompok John Kei, Minggu (22/6/2020) sebagai aksi brutal premanisme.

Dalam penyelidikan, kata Nana, petugas meringkus 30 orang yang terlibat dalam dua aksi itu termasuk John Kei dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, Minggu malam.

“Pada Minggu kemarin di saat mulai kita buka Car Free Day, kita dikejutkan dengan aksi yang bisa dikatakan aksi brutal premanisme di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang dari kelompok yang selama ini dikenal kelompok John Kei,” kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Aksi brutal tersebut sudah direncanakan kelompok John Kei yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kelompok John Kei, kata Nana, melakukan aksi kekerasan secara bersama-sama dan terang-terangan terhadap orang lain di Cengkareng.

Aksi itu terjadi Minggu (21/6/2020) pukul 11.30 WIB dan terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok John Kei.

“Pelaku berjumlah 5 sampai 7 orang terhadap kelompok Nus Kei dan terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Ini menyebabkan 1 orang meninggal dunia yaitu atas nama ER,” kata Nana.

Korban tewas setelah mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh.

BACA JUGA  Breaking News!!! Seorang Warga Sungai Kapas Ditemukan Tewas Gantung Diri

“Dan 1 orang lagi mengalami luka yakni 4 jari tangannya putus karena bacokan atas nama AR,” ujarnya.

Kemudian, pada hari yang sama, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok John Kei terjadi lagi pada pukul 12.25 WIB.

Sekitar 15 orang dengan menggunakan 4 unit kendaraan roda empat mendatangi rumah klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

“Ke-15 orang ini juga diduga dari kelompok John Kei mendatangi rumah tersebut di Perumahan Green Lake, klaster Australia di Jalan Boulevard Cipondoh, Tangerang Kota. Mereka datang ke sana kemudian mencari seseorang,” ujar Nana.

Seseorang yang dicari kelompok John Kei adalah Nus Kei.

“Rumah tersebut memang merupakan rumah yang bersangkutan (Nus Kei), tapi ia tidak ada. Yang ada istri dan anak-anaknya.”

“Tetapi istri dan anaknya kemudian berusaha untuk meninggalkan tempat dan terjadilah pengrusakan rumah tersebut, mulai dari pintu, kemudian ruang tamu dan kamar yang dirusak oleh kelompok tersebut,” kata Nana Sudjana. (dari berbagai sumber)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

PJS Resmi Ajukan Calon Konstituen Dewan Pers
FGD Lemhannas RI: Kasrem 072/Pamungkas Tekankan Pentingnya Data Geospasial untuk Sistem Peringatan Dini
Imigrasi DIY Perkuat Kepatuhan Internal dan Integritas ASN, Tegaskan Gratifikasi Bukan Hal Biasa
Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS
‎Menteri Agama Minta Jemaat GPT dan Gereja Oikoumene Tetap Beribadah, Stop Renovasi Chapel USU
Viral WNI Disekap di Myanmar, Minta Bantuan Pemerintah Segera Bebaskan Mereka
‘Aib’ Hotman Paris Dibuka Anaknya, Gara-gara Bela Febrie Adriansyah
Temui Sri Sultan, Fahri Hamzah Sebut Tata Kota DIY Layak Jadi Inspirasi Nasional

Berita Lainnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:21 WIB

PJS Resmi Ajukan Calon Konstituen Dewan Pers

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:08 WIB

FGD Lemhannas RI: Kasrem 072/Pamungkas Tekankan Pentingnya Data Geospasial untuk Sistem Peringatan Dini

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:49 WIB

Imigrasi DIY Perkuat Kepatuhan Internal dan Integritas ASN, Tegaskan Gratifikasi Bukan Hal Biasa

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:35 WIB

Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:27 WIB

‎Menteri Agama Minta Jemaat GPT dan Gereja Oikoumene Tetap Beribadah, Stop Renovasi Chapel USU

Berita Terbaru