Gayo Lues, TRIBRATA TV
Pembangunan bronjong penahan tebing di Sungai Aih Bobo Desa Rigeb Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menjadi sorotan sekaligus harapan besar bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun dihantui ancaman banjir.
Warga berharap proyek tersebut benar-benar mampu memberikan perlindungan bagi pemukiman dan lahan pertanian yang selama ini kerap terdampak luapan sungai saat musim hujan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan bronjong kini tengah berlangsung. Material batu mulai disusun ke dalam anyaman kawat sebagai penguat bantaran sungai. Kehadiran proyek tersebut disambut positif masyarakat, namun mereka menitipkan satu harapan besar agar pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis sehingga hasilnya benar-benar bertahan dalam jangka panjang.
Salah seorang warga Desa Rigeb, Aman Selena, kepada media ini menyampaikan rasa syukur atas pembangunan tersebut. Menurutnya, masyarakat sudah lama menantikan adanya penanganan serius terhadap ancaman banjir yang setiap tahun mengganggu kehidupan warga.
“Semoga pembuatan bronjong ini benar-benar memberikan manfaat bagi kami untuk mengatasi banjir yang melanda desa kami. Kami berharap pihak pelaksana mengerjakannya dengan baik, sehingga hasilnya kuat dan bisa melindungi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Harapan itu dinilai sangat wajar. Sebab, bronjong bukan sekadar tumpukan batu yang dibungkus kawat, melainkan infrastruktur pengendali banjir yang menyangkut keselamatan warga, perlindungan aset masyarakat, hingga keberlangsungan aktivitas ekonomi di desa.
Masyarakat juga berharap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pelaksana, konsultan pengawas hingga instansi terkait, dapat memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan mengutamakan mutu. Kualitas pekerjaan menjadi faktor utama agar bangunan mampu menahan derasnya arus sungai ketika debit air meningkat.
Warga menegaskan proyek yang menggunakan anggaran negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mereka tidak menginginkan pembangunan yang hanya selesai secara administratif, tetapi lemah secara kualitas dan tidak mampu menjawab persoalan banjir yang selama ini menjadi momok bagi Desa Rigeb.
Pembangunan bronjong di Sungai Aih Bobo diharapkan menjadi awal hadirnya perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat. Sebab, keberhasilan sebuah proyek bukan hanya diukur dari rampungnya pekerjaan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam menjaga keselamatan, melindungi lingkungan, dan mengurangi risiko bencana banjir di masa mendatang.(Raga)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online




















