Sibolga, TRIBRATA TV
Setelah sempat digrebek dua pekan lalu, lokasi judi tembak ikan Nauli Game di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Pasar Baru, Sibolga kini kembali beroperasi.
Pada Kamis 8 Mei 2025, media ini mendatangi lokasi dan melihat seluruh mesin tembak ikan telah beroperasi kembali seperti biasa dan tak ada perobahan sedikitpun, baik posisi meja atau letak kasir.
Informasi yang dihimpun media ini dari warga sekitar, lokasi judi tembak ikan tersebut digrebek pada Selasa 22 April 2025 oleh personil Polsek Sibolga Sambas sekitar pukul 17.00 WIB.
“Benar, bulan lalu ada polisi menggerebek lokasi tembak ikan itu bang, belum sampai sebulan masih hitung hari, tapi kami heran kurang tau apa yang terjadi beberapa hari ini uda berjalan atau dibuka lagi seperti biasa tanpa sedikitpun bergeser semua meja Tembak ikan itu, masih tetap utuh ditempat semula,” katanya.
Karenanya ia curiga penggerebekan itu hanyalah formalitas saja.
Ditempat terpisah, seorang tokoh masyarakat yang tidak ingin namanya disebut menyampaikan kalau Nauli Geme ini selalu buka tutup, buka tutup. “Patut diduga pemiliknya kebal hukum termasuk pengawasnya, karena kabarnya ada salah satu oknum wartawan yang membeking lokasi judi tersebut,” katanya.
Saat ditanya siapa nama oknum wartawannya dan ormasnya, ia menolak menyebutkannya. “Cari tahu sendiri bang. Abang juga kan wartawan pasti dapat informasinya,” jawabnya.
Menurutnya selain keterlibatan oknum wartawan tersebut, ada yang bekerja sama dari unsur lain seperti organisasi kemasyarakatan yang ada di kota itu. Sepengetahuan dia, organisasi itu sudah sejak dulu mendapat upeti setiap bulan sebagai imbalan dalam melindungi kegiatan bisnis haram tersebut.
“Kalau mau minta aja sama Kasirnya nama-nama organisasi yang turut menerima upeti dari Nauli Game itu biar jelas,” katanya.
Menurutnya, warga sebenarnya sudah resah atas keberadaan lokasi judi tembak ikan yang dikemas sebagai arena permainan ketangkasan ini.
“Kami sudah cukup diam selama bertahun tahun, kali ini mungkin waktunya masyarakat bergerak,” ujarnya.
Pihaknya meminta Wali Kota terpilih untuk turun tangan karena semua pihak bungkam akan hal tersebut. “Saya yakin dan percaya ketika Pak wali kota mendengar berita ini pasti beliau tidak ingin warganya resah atau jatuh miskin akibat perjudian,” tambahnya lagi.
Ia meminta wali kota menutup perjudian tersebut yang efeknya menghancurkan ekonomi masyarakat bahkan merusak moral generasi penerus bangsa. Pasalnya polisi bukan tidak bekerja bahkan sudah digrebek hingga ditutup namun karena ada oknum-oknum tertentu yang beking seakan akan hukum tak berdaya
Diketahui dari pantauan media ini, ada sejumlah titik dan lokasi judi di inti Kota Sibolga. Salah satunya di sepanjang Jalan Peralihan mulai dari simpang Jalan Iyu hingga simpang Jalan Sibolga Baru marak permainan judi seperti main kertas, Kiu, Leng hingga tebak nomor sampai 3 kali putaran dalam sehari semalam.
Sementara Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rudi S Panjaitan belum menjawab konfirmasi yang disampaikan, hingga berita ini diturunkan. (M Zebua)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









