Prioritaskan Pengusaha Lokal Kelola Limbah, Aksi LSM Dinilai Ganggu Iklim Investasi di KIIC

- Editorial Team

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, TRIBRATA TV

Aksi demonstrasi kelompok lembaga swadaya masyarakat (LSM) di depan PT TJ Forge Indonesia, Kawasan Industri KIIC, kembali memicu keluhan dari pekerja dan warga.

Unjuk rasa yang berlangsung berulang kali itu dinilai mengganggu aktivitas industri, memacetkan akses utama kawasan, dan menimbulkan kebisingan yang meresahkan.

KIIC -yang berstatus sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas)- menjadi salah satu kawasan industri yang menampung perusahaan multinasional dan sangat bergantung pada stabilitas operasional. Gangguan beruntun ini dikhawatirkan menimbulkan citra negatif terhadap iklim investasi di Karawang.

“Setiap demo pasti macet dan ribut. Pekerjaan jadi kacau,” ujar seorang karyawan PT TJ Forge Indonesia yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (3/12/2025).

Keluhan serupa datang dari warga sekitar yang merasa aktivitas harian mereka terganggu oleh keramaian yang terus terjadi.

BACA JUGA  Kadis Naker Medan Janji Panggil Manajemen PT United Rope Pekan Depan

Indikasi Tekanan Setelah Kontrak Limbah Diputus
Sumber internal kawasan menyebut pola demonstrasi tersebut bukan sekadar protes lingkungan, tetapi diduga berkaitan dengan pemutusan kontrak pengelolaan limbah perusahaan.

Kontraktor lama yang tidak lagi mendapat pekerjaan, menurut sumber, diduga merespons pemutusan itu dengan melakukan tekanan melalui jejaring LSM.

Informasi serupa disampaikan sejumlah tokoh desa yang mengetahui alur perpindahan kontrak. “Akar masalahnya bukan isu lingkungan, tapi pertarungan bisnis pengelolaan limbah,” ujar salah satu pejabat desa yang enggan disebut namanya.

Para pelaku industri di KIIC menilai situasi ini “tidak normal” dan berpotensi menjadi catatan negatif bagi calon investor. “Ini kawasan industri besar. Stabilitas itu nomor satu,” kata seorang pengusaha yang beroperasi di kawasan tersebut.

PT TJ Forge Pilih Pengusaha Lokal
Alih-alih kembali ke kontraktor lama, PT TJ Forge Indonesia memilih menunjuk pengusaha lokal dari Desa Sirnabaya sebagai mitra pengelolaan limbah baru. Penunjukan itu dilakukan berdasarkan rekomendasi lembaga desa, antara lain LPM, BPD, dan BUMDes Sirnabaya.

BACA JUGA  GMNI Demo DPRD dan Polres Labuhanbatu, Desak KPU Diperiksa

Forum Pengusaha Bersama Desa Sirnabaya (FPBDS) menilai langkah tersebut sebagai keputusan yang tepat. “Ini memperkuat ekonomi warga sekitar, memastikan kontribusi perusahaan kembali ke desa, dan membangun hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” ujar Ketua FPBDS.

Sejumlah tokoh masyarakat juga mengapresiasi langkah PT TJ Forge yang dianggap lebih transparan dan adil dibanding mempertahankan kontraktor sebelumnya.

Dengan semakin jelasnya motif di balik rangkaian demonstrasi tersebut, warga dan pekerja berharap aksi yang dinilai bermuatan kepentingan sempit itu dapat dihentikan. Mereka meminta kawasan industri kembali tenang agar aktivitas perusahaan dan mobilitas pekerja tidak terganggu.

BACA JUGA  Oknum Ketua Umum LSM Ditangkap Satreskrim Polres Batubara

KIIC yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Karawang, kata warga, membutuhkan kepastian dan ketenangan—bukan kegaduhan yang berisiko mengganggu keputusan bisnis perusahaan di dalamnya.(red)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Peringati Harganas dan Hari Kependudukan Sedunia, Plt. Bupati Sitaro Hadiri Pencatatan Perkawinan Massal di Kantor Gubernur Sulut
Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan
Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir
Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027

Berita Lainnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:15 WIB

Peringati Harganas dan Hari Kependudukan Sedunia, Plt. Bupati Sitaro Hadiri Pencatatan Perkawinan Massal di Kantor Gubernur Sulut

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WIB

Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:16 WIB

Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52

Berita Terbaru