Klaten,TRIBRATA.TV — Bayi perempuan yang ditemukan terlantar di ladang jagung di Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, resmi diserahkan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dissos P3APPKB) Kabupaten Klaten, Jumat (10/7/2026). Setelah menjalani perawatan intensif selama hampir dua pekan, kondisi bayi dilaporkan terus membaik dan berat badannya bertambah sekitar 500 gram.
Prosesi serah terima dilakukan jajaran direksi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro kepada perwakilan Dissos P3APPKB Klaten. Selanjutnya, bayi tersebut akan menjalani pengasuhan di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sembari menunggu proses perlindungan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Sholahuddin Rhatomy, mengatakan tim medis berhasil menangani kondisi bayi sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit oleh kepolisian. Menurut dia, kondisi kesehatan bayi kini stabil sehingga rumah sakit menyatakan bayi layak dipulangkan dari perawatan.
“Alhamdulillah dari awal dibawa ke sini sampai sekarang kondisinya membaik dan berat badannya semakin optimal. Berbagai kondisi kesehatan yang sebelumnya dikhawatirkan juga berhasil kami cegah dan tangani dengan baik,” kata Sholahuddin.
Meski bayi telah keluar dari rumah sakit, Sholahuddin menegaskan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro tetap siap memberikan pelayanan kesehatan apabila sewaktu-waktu diperlukan.
“Harapan kami, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga perlindungan dan pengasuhannya dapat dilakukan secara kolaboratif agar masa depan anak ini tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Dokter Subspesialis Neonatologi RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Muslikhah Yuni Farkhati, menjelaskan pemeriksaan medis tidak menemukan gangguan klinis berat pada bayi. Namun, ia menekankan tim medis tetap akan memantau proses tumbuh kembang bayi dalam beberapa bulan ke depan.
“Secara umum tidak ditemukan kondisi klinis yang berat. Kondisi bayi semakin baik. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu dipantau dalam beberapa bulan ke depan, terutama berkaitan dengan proses tumbuh kembangnya,” kata Muslikhah.
Ia menambahkan, peningkatan berat badan menjadi salah satu indikator positif selama masa perawatan.
“Berat badannya sudah naik sekitar 500 gram sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dissos P3APPKB Kabupaten Klaten, Sri Sunarti, memastikan pemerintah akan memberikan perlindungan dan pengasuhan terbaik bagi bayi tersebut. Setelah proses serah terima, bayi akan ditempatkan di panti yang berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sri berharap bayi itu memperoleh lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang hingga nantinya berpeluang mendapatkan keluarga angkat melalui mekanisme adopsi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Semoga adik ini mendapatkan perawatan terbaik selama di panti. Jika nantinya ada proses adopsi, kami berharap dapat menemukan orang tua angkat yang benar-benar mampu memberikan kasih sayang dan mendukung tumbuh kembangnya,” kata Sri.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak agar kasus serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Klaten.
Kasus ini bermula ketika warga menemukan bayi perempuan tersebut di ladang jagung dekat aliran sungai di Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, pada Minggu (28/6/2026) sore. Saat ditemukan, bayi yang diperkirakan berusia empat hingga enam hari itu berada dalam kondisi memprihatinkan. Bayi ditemukan tanpa pakaian, terus menangis, dan terdapat belatung di bagian bawah dagunya yang diduga berasal dari luka pada tubuhnya.
Warga kemudian mengevakuasi bayi ke permukiman, membersihkannya, lalu melaporkan penemuan tersebut kepada kepolisian. Selanjutnya, personel Polres Klaten bersama Polsek Klaten Utara membawa bayi ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Selain memastikan keselamatan bayi, kepolisian juga masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut. Polisi menelusuri lokasi penemuan, mengumpulkan keterangan saksi, dan mencari keberadaan orang tua kandung bayi.
Kapolres Klaten, AKBP Moh. Faruk Rozi, sebelumnya menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung karena hingga kini belum ditemukan petunjuk mengenai identitas pelaku maupun orang tua kandung bayi.
“Saat ditemukan bayi itu, tidak ada petunjuk identitas apa pun,” kata Faruk.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online




















