Labuhanbatu Selatan, TRIBRATA TV
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Torgamba, Rabu (11/02/2026) di Aula Kantor Camat Torgamba mendadak berubah tegang sesaat setelah Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang,S.H.,memasuki ruangan.
Di hadapan orang nomor satu di daerah itu, kegaduhan yang melibatkan Ketua BPD Desa Aek Batu, Miran dan Camat Torgamba, Boy Gusman Aidil Salam, sontak membekukan forum strategis tersebut.
Atmosfer Musrenbang yang semula tertib, serius dan sarat tanggung jawab,mendadak dipenuhi suara adu argumen. Perdebatan yang berlangsung hampir 15 menit itu menyita perhatian seluruh hadirin.
Namun di tengah situasi tersebut,Bupati Fery justru menunjukkan sikap kepemimpinan yang matang. Dengan raut wajah serius namun terkendali,ia menyimak jalannya perdebatan tanpa reaksi berlebihan.
Ketegangan itu sempat memunculkan kekhawatiran, mengingat Musrenbang merupakan forum terhormat yang menjadi fondasi penyelarasan aspirasi masyarakat desa dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Namun,ketika suasana masih memanas, sebuah kejutan tak terduga justru mengubah arah cerita.
Sejumlah pegawai Kecamatan Torgamba tiba-tiba memasuki aula sambil membawa nasi tumpeng. Musik ulang tahun mengalun, memecah keheningan yang sempat menegang. Spontan,seluruh hadirin berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah.
Ketegangan yang sebelumnya mengeras pun mencair,bberganti suasana hangat,akrab dan penuh kebersamaan.
Kegaduhan yang terjadi ternyata merupakan bagian dari skenario kejutan ulang tahun ke-41 untuk Bupati Fery. Ketua BPD Desa Aek Batu, Miran, mengungkapkan bahwa dirinya memang diminta berperan menciptakan suasana seolah-olah terjadi perselisihan.
“Ketika rombongan Bupati tiba dan baru saja duduk, saya memainkan peran seolah-olah bertengkar dengan Camat.Saya meluapkan emosi dan menunjuk-nunjuk hampir 15 menit. Itu bagian dari kejutan,” ujar Miran,disambut tawa dan senyum para peserta.
Menyikapi kejutan tersebut,Bupati Fery menunjukkan sikap dewasa dan penuh keteladanan. Dengan senyum hangat,ia menyampaikan apresiasi atas perhatian, kekompakan dan kebersamaan yang ditunjukkan jajaran Kecamatan Torgamba bersama para kepala desa.
“Terima kasih kepada Camat Torgamba dan jajaran, serta Saudara Miran selaku Ketua BPD Desa Aek Batu atas kejutannya. Ini menjadi momen kebersamaan yang tak terlupakan, terlebih karena ini merupakan Musrenbang terakhir Kecamatan Torgamba,”ucap Bupati.
Sebagai simbol keakraban dan harmoni, Bupati Fery bahkan memanggil Miran ke depan dan secara langsung menyuapkan nasi tumpeng. Aksi spontan tersebut disambut tepuk tangan meriah,menjadi penanda bahwa kebersamaan dan kedewasaan mampu meredam segala perbedaan.
Di balik momen penuh kehangatan itu, Musrenbang Kecamatan Torgamba tetap berjalan tertib,fokus dan produktif. Sebanyak 14 desa menyampaikan usulan prioritas pembangunan untuk tahun anggaran mendatang,mencerminkan semangat partisipatif masyarakat dalam merancang masa depan daerah.
Dalam arahannya,Bupati Fery menegaskan pemerintah daerah akan memfokuskan prioritas pembangunan tahun ini pada rehabilitasi bangunan sekolah. Ia menekankan pentingnya memastikan fasilitas pendidikan yang layak sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu,usulan pembangunan pagar sekolah untuk sementara belum dapat diakomodir dan dialihkan pada kebutuhan yang lebih mendesak. Bupati menjelaskan bahwa rehabilitasi ringan dengan kebutuhan di bawah 25 persen dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Adapun rehabilitasi di atas 25 persen yang masuk kategori berat akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan sikap tegas namun tetap harmonis, Bupati Fery menekankan setiap kebijakan pembangunan harus berorientasi pada kebutuhan mendasar masyarakat,disertai prinsip efektivitas dan akuntabilitas anggaran.
Sementara itu, Camat Torgamba,Boy Gusman Aidil Salam, secara tegas menancapkan arah dan prioritas pembangunan kecamatan dalam Musrenbang tersebut. Ia menegaskan perannya sebagai pemimpin yang visioner, responsif dan berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.
Di hadapan jajaran perangkat daerah, kepala desa, tokoh masyarakat,serta pemangku kepentingan lintas sektor,Boy Gusman menekankan Musrenbang tidak boleh direduksi menjadi agenda seremonial belaka. Forum ini,menurutnya,harus menjadi ruang strategis dan bermartabat untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang terarah,terukur dan berkelanjutan.
Lebih jauh, ia minta setiap usulan yang lahir dari desa harus disaring dengan prinsip keadilan, skala prioritas dan kesinambungan pembangunan,agar benar-benar menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat. Sinergi antara perencanaan yang matang, partisipasi publik yang aktif, serta komitmen bersama seluruh elemen pemerintahan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Torgamba yang maju, tertata dan berdaya saing,tanpa meninggalkan nilai kebersamaan dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. (Jhon Pitra)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








