Sanggau, TRIBRATA TV
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, masyarakat di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menghadapi kelangkaan gas LPG 3 kilogram. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada bahan bakar bersubsidi tersebut untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pangkalan dan pengecer mengalami kekosongan stok gas LPG 3 kg selama beberapa hari terakhir. Jika pun tersedia, harganya melonjak jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Biasanya kami bisa beli gas dengan harga Rp24.000 sampai Rp30.000, sekarang bisa sampai Rp35.000 bahkan Rp40.000. Itu pun susah didapat,” ujar salah seorang warga Dusun Entikong yang tidak mau disebutkan identitasnya, Rabu (4/6/2025).
Kelangkaan ini dikhawatirkan akan semakin parah seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan konsumsi pangan masyarakat menjelang perayaan Idul Adha, yang biasanya identik dengan kegiatan memasak dalam jumlah besar.
Sejumlah pihak menilai distribusi gas LPG ke daerah perbatasan seperti Entikong masih jauh dari ideal. Jalur distribusi yang panjang, minimnya armada, serta lemahnya pengawasan terhadap jalur distribusi menjadi penyebab utama kelangkaan ini.
Pihak pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi yang memadai terkait kondisi tersebut. Beberapa warga berharap pemerintah pusat dan Pertamina segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini sebelum hari raya tiba.
“Kami minta perhatian serius dari pemerintah. Jangan sampai kami merayakan Idul Adha tanpa bisa memasak untuk keluarga,” kata Tedi, warga setempat.
Seruan untuk penanganan cepat dan tepat
atasi kelangkaan gas LPG 3 kg ini menjadi cermin nyata masih adanya ketimpangan dalam distribusi bahan pokok bersubsidi di wilayah perbatasan. Pemerintah dituntut untuk segera melakukan intervensi melalui pengawasan distribusi, penambahan pasokan, serta pemberantasan praktik penimbunan yang merugikan masyarakat kecil.
Masyarakat berharap agar momentum hari besar keagamaan seperti Idul Adha menjadi perhatian khusus dalam perencanaan distribusi energi, khususnya di wilayah terpencil dan perbatasan yang rentan terhadap krisis pasokan.(Syamsumen)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









