Lingga Bertulis Aksara Jawa Kuno Abad IX Ditemukan di Klaten, Diduga Penanda Wilayah Kuno

- Editorial Team

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klaten,TRIBRATA.TV — Sebuah batu lingga bertulis aksara Jawa Kuno ditemukan di Gang Buntu Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten. Temuan tersebut menarik perhatian pegiat sejarah dan arkeolog karena memuat tulisan yang diduga berasal dari abad IX Masehi.

Epigraf Goenawan A. Sambodo memperkirakan lingga itu berasal dari sekitar abad IX Masehi berdasarkan bentuk aksara yang tertera pada batu tersebut.

“Kalau dari penglihatan saya berdasarkan bentuk aksaranya, kisarannya abad IX Masehi,” kata Goenawan, Minggu (14/6/2026).

Setelah melakukan pembacaan awal, Goenawan mengidentifikasi tulisan pada lingga itu sebagai kata “Palyangan” namun, ia menegaskan pembacaan tersebut masih bersifat sementara karena proses kajian epigrafis masih berlangsung.

“Untuk aksara Jawa Kuno, terbaca sementara seperti yang sudah ditulis Mas Yoan di Facebook. Artinya belum pasti karena masih dalam proses pencarian,” ujarnya.

Pegiat sejarah Klaten, Yohanes Sudaryanto atau Yoan, mengatakan kata “Palyangan” kemungkinan merujuk pada nama suatu wilayah pada masa lampau. Meski demikian, para peneliti belum dapat memastikan makna sebenarnya karena istilah tersebut masih memerlukan kajian lebih mendalam.

Menurut Yoan, lingga bertulis itu berpotensi menjadi penanda batas wilayah atau patok administratif pada masa Jawa Kuno. Ia menjelaskan bahwa sistem penandaan wilayah pada masa itu umumnya menggunakan lebih dari satu patok.

“Palyangan mungkin nama sebuah wilayah, tetapi itu masih dugaan. Lingga seperti ini bisa jadi merupakan patok wilayah yang biasanya tidak berdiri sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Yoan mengungkapkan bahwa kata “Palyangan” tidak ditemukan sebagai kosakata baku dengan arti tunggal dalam bahasa Sanskerta. Karena itu, istilah tersebut kemungkinan merupakan kosakata lokal yang berkembang dalam tradisi Jawa Kuno atau bentuk serapan yang digunakan dalam konteks tertentu.

Ia menambahkan bahwa nama Palyangan pernah muncul dalam sejumlah referensi sejarah Jawa Tengah, termasuk sebagai nama desa maupun nama prasasti yang berasal dari sekitar abad IX hingga X Masehi.

Selain itu, istilah Playangan atau Palyangan juga dikenal dalam sistem agraria tradisional Jawa. Dalam konteks tersebut, istilah itu merujuk pada tanah pertanian komunal milik desa yang dikelola warga secara bergilir maupun tetap.

Temuan lingga tersebut bermula dari laporan warga yang kemudian ditindaklanjuti oleh pegiat sejarah bersama Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Klaten.

Analis Cagar Budaya dan Koleksi Museum Disbudporapar Klaten, Wiyan Ari Tanjung, mengatakan tim segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai keberadaan lingga di dekat Masjid Al-Muttaqien.

“Kami bersama teman-teman pegiat sejarah datang ke lokasi setelah menerima laporan. Setelah sampai di lokasi, kami menemukan lingga dalam kondisi terguling dan tertutup beberapa potong kayu,” kata Wiyan.

Tim kemudian mengangkat dan membersihkan batu tersebut. Saat proses pembersihan berlangsung, tim menemukan pahatan aksara pada bagian atas lingga.

“Setelah kami bersihkan, ternyata ada aksaranya. Tahap awal kami dokumentasikan, mengukur dimensi, dan selanjutnya kami akan meminta bantuan epigraf untuk melakukan pembacaan lebih lanjut,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengukuran awal, lingga itu memiliki tinggi sekitar 82 sentimeter dan lebar 35 sentimeter. Batu tersebut terbuat dari andesit dengan bagian atas berbentuk silinder dan bagian bawah berbentuk persegi.

Selain menemukan lingga, tim juga mengidentifikasi sebuah batu lain yang diduga sebagai yoni di tepi jalan depan masjid. Namun, batu tersebut masih berada dalam kondisi terpendam sehingga memerlukan penelitian lanjutan.

Wiyan menilai kondisi aksara pada lingga masih relatif baik sehingga memudahkan proses identifikasi. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan isi tulisan tersebut, termasuk apakah berisi penanda wilayah, prasasti peringatan, mantra keagamaan, atau keterangan lain.

“Kondisi aksaranya masih cukup bagus dan terbaca. Namun, untuk memastikan jenis huruf, kronologi, dan isi tulisannya, kami akan berkoordinasi dengan epigraf,” katanya.

Temuan ini menambah daftar tinggalan arkeologi di wilayah Klaten yang selama ini dikenal sebagai kawasan penting dalam perkembangan peradaban Jawa Kuno. Para peneliti berharap kajian lanjutan dapat mengungkap fungsi lingga bertulis tersebut sekaligus memberikan informasi baru mengenai sejarah permukiman dan sistem administrasi pada masa Mataram Kuno.(Dik.)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Bekas Pabrik Kopi Bojong Rejo Jadi Marshalling Area Yon TP Temanggung, Ini Penjelasan Dandim
Sempat Terhenti, 31 SPPG Magelang Kembali Normal Mulai Rabu
Dua Tahun Menanti KK, Warga Temboro Terjebak Birokrasi Desa; DPRD Akui Komunikasi dengan Perangkat Tersendat
Puluhan Tokoh Pemuda Madusari Tuntut Realisasi Pembangunan Lapangan Terdampak Proyek KDMP
Heboh Curanmor di Polanharjo Klaten, Anak Korban Sempat Dibawa Pelaku
Motif Kematian Bilqis di Sragen Masih Misteri, Polisi Perkuat Penyelidikan dan Olah TKP Berulang
Wanita 56 Tahun Jatuh Saat Turun dari Kereta di Stasiun Klaten, KAI Beri Penjelasan
Trans Jateng Gelangmanggung Mulai Beroperasi Agustus 2027, Layani Temanggung hingga Magelang

Berita Lainnya

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:28 WIB

Lingga Bertulis Aksara Jawa Kuno Abad IX Ditemukan di Klaten, Diduga Penanda Wilayah Kuno

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:25 WIB

Bekas Pabrik Kopi Bojong Rejo Jadi Marshalling Area Yon TP Temanggung, Ini Penjelasan Dandim

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:07 WIB

Sempat Terhenti, 31 SPPG Magelang Kembali Normal Mulai Rabu

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:46 WIB

Dua Tahun Menanti KK, Warga Temboro Terjebak Birokrasi Desa; DPRD Akui Komunikasi dengan Perangkat Tersendat

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:45 WIB

Puluhan Tokoh Pemuda Madusari Tuntut Realisasi Pembangunan Lapangan Terdampak Proyek KDMP

Berita Terbaru