Kerumunan Massa Saat Vaksinasi Akumulasi Tingginya Kepercayaan Masyarakat pada Polri

- Editorial Team

Kamis, 5 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, TRIBRATA TV

Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) menilai, desakan dari pihak tertentu yang menginginkan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra untuk dicopot karena kerumunan warga di lokasi Gebyar Vaksin Presisi, merupakan tuntutan keliru.

“Kerumunan itu merupakan bukti tingginya antusias masyarakat karena ingin disuntik vaksin. Antusiasme masyarakat ke lokasi vaksinasi di Gedung Serba Guna Jalan Williem Iskandar Medan tersebut, merupakan akumulasi dari tingginya kepercayaan publik,” ujar Koordinator PMPHI, Gandi Parapat, Kamis (5/8/2021).

Gandi Parapat mengatakan, aparat keamanan tidak dapat disalahkan terkait dengan terjadinya kerumunan tersebut. Kerumunan itu juga tidak dapat ditafsirkan sebagai bagian dari kelalaian Kapolda Sumut. Anggota yang bertugas melakukan pengamanan di lokasi vaksinasi pun tak dapat disalahkan.

“Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan TNI semakin meningkat karena begitu gencar dalam melaksanakan vaksinasi. Berbeda dengan institusi maupun lembaga lain, yang terkesan kurang melakukan sosialisasi untuk pelaksanaan vaksinasi di tengah masyarakat,” ungkap Gandi Parapat.

Oleh karena itu, Gandi menilai adanya desakan dari kelompok pihak tertentu yang menjadikan kerumunan massa di sekitar lokasi vaksinasi adalah bagian kegagalan Kapolda Sumut, sangat tidak relevan. Soalnya, kegiatan vaksinasi itu merupakan misi kemanusiaan oleh Polri untuk masyarakat.

BACA JUGA  Bupati Taput Tinjau Vaksinasi di HKBP Sabungan

“Tujuan utama Polda Sumut dalam melaksanakan Gebyar Vaksin Presisi itu untuk menyelamatkan nyawa manusia di tengah lonjakan wabah pandemi Covid-19. Tingginya antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai penjuru di luar dari prediksi aparat kepolisian,” ungkap Gandi Parapat.

Menurut Gandi, polisi tidak dapat membubarkan kerumunan karena kedatangan masyarakat bukan untuk berdemonstrasi. Masyarakat datang karena ingin mendapatkan suntikan vaksin. Selain itu, jumlah aparat yang melakukan pengamanan tidak sebanding dengan massa yang terus berdatangan.

“Saya berani menyampaikan bahwa anggota tidak melakukan kesalahan saat terjadinya kerumunan tersebut. Ini karena anggota juga berulangkali mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, yang salah satunya meminta masyarakat supaya menjaga jarak,” kata Gandi Parapat.

Bila dilihat dari situasi dan kondisi di tengah kerumunan tersebut, petugas yang melakukan pengamanan pun tidak dapat mengambil langkah tegas. Apalagi jika sampai berani melakukan pembubaran secara paksa. Tentunya situasi di lokasi kejadian akan semakin memburuk.

BACA JUGA  Kapolda Riau Apresiasi Inovasi Percepatan Laju Vaksinasi Covid-19

Gandi menilai, ada pihak tertentu yang dengan sengaja mendesak pimpinan Polri untuk mencopot jabatan Kapolda Sumut. Desakan itu kemungkinan sengaja diungkapkan ke publik karena menganggap kerumunan massa di lokasi vaksinasi, sebagai kegagalan kepemimpinan Kapolda Sumut.

“Patut dicurigai, ada kepentingan dari pihak tertentu yang belum dapat diakomodir oleh Kapolda Sumut. Apalagi, tradisi di daerah ini, setiap kapolda yang baru masuk ke Sumut, selalu mendatangi atau menerima setiap perwakilan organisasi, sebagai tanda untuk perkenalan diri,” jelasnya.

Namun, sambung Gandi, Irjen Panca Putra belum dapat melakukan ini. Gandi menilai apa yang dilakukan Kapolda Panca Putra itu bisa dipahami dan dimaklumi. Soalnya, kondisi pandemi Covid-19 membuat Kapolda Sumut harus bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyebaran virus corona.

“Irjen Panca Putra ini merupakan salah satu dari putra daerah terbaik asal daerah ini. Sepak terjangnya dalam melaksanakan tugas pun sudah tidak diragukan lagi. Adanya desakan dari segelintir pihak tertentu kepada pimpinan Polri untuk mencopot jabatan Kapolda Sumut ini, bukan merupakan karakter masyarakat daerah ini,” terang Gandi.

BACA JUGA  Malam ini Bos Judi Online Apin BK Tiba di Medan

Oleh karena itu, Gandi mengajak masyarakat maupun elemen lainnya, supaya bersatu membantu aparat TNI, Polri maupun pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona di tengah pandemi ini. Berikan dukungan dengan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. (Edrin/r)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Dari Gotong Royong Hingga Tinjau Infrastruktur, Wakil Bupati Nisel Bawa Kabar Baik untuk Onolalu
Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎
Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Terintegrasi dan Komprehensif
Tidak Benar Isu Rutan Humbahas Dijadikan Markas Penipuan
Masyarakat Menjerit Gas 3 Kg Langka di Labura, Kabag Perekonomian Kaget: Kami Baru Tahu
Kapolres Langkat Tunjukkan Kepedulian terhadap Lansia di Secanggang, Humanisme Polri Hadir di Tengah Masyarakat
Kades Silumajang Dampingi PU Labura Ukur Jembatan Pulo Godan
Jermal Digempur Lagi, Ada Barak Narkoba Model Baru

Berita Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:18 WIB

Dari Gotong Royong Hingga Tinjau Infrastruktur, Wakil Bupati Nisel Bawa Kabar Baik untuk Onolalu

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:11 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:40 WIB

Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan Perencanaan Pembangunan Daerah yang Terintegrasi dan Komprehensif

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:21 WIB

Tidak Benar Isu Rutan Humbahas Dijadikan Markas Penipuan

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:28 WIB

Masyarakat Menjerit Gas 3 Kg Langka di Labura, Kabag Perekonomian Kaget: Kami Baru Tahu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!