Yaaqawiyyu Jatinom Digelar 31 Juli, Panitia Targetkan Sebar 6-7 Ton Apem

- Editorial Team

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klaten, TRIBRATA TV

Tradisi Yaaqawiyyu Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali digelar pada akhir Juli 2026. Panitia menargetkan sebanyak 6-7 ton apem akan disebarkan kepada masyarakat dalam puncak perayaan Grebeg Ageng Saparan yang berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026 di Lapangan Klampeyan, Kecamatan Jatinom.

Ketua Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig (P3KAG), Moh Ebta Tricahyo, mengatakan puncak tradisi Yaaqawiyyu tahun ini bertepatan dengan 15 Sapar 1960 Be atau 31 Juli 2026. Menurut dia, rangkaian kegiatan telah disiapkan sejak pertengahan Juli dan akan diisi dengan agenda keagamaan, budaya, hingga prosesi penyebaran apem yang menjadi daya tarik utama.

“Grebeg Ageng Saparan, perayaan tradisi, adat, dan budaya penyebaran apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig tahun 2026, InsyaAllah jatuh pada hari Jumat Wage, 31 Juli 2026 atau 15 Sapar 1960 Be,” kata Ebta kepada awak media di Jatinom, Minggu (12/7/2026).

Ia menjelaskan, panitia menyusun berbagai kegiatan untuk menjaga kelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Rangkaian acara meliputi pembukaan perayaan, semaan Al-Qur’an, kirab budaya, sedekah apem, kenduri seni, hingga puncak penyebaran apem.

BACA JUGA  Klitih Godean Sleman: Polisi Tangkap 3 Pelaku Pembacokan Mahasiswa

“Kegiatannya meliputi pembukaan, semaan Al-Qur’an, kirab budaya, sedekah apem, kenduri seni, sampai puncaknya tanggal 31 Juli 2026. Masyarakat bisa hadir pada acara tersebut,” ujarnya.

Selain menjadi tradisi budaya, Ebta menegaskan Yaaqawiyyu juga menjadi sarana untuk menghidupkan kembali ajaran-ajaran luhur Kiai Ageng Gribig kepada masyarakat. Menurut dia, nilai-nilai ketakwaan, tawakal, silaturahmi, hingga kepedulian terhadap anak yatim menjadi pesan utama yang terus diwariskan melalui perayaan tersebut.

“Ajaran-ajaran luhur yang beliau sampaikan bahwa sebagai pemeluk agama Islam harus takwa dan tawakal, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan, silaturahmi, menyantuni anak yatim, dan lainnya,” katanya.

Di sisi lain, panitia optimistis jumlah apem yang terkumpul tahun ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ebta menyebut target penyediaan apem mencapai 6-7 ton yang berasal dari panitia maupun sedekah masyarakat.

“Tahun ini kita berharap jumlah kue apem bisa semaksimal mungkin. Target kami tahun ini di angka 6-7 ton. Ini dari panitia maupun dari sodaqoh warga masyarakat,” ucapnya.

BACA JUGA  Sakke Hudali, Kearifan Lokal Usai Musim Tanam Padi di Desa Pantis Pahae Julu Taput

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat tidak hanya datang dari warga Kecamatan Jatinom. Sejumlah daerah di sekitar Klaten juga turut menyumbangkan apem sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi tersebut.

“Ada dari Boyolali, Sukoharjo, bahkan dari Magelang, Semarang, dan daerah lainnya. Kalau dari Jatinom, semuanya digerakkan oleh para lurah, kemudian dikumpulkan dan diserahkan kepada panitia melalui kecamatan,” jelasnya.

Sementara itu, penyelenggaraan Yaaqawiyyu juga berlangsung dengan dukungan pemerintah daerah. Menurut Ebta, kolaborasi antara yayasan dan pemerintah terus dilakukan agar tradisi yang telah menjadi agenda budaya tahunan tersebut dapat berjalan lancar sekaligus menjadi daya tarik wisata religi di Kabupaten Klaten.

Adapun rangkaian kegiatan dimulai pada 16 Juli 2026 dengan Ambuka Songsong Winadi, dilanjutkan semaan Al-Qur’an pada 22 Juli, pembukaan perayaan dan pasar malam pada 23 Juli, pengajian haul Kiai Ageng Gribig, kegiatan ngaji dan dakwah, pentas seni Laras Madya, kirab budaya serta serah terima gunungan apem pada 30 Juli, hingga malam Midodareni yang diisi sedekah apem dan kenduri seni.

BACA JUGA  Banjir Sebabkan Tanggul Sungai Dengkeng Jebol, Jalur Bayat–Wedi Klaten Lumpuh

Puncak perayaan akan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, mulai pukul 10.30 WIB di panggung penyebaran apem, Lapangan Klampeyan, Jatinom. Ribuan masyarakat diperkirakan akan memadati lokasi untuk mengikuti tradisi berebut apem yang telah menjadi ikon budaya sekaligus warisan sejarah Kiai Ageng Gribig di Kabupaten Klaten.(Dik.)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Basarnas Tutup Operasi SAR Arifin dan Yufaidin di Gunung Bismo Setelah 10 Hari, Pencarian Berakhir Nihil
Ujian Profesi Advokat PERADI, Magelang Menjadi Salah Satu Lokasi Pelaksanaan
Ngobrol Santai Bareng Fey Wong, Mbak DJ Ungkap Perjuangan Bangun Usaha Kuliner Hingga Tembus Mini Expo Tetes Embun
Hutan Pinus di Jalur Alternatif Kaliwiro-Leksono Terbakar, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Api
Kondisi Bayi Terlantar di Klaten Membaik, RSUP Soeradji Serahkan ke Dinsos
Danrem 072/Pamungkas Ajak Prajurit Yonif TP 440/SJS Tingkatkan Disiplin dan Profesionalisme
Rahasia Pupuk dari Buah dan Daun Terungkap di Magelang, Mahasiswa KKN UPN Veteran Gandeng KWT Bangun Pertanian Organik
Breaking News: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Belum Ada Pernyataan Resmi

Berita Lainnya

Senin, 13 Juli 2026 - 09:37 WIB

Yaaqawiyyu Jatinom Digelar 31 Juli, Panitia Targetkan Sebar 6-7 Ton Apem

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:56 WIB

Basarnas Tutup Operasi SAR Arifin dan Yufaidin di Gunung Bismo Setelah 10 Hari, Pencarian Berakhir Nihil

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:11 WIB

Ujian Profesi Advokat PERADI, Magelang Menjadi Salah Satu Lokasi Pelaksanaan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:50 WIB

Ngobrol Santai Bareng Fey Wong, Mbak DJ Ungkap Perjuangan Bangun Usaha Kuliner Hingga Tembus Mini Expo Tetes Embun

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:56 WIB

Hutan Pinus di Jalur Alternatif Kaliwiro-Leksono Terbakar, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Api

Berita Terbaru

Kriminal

Suami Dipenjara, Boru Sinurat Malah Susul Lelaki Pujaannya

Minggu, 12 Jul 2026 - 22:31 WIB