Raja Ampat, TRIBRATA TV
Menanggapi rekomendasi Fraksi Demokrat yang disampaikan pada Rapat Paripurna penutupan LKPJ Bupati Raja Ampat, terkait relokasi pedagang Pasar Mbilin Kayam ke Pasar Sunonbokur, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Raja Ampat, H.Djalali, menegaskan pihaknya siap untuk merelokasikan para pedagang.
Kata dia, sebelumnya beberapa bulan lalu pemerintah daerah sudah menghimbau para pedagang agar secepatnya berpindah ke Pasar Sunonbokur.
Namun, terdapat beberapa alasan dari para pedagang, sehingga belum bisa dilakukan relokasi ke Pasar Sunonbokur pada saat itu.
Para pedagang beralasan karena kondisi pandemi dan fasilitas jalan hubung yang sempit serta jangkauan yang relatif jauh, sehingga dinilai akan mengakibatkan minimnya pengunjung.
Djalali menjelaskan,selaku dinas teknis, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya, kaitannya dengan relokasi para pedagang di Pasar Mbilin Kayam ke Pasar Sunonbokur Kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat.
Terkait dengan rencana relokasi para pedagang ke Pasar Sunonbokur, Djalali mengungkapkan perlu adanya kerjasama antar lembaga, baik DPRD, Polres Raja Ampat serta pihak terkait lainnya.
Ia bilang, dari sisi fasilitas, Pasar Mbilin Kayam sangatlah tidak layak lagi untuk digunakan. Sebab itu, ia minta kepada DPRD, Polres serta pihak terkait lainnya agar bersinergi dalam proses relokasi tersebut.
Upaya relokasi ini segera mungkin dilakukan karena Pasar Mbilin Kayam nampak terlihat kumuh dan kotor, apalagi posisi Pasar Mbilin Kayam persis di jantung Kota waisai yang sewaktu-waktu dilewati wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Kota Waisai merupakan daerah pertama yang dikunjungi wisatawan, ketika para wisatawan hendak melakukan aktivitas wisata di daerah Raja Ampat. Karena hal itulah maka kebijakan relokasi para pedagang ke Pasar Sunonbokur sangat perlu dan patut dilaksanakan.
Selain menjaga kebersihan kota,hal tersebut juga dilakukan sebagai satu upaya pemerintah daerah untuk menata kembali wajah Kota Waisai agar lebih indah dan mempesona, sehingga enak dipandang mata.
“Terkait dengan sarana penunjang Pasar Sunonbokur, pemerintah telah menyiapkan tempat dan fasilitas yang layak bagi pedagang. Apabila terdapat kekurangan sarana penunjang, maka pemerintah daerah siap membijakinya,” ungkap Djalali di ruang kerjanya, Rabu (30/6/2021) WIT.
Sekedar diketahui, Raja Ampat merupakan 1 diantara 10 tempat destinasi prioritas di Indonesia.
Kaitanya dengan hal itu maka wajah Kota Waisai perlu ditata kembali.(Macap)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









