Labuhanbatu, TRIBRATA TV
Paret perbatasan antara Dusun II dan III Desa Teluk Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatera Utara, dibiarkan tumpat dan sudah ditumbuhi pohon pohon sehingga tidak lagi berfungsi, Minggu (3/7/2022).
Padahal diketahui, paret tersebut termasuk salah satu urat nadi saluran air dari 2 desa yaitu Desa Sei Sentosa dan Desa Cinta Makmur Kecamatan Panai Hulu. Bahkan paret ini juga berfungsi menampung banjir kiriman dari lahan perkebunan sawit Sadani dan Perkebunan Ajamu.
Juga tak kalah pentingnya, pinggiran paret tersebut dulunya merupakan jalan umum menuju ke Jalan Tangkahan Sei Barumun, yang bermuara langsung ke Selat Malaka. Pada awalnya dikenal dengan Jalan tangkahan H Tasimun namun kemudian terbiasa disebut Jalan Tangkahan Kilang Es.
Pantauan dilokasi, tampak terlihat kondisi paret sudah tidak berbentuk lagi. Pohon kayu besar sudah banyak yang tumbuh di dalam paret besar tersebut.
Terlihat dari ujung dekat muara, tidak berfungsi lagi, sangat semak dan sudah sangat dangkal.
Diketahui beberapa tahun lalu, parit sudah dibeko (digali) namun membujur dan belum ditembuskan ke saluran pembuangan air ke muara Sungai Berumun. Pengerjaan ini diduga tidak tepat sasaran, dan terkesan ada kepentingan lain.
Hasanuddin yang rumahnya bersebelahan dengan paret tersebut yang tinggal di Dusun III Desa Teluk Sentosa mengatakan, paret itu sudah ada puluhan tahun namun tidak pernah disentuh sama sekali, seakan tidak dipedulikan.
“Sudah hampir tidak berfungsi sama sekali. Sementara dulunya, itulah salah satu paret pembuangan air terbesar di Desa Teluk Sentosa dari desa Sei Sentosa dan Desa Cinta Makmur,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Solehuddin Siregar yang juga bersebelahan dengan paret tersebut. Ia juga sudah lama meresahkan membelukar dan tumpatnya paret tersebut.
Sedang Kepala Dusun II Desa Teluk Sentosa, Sapar Hamadi Siregar ketika disoal tentang hal tersebut mengaku pihaknya sudah mengusulkan agar secepatnya dibersihkan sehingga saluran airnya lancar seperti dulu dulunya.
Zulaini, Kepala Dusun III Desa Teluk Sentosa yang dihubungi juga membenarkan paret besar tersebut kini telah ditumbuhi semak dan membelukar, juga kayu Berombang besar.
“Hal tersebut juga sudah kita rembukkan bersama agar menghubungi PTPN IV Perkebunan Ajamu. Mana tahu mau membantu untuk mencari solusi. Sebab sepengetahuan saya, pembuangan air dikala musim penghujan tiba. Paret besar tersebut juga salah satu penampung banjir kiriman dari lahan ABC juga PTPN IV,” ungkapnya.
Sementara Kepala Desa Teluk Sentosa Afipuddin, ketika ingin dikonfirmasi terkait hal tersebut diatas, sangat sulit dijumpai. (kholik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









