Tim Badan Gizi Nasional Gelar Rakor dengan Pemkab Nias Bangun Unit Pelayanan Makanan Bergizi

- Editorial Team

Rabu, 5 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias, TRIBRATA TV

Badan Gizi Nasional menggelar Rapat Koordinasi secara Vidcon terkait tindaklanjut pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di Kabupaten Nias, bertempat di Aula Gido Lantai III Kantor Bupati Nias, Selasa (04/06/2024).

Dandim 0213 Nias, Torang Parulian Malau melaporkan Kodim Nias selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Nias dalam setiap kegiatan. Ia menyampaikan Kepulauan Nias terdiri dari 4 Kabupaten 1 Kota yang tergolong dalam 3T. Secara khusus, Kabupaten Nias yang terdiri dari 10 Kecamatan dan 170 Desa dengan segala keterbatasannya sangat tergolong 3T.

“Saya berharap agar Kabupaten Nias menjadi prioritas dan padat proyek dalam Pembangunan Unit Pelayanan Makan Bergizi. Dengan segala keterbatasannya, saya berharap agar tahun ini dapat terwujud pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di wilayah Kabupaten Nias dan kami siap mendukung program ini,” katanya.

Titik lokasi pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi di wilayah Kabupaten Nias terletak di Desa Somi dengan luas 25 x 25 meter persegi. Status lahan milik Pemerintah Kabupaten Nias dan akan dihibahkan kepada Kodim 0213 Nias. 

BACA JUGA  Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi, Pj Walikota Lhokseumawe: Integritas Kunci Lawan Korupsi

Terkait sumber air, jika menggunakan air PDAM membutuhkan jarak 2 Km sampai ke titik lokasi. Untuk itu, sebagai alternatifnya menggunakan sumur bor. Juga di sekitaran gedung nantinya akan ditanami tanaman holtikultura sebagai bahan baku tambahan dalam hal ini akan dikoordinir oleh Dinas Pertanian Kabupaten Nias.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nias Rahmani O. Zandroto mengatakan berdasarkan hasil Survei Stunting, yang sebelumnya angka Prevalensi Stunting sebesar 25% pada tahun 2022 dan telah turun menjadi 20,3%. Setelah di data kembali, stunting ini dialami oleh Balita, Remaja, Keluarga Miskin dan Pelajar Sekolah.

Terdapat 2.500 siswa yang tersebar di 220 sekolah se-Kabupaten Nias mengalami stunting.

Beberapa kendala yang dihadapi oleh Kabupaten Nias, jarak tempuh yang cukup jauh karena kondisi geografis, sebaran yang sangat luas dan tidak semua siswa menjadi sasaran penerima manfaat.

Menurutnya, solusi atas kondisi tersebut adalah pengusulan kuota penerima manfaat ditambah sebanyak 10.000 penerima manfaat dan bahan makanan yang digunakan nantinya kalau bisa berasal dari bahan lokal dari Kabupaten Nias. Dimana, bahan lokal ini juga nantinya secara tidak langsung mendongkrak produksi pertanian di Kabupaten Nias itu sendiri.

BACA JUGA  Bupati Nias Resmi Buka Pembekalan Kepala Desa Hasil Pilkades 2022

Sementara itu, Ketua Tim Badan Gizi Nasional menyampaikan kondisi Kabupaten Nias yang tergolong 3T sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, terkait persiapan Gedung, Dapur, Bahan Baku Makanan, Susu dan Kualitasnya harus di diskusikan secara intensif. Tentunya, hal ini akan ia sampaikan kepada pimpinan yaitu Bapak Presiden bertepatan setiap minggunya dilakukan pertemuan dan rapat bersama terkait program ini.

Pada tahun 2024 anggaran masih belum tertuang dalam APBN tapi untuk sementara tersedia kuota sebanyak 349 lokasi pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi se-Indonesia. Bila sudah ada anggarannya, kita akan mengusulkan 10.000 pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi se-Indonesia.

$Saya sepakat bila bahan baku yang digunakan adalah produk asli dari Kabupaten Nias namun harus sesuai dengan standarisasi gizi. Selain itu, pemenuhan gizi juga harus efisien dan termasuk SDM yang akan terlibat, contohnya, chef atau tukang masak,”katanya.

BACA JUGA  Puskesmas Onolalu Gelar Vaksinasi Tahap 2

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pardin M. Harefa menyampaikan Pemerintah Kabupaten Nias menyambut baik program ini. Ada 2 tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Nias saat ini yaitu Kemiskinan Ekstrim dan Stunting.

“Kami berharap melalui program ini dapat mengatasi tantangan tersebut serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Nias khususnya. Selain itu, kami berharap agar Kabupaten Nias dapat menjadi Lokus yang diprioritaskan dalam pembangunan Unit Pelayanan Makanan Bergizi,” katanya.

Sumber : niaskab.go.id

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk
‎9 Tahun Urus Izin Gereja GPT Tidak Keluar, Syarat Lengkap Pemko Medan Hanya Janji
Kapolres Samosir Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkotika dan Ilegal Logging
Nama Kolonel Maludin Simbolon Resmi Diabadikan Jadi Nama Ruas Jalan Utama di Samosir
Polres Tebing Tinggi Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas di SMKN 1
Hari Kedua Penyaluran PIP di Kabupaten Samosir, Rapidin Datang ke Sekolah Terpencil
Buka Pendidikan Bintara Polri di SPN Hinai, Wakapolda Sumut Tekankan Moral, Integritas, dan Pelayanan
Memenuhi Unsur, Oknum Pengacara Tersangka di Polda Sumut ‎

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:20 WIB

‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:25 WIB

‎9 Tahun Urus Izin Gereja GPT Tidak Keluar, Syarat Lengkap Pemko Medan Hanya Janji

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:42 WIB

Kapolres Samosir Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkotika dan Ilegal Logging

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:31 WIB

Nama Kolonel Maludin Simbolon Resmi Diabadikan Jadi Nama Ruas Jalan Utama di Samosir

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:19 WIB

Polres Tebing Tinggi Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas di SMKN 1

Berita Terbaru