Sitaro, TRIBRATA TV
Usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, suasana kerja di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali bergeliat. Apel perdana yang digelar Selasa (8/4/2025) menjadi ajang refleksi dan penyuntik semangat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) untuk kembali fokus pada tanggung jawab mereka sebagai pelayan publik.
Dalam apel tersebut, Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, tampil tegas namun membangkitkan semangat. Ia tidak hanya menyampaikan ucapan selamat hari raya, tetapi juga menekankan pentingnya konsistensi dan komitmen terhadap tugas negara. “Kehadiran dalam apel ini bukan sekadar formalitas, tapi cerminan tanggung jawab kita bersama,” ucapnya di hadapan peserta apel.
Apel itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, fungsional, serta seluruh ASN dan THL. Atmosfer kebersamaan pasca-lebaran tampak menjadi energi baru untuk menata langkah ke depan.
Yang menarik, Bupati Chyntia memberikan penekanan khusus soal ritme kerja yang harus segera kembali normal. “Kita tak boleh berlama-lama dalam euforia libur. Ada banyak program prioritas yang menanti kita realisasikan,” katanya. Kalimat ini mencerminkan urgensi dan keseriusan dalam tata kelola pemerintahan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini Bupati juga menggarisbawahi pentingnya inovasi dan kolaborasi. Dalam dunia birokrasi yang cenderung formal, ajakan untuk lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat menjadi angin segar. “Sikap kita mencerminkan wajah pemerintah. Maka dari itu, mari kita jaga integritas dan kepercayaan publik,” tegasnya.
Sudut pandang berbeda muncul saat melihat pernyataan Bupati sebagai bentuk upaya membangun budaya kerja baru di lingkungan ASN. Ia tidak hanya bicara soal kehadiran fisik, tapi juga kehadiran komitmen. Dalam situasi politik dan sosial yang dinamis, peran ASN sebagai perekat sosial sangat vital.
Menariknya, Bupati juga menyinggung pentingnya menjaga netralitas dan tidak terprovokasi oleh isu yang berkembang di masyarakat. Hal ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan iklim birokrasi yang profesional, terutama menjelang tahun politik.
Motivasi terakhir yang disampaikan Bupati—“Gagal lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali”—menjadi penutup yang membekas. Bukan hanya ajakan untuk berani, tetapi juga dorongan untuk melampaui zona nyaman dalam memberi pelayanan terbaik bagi rakyat.
Apel ini tak hanya dimaknai sebagai rutinitas awal kerja, namun juga sebagai panggung untuk membangun kesadaran kolektif bahwa ASN adalah garda terdepan pelayanan publik. Pesan moral yang dibawa adalah bahwa setiap momentum, termasuk usai Lebaran, bisa menjadi titik balik menuju perubahan yang lebih baik.
Dengan semangat baru dan visi yang diperkuat, diharapkan ASN Sitaro mampu menjawab tantangan zaman dan menjadikan daerah kepulauan ini lebih tangguh dan adaptif. Apel ini adalah awal, tetapi kerja keras sesungguhnya baru dimulai. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








