Rahasia Pupuk dari Buah dan Daun Terungkap di Magelang, Mahasiswa KKN UPN Veteran Gandeng KWT Bangun Pertanian Organik

- Editorial Team

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Magelang, TRIBRATA TV

Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat terus digencarkan melalui Program Gerapan (Gerakan Rakyat Tanam Pangan) yang dijalankan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN Veteran Yogyakarta Kelompok AA.84.210 bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Karangampel, Kabupaten Magelang, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di rumah Kepala Dusun Karangampel, Akbar Setiawan, menjadi wadah transfer pengetahuan sekaligus praktik pertanian ramah lingkungan.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta adalah pelatihan pembuatan pupuk hayati cair berbahan alami yang memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.

Pelatihan menghadirkan pemerhati lingkungan dan pertanian, Edy Gores, sebagai narasumber.

Ia menjelaskan pupuk hayati cair dapat dibuat dari berbagai bahan yang mudah diperoleh, seperti buah-buahan matang, daun hijau, hingga buah maja yang berfungsi membantu proses fermentasi.

Menurut Edy, setiap jenis buah memiliki kandungan unsur hara, vitamin, enzim, dan mikroorganisme yang berbeda sehingga mampu menghasilkan pupuk hayati berkualitas apabila diproses dengan metode yang tepat.

BACA JUGA  HIMMAH Tebing Tinggi Minta Bebaskan Aktivis Mahasiswa yang Ditahan Polres Batu Bara

Melalui pemanfaatan starter fermentasi berbasis teknologi nano yang ramah lingkungan, mikroorganisme dapat berkembang secara optimal sehingga meningkatkan kesuburan tanah dan menunjang pertumbuhan tanaman secara alami.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari memilih bahan baku lokal, menyiapkan sari buah maja, mencampurkan bahan dengan starter fermentasi, hingga teknik penyimpanan dan aplikasi pupuk pada tanaman.

Proses fermentasi dilakukan dalam wadah tertutup selama sedikitnya tiga minggu agar mikroorganisme berkembang maksimal.

Pupuk hayati cair yang dihasilkan memiliki berbagai manfaat, di antaranya memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas biologis tanah, membantu penyerapan unsur hara, merangsang pertumbuhan akar, mempercepat pembungaan dan pembuahan, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit.

Anggota KWT Karangampel, mahasiswa KKN, dan masyarakat sekitar mengikuti setiap tahapan pembuatan pupuk dengan semangat.

Hasil fermentasi nantinya akan diaplikasikan pada budidaya cabai dan stroberi organik sebagai bagian dari implementasi Program Gerapan.

BACA JUGA  Kapolda Sumsel Silaturahmi Bersama Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa di Rumah Kebangsaan

Penanggung jawab kegiatan, Gadi Nandana, bersama Dewi Kumala, Satria Darma, dan Pramudita menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya menyalurkan bibit cabai dan stroberi kepada masyarakat, tetapi juga membangun kemandirian petani melalui penguasaan teknologi pembuatan pupuk organik dari bahan yang tersedia di sekitar mereka.

“Harapannya masyarakat tidak lagi bergantung pada pupuk kimia. Dengan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, warga dapat memproduksi pupuk hayati sendiri sehingga biaya produksi lebih hemat, tanah tetap sehat, dan hasil pertanian semakin berkualitas,” ujarnya.

Ketua KWT Karangampel, Befus Feni Efyanti, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta dan narasumber.

Ia menilai ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal penting bagi anggota KWT dalam mengembangkan pertanian organik yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dusun Karangampel, Akbar Setiawan, berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat terus berlanjut sehingga mampu melahirkan berbagai inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.

BACA JUGA  Elemen Mahasiswa Sumut Bertemu Kapolda, Dorong Kolaborasi Tekan Narkoba dan Kriminalitas

Melalui Program Gerapan, kolaborasi mahasiswa, kelompok tani, dan masyarakat membuktikan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal mampu menjadi solusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik pertanian organik yang berkelanjutan. (Hari Prasetya)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Danrem 072/Pamungkas Ajak Prajurit Yonif TP 440/SJS Tingkatkan Disiplin dan Profesionalisme
Breaking News: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Belum Ada Pernyataan Resmi
Pencarian Apin dan Idin di Gunung Bismo Masuk Hari Ke-8, Operasi SAR Resmi Diperpanjang hingga Sabtu
BPOM Semarang Gandeng Komisi IX DPR RI Tingkatkan Literasi Obat Aman di Magelang
Polisi Tangkap Pria Modus Kencan Bawa Kabur HP di Solo, Lima Perempuan Diduga Jadi Korban
Pemkab Sleman Pelajari Sistem Rujukan BPJS PBPU di RSUD Kajen, Siapkan Penguatan Layanan Kesehatan
Update Gunung Bismo: Hari Keenam Pencarian Arifin dan Yufaidin, Tim SAR Perluas Penyisiran ke Sidongkal
Diduga Korsleting Listrik, Mitsubishi Jetstar Modifikasi Pikap Ludes Terbakar di Magelang

Berita Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:11 WIB

Danrem 072/Pamungkas Ajak Prajurit Yonif TP 440/SJS Tingkatkan Disiplin dan Profesionalisme

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:14 WIB

Rahasia Pupuk dari Buah dan Daun Terungkap di Magelang, Mahasiswa KKN UPN Veteran Gandeng KWT Bangun Pertanian Organik

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:25 WIB

Breaking News: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Belum Ada Pernyataan Resmi

Jumat, 10 Juli 2026 - 03:49 WIB

Pencarian Apin dan Idin di Gunung Bismo Masuk Hari Ke-8, Operasi SAR Resmi Diperpanjang hingga Sabtu

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:41 WIB

BPOM Semarang Gandeng Komisi IX DPR RI Tingkatkan Literasi Obat Aman di Magelang

Berita Terbaru

Kriminal

Begal Sadis Diringkus Tekab Polsek Medan Kota

Jumat, 10 Jul 2026 - 09:35 WIB