Gunungkidul,TRIBRATA.TV – Dukungan masyarakat Gunungkidul untuk pembalap muda kebanggaan daerah, Veda Ega Pratama, mengalir deras melalui kegiatan nonton bareng (nobar) balapan Moto3 yang digelar di Bangsal Sewokoprojo, Minggu (31/5/2026). Meski belum berhasil naik podium, Veda mampu menuntaskan balapan di posisi kedelapan dan kembali mengamankan poin penting pada musim perdananya di level internasional.
Balapan berlangsung ketat sejak lap awal. Veda sempat bersaing di kelompok depan dan menempati posisi keempat sebelum akhirnya menyentuh garis finis di urutan kedelapan. Hasil tersebut tetap dinilai positif mengingat pembalap asal Gunungkidul itu masih menjalani tahun pertama berkompetisi dengan motor dan persaingan baru di ajang Moto3.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan apresiasi atas perjuangan Veda yang dinilai telah membawa nama daerah hingga ke panggung internasional.
“Veda bukan hanya atlet, tetapi simbol kebanggaan Gunungkidul, DIY, dan Indonesia. Perjalanannya membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi dunia,” ujar Endah dalam sambutannya saat acara nobar.
Menurutnya, keberhasilan Veda tidak terlepas dari kerja keras keluarga, terutama sang ayah sekaligus pelatih, Sudarmono, yang selama bertahun-tahun membina putranya dengan fasilitas latihan yang sederhana di kawasan Pasar Hewan Siyono.
Sudarmono mengungkapkan, hasil finis delapan besar menjadi bekal berharga bagi putranya untuk terus berkembang menghadapi kerasnya persaingan Moto3.
“Alhamdulillah masih bisa masuk 10 besar zona poin. Fokus saat ini adalah mencari pengalaman sebanyak mungkin agar bisa tampil konsisten di depan,” katanya.
Kegiatan nobar yang diinisiasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul itu juga menjadi sarana memotivasi atlet-atlet muda daerah. Pemerintah berharap kisah perjuangan Veda mampu menginspirasi generasi muda agar tetap berjuang meraih prestasi meski menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Acara tersebut turut melibatkan komunitas otomotif dan seni lokal yang memberikan dukungan langsung bagi Veda selama balapan berlangsung.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap dunia balap serta prestasi yang ditorehkan Veda mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai mempertimbangkan pembangunan sirkuit permanen.
Endah mengatakan, gagasan tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem pembinaan atlet balap motor yang lebih baik di Gunungkidul.
“Kami mulai memikirkan lokasi yang tepat dan kebutuhan anggarannya. Namun, semuanya masih memerlukan kajian mendalam serta penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Meski masih sebatas wacana, keberadaan sirkuit diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan pembalap muda sekaligus melahirkan talenta-talenta baru yang mampu mengikuti jejak Veda di level internasional.
Dengan konsistensinya meraih poin dan bersaing di papan atas klasemen, Veda Ega Pratama kembali menunjukkan bahwa pembalap dari daerah mampu bersaing dengan para pebalap terbaik dunia. Perjuangannya tidak hanya menjadi kebanggaan Gunungkidul, tetapi juga harapan baru bagi masa depan balap motor Indonesia.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









