PT Pangkatan Indonesia Digugat 2 Karyawannya di PHI Medan

- Editorial Team

Senin, 6 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

Kasus pemberhentian karyawan sepihak oleh PT Pangkatan Indonesia yang beralamat di Desa Pangkatan Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara memasuki babak baru.

Melalui kuasa hukumnya, Jonni Silitonga SH MH, dua karyawan perusahaan perkebunan itu memasukan gugatan ke PHI di Pengadilan Negeri Kelas I A Medan pada Kamis (2/12/2021) pekan lalu.

“Ada dua perkara atas dua karyawan yang diberhentikan PT Pangkatan Indonesia kita daftarkan,” kata Jonni kepada TRIBRATA TV.

Menurutnya pengajuan gugatan ini sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang-undang No. 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) yang berbunyi, “apabila salah satu atau kedua belah pihak menolak anjuran tertulis Dinas Tenaga Kerja maka pihak yang keberatan dapat melanjutkan ke Pengadilan Hubungan Industrial”,

BACA JUGA  Sekuriti PT Belian Mill Ditemukan Meninggal di Rumahnya

Dalam gugatan register perkara Imam Siswanto no. 417/Pdt.Sus.PHI/2021/PN Mdn itu, kata Jonni, klientnya Imam Siswanto di PHK perusahaan dengan alasan klientnya telah lalai dalam menjalankan tugas sehingga terjadi kasus pencampuran air ke dalam tangki Storage Oil No. 1 pada tanggal 21 Juni 2021. “Ini alasan yang dibuat-buat, tidak mendasar dan bertentangan undang-undang Tenaga Kerja,” katanya.

Karena berdasarkan Pasal 151 ayat (3) menyebutkan: “Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) benar-benar tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja dengan pekerja/ buruh setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial”.

Juga dalam Pasal 155 ayat (1) yaitu: “Pemutusan Hubungan Kerja tanpa Penetapan Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 ayat (3) batal demi hukum.

BACA JUGA  Berkas Perkara Pembunuhan Hakim Jamaluddin Diserahkan Ke Kejari Medan

Atas pasal-pasal tersebut jelas klien kami berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja sesuai dan uang pengganti hak, tandas Jonni lagi.

Jonni juga menyebutkan meminta dalam gugatannya agar hakim memerintahkan tergugat (PT. Pangkatan Indonesia) untuk membayar upah selama proses penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 37/PUU-XI/2011 untuk 6 bulan gaji.

Sementara dalam gugatan kedua dengan register perkara No. 418/Pdt.Sus.PHI/2021/PN Mdn, atas nama Suprianto, juga menggugat PT. Pangkatan Indonesia. “Karakter kasusnya tidak jauh berbeda dengan gugatan atas nama Imam Siswanto,” kata Jonni yang juga menjabat Ketua Pembina Pusat Bantuan Hukum Suara Keadilan Indonesisa (PBH SKI).

Ia menyebutkan gugatan Siswanto sudah berlaku Undang-undang No 11 Taun 2021 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021.

BACA JUGA  Manajemen Kebun Gunung Pamela Berikan Cendramata untuk Karyawan yang Pensiun

“Saya berharap dan berkeyakinan hakim akan memutuskan gugatan kita sesuai petitum yang disampaikan,” tutupnya. (Edrin)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Akun TikTok “Lika-Liku NTT” Diseret ke Penyidikan, Gubernur Melki: Stop Tebar Hoaks!
Ilegal Mining di Kabupaten Buru Bertambah Parah, Tambang Gunung Botol Disisir, Gunung Nona Dibiarkan
Balita 3 Tahun Meninggal Usai CT Scan di RSUD Prambanan, Keluarga Pertanyakan Tiga Kali Sedasi
Polda DIY Tetapkan Lurah Condongcatur Tersangka Kasus Korupsi TKD, Negara Rugi Lebih dari Rp 1 Miliar
Polres Buru Tengah Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Waegeren
‎Tangkap GS, Korban Culik dan Aniaya Bertambah, Jari Putus dan Masih Disekap
Ucapan Duka Cita dan Santunan Diapresiasi Namun Harus Ada yang Bertanggungjawab Atas Kelalaian PT Nindya Karya
Kisruh Warisan Keluarga Besar Nadeak, Polisi Gerak Cepat Ungkap Misteri Saham yang Hilang

Berita Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:08 WIB

Akun TikTok “Lika-Liku NTT” Diseret ke Penyidikan, Gubernur Melki: Stop Tebar Hoaks!

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:33 WIB

Ilegal Mining di Kabupaten Buru Bertambah Parah, Tambang Gunung Botol Disisir, Gunung Nona Dibiarkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:59 WIB

Balita 3 Tahun Meninggal Usai CT Scan di RSUD Prambanan, Keluarga Pertanyakan Tiga Kali Sedasi

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:45 WIB

Polda DIY Tetapkan Lurah Condongcatur Tersangka Kasus Korupsi TKD, Negara Rugi Lebih dari Rp 1 Miliar

Senin, 1 Juni 2026 - 06:32 WIB

Polres Buru Tengah Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Waegeren

Berita Terbaru

Kriminal

Januari-Mei, Polda Riau Bongkar 1.333 Kejahatan Jalanan

Rabu, 3 Jun 2026 - 18:03 WIB

error: Content is protected !!