Sleman,TRIBRATA.TV — Aksi demonstrasi yang digelar di kawasan Pertigaan Colombo, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (13/6), berlangsung hingga sore hari dengan jumlah peserta yang terus bertambah. Massa yang terdiri dari mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat menyampaikan berbagai tuntutan serta kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Aksi mulai berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB dengan jumlah peserta awal diperkirakan lebih dari 200 orang. Massa berkumpul di sekitar simpang Colombo dan melakukan orasi secara bergantian. Kehadiran peserta aksi menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kepadatan dan kemacetan.
Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh seorang pendeta. Dalam doa tersebut, peserta berharap seluruh rangkaian aksi dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Sejumlah tokoh dari kalangan akademisi dan organisasi masyarakat turut menyampaikan pandangannya. Salah satunya adalah dosen Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, yang hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, perwakilan berbagai organisasi masyarakat dan komunitas juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi sosial, ekonomi, dan pemerintahan.
Dalam orasi yang berlangsung selama aksi, para peserta menyoroti berbagai persoalan yang dinilai belum terselesaikan oleh pemerintah. Kritik yang disampaikan mencakup isu ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga berbagai kebijakan publik yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.
Perwakilan komunitas pengemudi ojek online Yogyakarta turut menyuarakan keluhan terkait kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi jenis Pertamax yang dinilai tidak diimbangi dengan penyesuaian tarif layanan. Menurut mereka, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan para pengemudi di tengah meningkatnya biaya operasional.
Selain penyampaian orasi, aksi juga diisi dengan penampilan musik dan lagu-lagu penyemangat yang dibawakan oleh sejumlah peserta. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menjaga semangat massa selama mengikuti demonstrasi.
Sepanjang aksi berlangsung, sejumlah orator menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah dan Presiden. Beberapa peserta juga menyerukan perlunya perubahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan apabila berbagai persoalan yang mereka soroti tidak kunjung mendapat penyelesaian.
Memasuki sore hari, jumlah peserta aksi terus meningkat. Sekitar pukul 16.24 WIB, jumlah massa diperkirakan mencapai sekitar 700 orang. Massa aksi masih bertahan di lokasi hingga sore hari dan terus menerima kedatangan peserta dari berbagai kelompok.
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung. Belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pemerintah maupun aparat terkait mengenai tuntutan yang disampaikan peserta aksi maupun kondisi lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









