Kirab Pager Banyu di Kemalang Klaten Jadi Gerakan Konservasi Air dan Pelestarian Hutan Merapi

- Editorial Team

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klaten,TRIBRATA.TV — Ratusan warga bersama pegiat lingkungan, pemerintah daerah, dan perwakilan sektor swasta mengikuti Kirab Pager Banyu di kawasan Kampung Siluman, lereng Gunung Merapi, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang menggabungkan unsur budaya dan konservasi lingkungan itu diwujudkan melalui penanaman bibit pohon serta perawatan tanaman yang telah ditanam pada tahun-tahun sebelumnya.

Kirab diawali dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, bibit pohon, dan jenang yang dibawa warga dari berbagai kelompok usia. Rombongan kemudian memasuki kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menuju sejumlah titik sumber air dan area konservasi di Kampung Siluman yang berada pada ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut.

Sebanyak 17 bibit pohon, terdiri atas jenis pasang, sarangan, kemungking, dan dadap yang merupakan tanaman khas kawasan Merapi, ditanam di sekitar sumber air dan lereng perbukitan. Penanaman dilakukan untuk menjaga ketersediaan air sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai penahan longsor.

Ketua RT 016/RW 006 Desa Sidorejo, Djenarto, mengatakan tema Kirab Pager Banyu tahun ini adalah dangir atau merawat pohon. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk penegasan bahwa upaya konservasi tidak berhenti pada penanaman, melainkan harus disertai pemeliharaan berkelanjutan.

“Banyak pihak fokus pada kegiatan menanam. Setelah itu sering kali tidak ada perawatan dan tidak ada jaminan pohon dapat bertahan hidup. Karena itu kami mengambil peran untuk merawat atau ngopeni pohon-pohon yang sudah ditanam,” kata Djenarto.

Menurut dia, seminggu sebelum pelaksanaan kirab, warga telah melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon yang ditanam pada tahun-tahun sebelumnya. Hasilnya, sebagian besar tanaman masih hidup dan tumbuh dengan baik di kawasan lereng Merapi tersebut.

Kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa tahun itu juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda. Anak-anak dan remaja dilibatkan secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari mengenal kawasan hutan, menanam pohon, hingga merawat tanaman.

“Anak-anak sekarang sudah mau diajak bermain ke hutan, mengenal pohon, dan memahami proses menanam. Ini menjadi modal penting untuk keberlanjutan gerakan konservasi,” ujar Djenarto.

Selain melibatkan masyarakat lokal, Kirab Pager Banyu juga menjadi ruang kolaborasi antara wilayah hulu, tengah, dan hilir dalam menjaga sumber daya air. Djenarto berharap terbentuk ikatan yang lebih kuat antara masyarakat kawasan tangkapan air dengan para pengguna air di wilayah lain.

Perwakilan Danone, Budi Raharjo, menilai pendekatan budaya yang diterapkan masyarakat setempat menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting untuk memastikan praktik konservasi tetap berlangsung di masa depan.

“Keberlanjutan alam bergantung pada generasi muda yang memiliki kesadaran untuk terlibat dalam kegiatan budaya dan pemeliharaan lingkungan. Ini merupakan langkah yang sangat baik,” kata Budi.

Ia juga berharap semakin banyak pihak yang memanfaatkan sumber daya air, termasuk perusahaan dan pengelola destinasi wisata, ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan di kawasan hulu.

Sementara itu, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, mengapresiasi penyelenggaraan Kirab Pager Banyu sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam melalui pendekatan budaya.

Menurut Hamenang, kolaborasi antara kawasan hulu, tengah, dan hilir menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan sumber-sumber air di Kabupaten Klaten. Ia menilai pola kerja sama tersebut telah mulai berkembang dan perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Ke depan kawasan hulu, tengah, dan hilir harus mampu berkolaborasi secara saling menguntungkan serta bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya air,” ujar Hamenang.

Hingga saat ini, melalui rangkaian kegiatan Pager Banyu, masyarakat Kampung Siluman telah menanam lebih dari 1.000 pohon di kawasan lereng Gunung Merapi. Upaya tersebut menjadi bagian dari gerakan konservasi berbasis masyarakat yang mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan warisan budaya lokal.(Dik.)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Lingga Bertulis Aksara Jawa Kuno Abad IX Ditemukan di Klaten, Diduga Penanda Wilayah Kuno
Bekas Pabrik Kopi Bojong Rejo Jadi Marshalling Area Yon TP Temanggung, Ini Penjelasan Dandim
Sempat Terhenti, 31 SPPG Magelang Kembali Normal Mulai Rabu
Dua Tahun Menanti KK, Warga Temboro Terjebak Birokrasi Desa; DPRD Akui Komunikasi dengan Perangkat Tersendat
Puluhan Tokoh Pemuda Madusari Tuntut Realisasi Pembangunan Lapangan Terdampak Proyek KDMP
Heboh Curanmor di Polanharjo Klaten, Anak Korban Sempat Dibawa Pelaku
Motif Kematian Bilqis di Sragen Masih Misteri, Polisi Perkuat Penyelidikan dan Olah TKP Berulang
Wanita 56 Tahun Jatuh Saat Turun dari Kereta di Stasiun Klaten, KAI Beri Penjelasan

Berita Lainnya

Senin, 15 Juni 2026 - 08:06 WIB

Kirab Pager Banyu di Kemalang Klaten Jadi Gerakan Konservasi Air dan Pelestarian Hutan Merapi

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:28 WIB

Lingga Bertulis Aksara Jawa Kuno Abad IX Ditemukan di Klaten, Diduga Penanda Wilayah Kuno

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:25 WIB

Bekas Pabrik Kopi Bojong Rejo Jadi Marshalling Area Yon TP Temanggung, Ini Penjelasan Dandim

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:07 WIB

Sempat Terhenti, 31 SPPG Magelang Kembali Normal Mulai Rabu

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:46 WIB

Dua Tahun Menanti KK, Warga Temboro Terjebak Birokrasi Desa; DPRD Akui Komunikasi dengan Perangkat Tersendat

Berita Terbaru

Kriminal

Kepergok Curi Tabung Gas, Warga Pontianak Nyaris Dimassa

Senin, 15 Jun 2026 - 20:37 WIB